Breaking News
Memuat breaking news...
Advertisement

Yusril Tunda Orasi Ilmiah di DPRA untuk Hindari Situasi Tak Kondusif

Redaksi
Redaksi
Jumat, 6 November 2026 - 7.24 PM WIB
Yusril Tunda Orasi Ilmiah di DPRA untuk Hindari Situasi Tak Kondusif
Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra (tengah) saat konfrensi pers di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang, Aceh Besar. Dok. Waspada.id
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

BANDA ACEH (Waspada.id): Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, mengungkapkan alasan penundaan agenda orasi ilmiah yang semula dijadwalkan berlangsung di Gedung Utama DPRA, Kamis (5/11/2026).

Penundaan dilakukan setelah pemerintah mempertimbangkan adanya rencana penyampaian aspirasi oleh sejumlah masyarakat di gedung parlemen Aceh tersebut. Langkah itu diambil untuk mencegah kemungkinan terjadinya situasi yang tidak diinginkan.

Yusril mengatakan, keputusan tersebut bukan karena pembatalan substansi pembahasan, melainkan pertimbangan keamanan dan kondusivitas situasi.

“Kami melihat situasinya agar tetap kondusif. Kami mengetahui ada beberapa anggota masyarakat yang menyampaikan dan melakukan unjuk rasa di DPRA yang akan disampaikan di hadapan Menteri. Karena itu, kami mengambil langkah untuk menunda pidato atau orasi tersebut agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Yusril kepada wartawan di Banda Aceh, Jumat (6/11/2026).

Agenda orasi ilmiah itu sebelumnya direncanakan bersama DPRA. Dalam kesempatan tersebut, Yusril sedianya membahas tiga persoalan utama di Aceh, yakni perubahan Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UUPA), status tanah Blang Padang, serta polemik Bendera Bulan Bintang.

Menurut Yusril, ketiga persoalan tersebut bukan hal baru dan telah berulang kali dibicarakan bersama para pemangku kepentingan, baik dalam pertemuan di Jakarta maupun di Aceh.

Ia menyebut pembahasan terakhir juga dilakukan dalam pertemuan di lingkungan Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan yang turut dihadiri Ketua DPRA. Pertemuan tersebut membahas persoalan bendera Aceh, dana otonomi khusus, serta status lahan Blang Padang.

Meski telah beberapa kali dibahas, ketiga persoalan itu hingga kini belum menemukan penyelesaian akhir.

Yusril memastikan agenda orasi ilmiah tersebut akan dijadwalkan kembali setelah situasi dinilai memungkinkan.

“Jadi ini hanya pertimbangan untuk mencegah saja. Alhamdulillah, kemarin mereka datang ke DPRA dan tidak terjadi apa-apa. Nanti kita jadwalkan kembali,” ujarnya.(hd)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

Berita Terkait

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement