Zam Lawang Sutradarai Video Klip Pantun Jodoh


SIGLI (Waspada.id): Dari bidikan kamera hingga arahan adegan, Zam Lawang merangkai cerita Pantun Jodoh ke dalam bahasa visual. Pengalaman tersebut menjadi tantangan tersendiri baginya saat dipercaya sebagai sutradara sekaligus kameramen dalam produksi video klip di Studio 81 Bireuen.
Video klip tersebut mengangkat lagu Pantun Jodoh, karya cipta T. Almusri Ali Bayuna, bergenre Pop Melayu dengan lirik berbahasa Indonesia.
Lagu ini dibawakan Boim Riza berduet dengan Riska, dua penyanyi asal Sigli, Kabupaten Pidie. Sementara Amel dipercaya sebagai talent atau pemeran dalam video klip.
Menurut Zam Lawang, produksi video klip bukan sekadar mengambil gambar, tetapi juga menerjemahkan cerita dan pesan lagu ke dalam bentuk visual.
“Bagi saya, proses produksi video klip lagu Pantun Jodoh merupakan pengalaman yang menarik sekaligus memberikan tantangan tersendiri. Sebagai kameramen, saya tidak hanya bertugas mengambil gambar, tetapi juga menerjemahkan cerita dan pesan lagu ke dalam bentuk visual,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, sudut pengambilan gambar, komposisi, pencahayaan hingga pergerakan kamera harus diperhitungkan untuk membangun suasana dan memperkuat karakter lagu.
Zam Lawang juga mengapresiasi kemampuan akting Boim Riza dan Amel. Menurutnya, keduanya mampu mendukung visualisasi cerita dalam video klip tersebut.
“Untuk artisnya, Bang Boim Riza dan Amel, mereka tidak diragukan lagi dalam berakting. Saya yakin hasil video klip Pantun Jodoh akan bagus dan tidak mengecewakan,” ujarnya optimistis.
Pengalaman Zam Lawang di bidang audiovisual bukan hal baru. Ia telah menggarap sekitar delapan video klip untuk Arol Official dan enam video klip untuk penyanyi Aceh, Rahmat RS.
Selain produksi musik, ia juga terlibat dalam dokumentasi kegiatan masyarakat, termasuk pengambilan gambar pelatihan menjahit program Mom n Me di kawasan Geurugok, Kabupaten Bireuen.
Kiprahnya juga mencakup bidang pendidikan keterampilan audiovisual. Zam Lawang pernah menjadi guru pembimbing pelatihan editing video dan membuat video edukasi untuk kegiatan kursus editor video di Bireuen. Ia juga membimbing pembelajaran aplikasi Adobe Premiere di Metric School.
Di luar aktivitas kreatif, Zam Lawang turut menyoroti potensi wisata Kabupaten Pidie. Menurutnya, daerah tersebut memiliki objek wisata yang cantik dan estetik, mulai dari pantai, pegunungan hingga bangunan yang menarik secara visual.
Namun, ia menilai sejumlah lokasi masih membutuhkan perhatian dalam hal kebersihan dan perawatan. Ia menyoroti sampah plastik yang terlihat di halaman Gedung Pidie Convention Center (PCC) dan kawasan Pantai Blang Paseh, Kota Sigli.
Menurutnya, keindahan destinasi wisata tidak cukup hanya mengandalkan panorama alam, tetapi juga harus didukung kebersihan lingkungan agar memberikan kenyamanan kepada pengunjung.
Sementara itu, penataan musik Pantun Jodoh dipercayakan kepada Repelita sebagai music arranger. Proses rekaman dan mixing dilakukan di Rockstet Studio Bireuen.
Video klip tersebut dijadwalkan tayang melalui kanal YouTube Zoya Record di bawah label Zoya Record. Zam Lawang sendiri dikenal melalui kanal YouTube Zam Lawang dan akun Facebook Zameslawang. (Id69)
Berita Terkait











































































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda