Breaking News
Memuat breaking news...

Zeira Minta Pemerintah Siaga Hadapi Banjir Di Sumut

Redaksi
Redaksi
Senin, 28 September 2026 - 6.06 PM WIB
Zeira Minta Pemerintah Siaga Hadapi Banjir Di Sumut
Anggota DPRD Sumut dari Fraksi PKB, Zeira Salim Ritonga. Waspada.id/ist
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

MEDAN (Waspada.id) – Anggota DPRD Sumut dari Fraksi PKB, Zeira Salim Ritonga, meminta pemerintah pusat dan daerah memperkuat kesiapsiagaan menghadapi banjir dan bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah Sumatera Utara.

Zeira menyampaikan hal itu menyusul banjir dan bencana yang terjadi setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur sejumlah daerah sejak Sabtu (26/9). Tapanuli Tengah (Tapteng) menjadi salah satu wilayah yang terdampak cukup luas, disusul Deli Serdang, Simalungun, Tapanuli Utara dan Samosir.

“Saya turut berduka atas kejadian banjir dan tanah longsor di wilayah Sumatera Utara. Kepada masyarakat tetap waspada karena cuaca ekstrem akan berlangsung beberapa minggu ini,” kata Zeira, Senin (28/9).

Ia meminta pemerintah kabupaten/kota bersama Pemprov Sumut segera menyiapkan langkah darurat, termasuk lokasi aman, dapur umum, evakuasi dan pemenuhan kebutuhan warga terdampak.

Menurut Zeira, penanganan bencana membutuhkan koordinasi seluruh tingkatan pemerintahan, termasuk pemerintah pusat.

“Saya kira bencana tersebut bukan hanya tanggung jawab provinsi, tapi semua pihak, baik pusat maupun daerah,” ujarnya.

Petakan Daeran Rawan Banjir

Zeira mengatakan koordinasi sebelum bencana perlu diperkuat dengan memetakan daerah rawan sehingga tindakan dini dan evakuasi dapat dilakukan lebih cepat untuk meminimalkan korban jiwa.

“Saya kira koordinasi semua pihak pra bencana memang sudah harus diperkuat, dengan memetakan daerah rawan bencana sehingga tindakan dini untuk evakuasi dapat meminimalkan korban jiwa,” katanya.

Ia juga meminta pemerintah pusat melalui BNPB memberikan dukungan maksimal kepada daerah terdampak, terutama untuk kebutuhan evakuasi, logistik, tempat pengungsian dan pemulihan infrastruktur.

“Saya kira BNPB tentunya memiliki anggaran besar untuk dapat membantu daerah yang terkena bencana,” ujarnya.

Selain penanganan darurat, Zeira meminta pemerintah menyiapkan langkah permanen untuk mengatasi persoalan banjir, antara lain normalisasi sungai dan saluran air, penguatan tanggul, perlindungan kawasan resapan serta pembenahan daerah aliran sungai.

Ia juga meminta pemerintah melalui Kementerian Kehutanan melakukan restorasi terhadap kawasan hutan yang mengalami kerusakan akibat perambahan.

“Pemerintah pusat dan daerah melalui Menteri Kehutanan melakukan restorasi terkait hutan-hutan yang sudah terjadi kerusakan akibat perambahan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,” katanya.

Zeira juga meminta tindakan tegas terhadap pihak yang terbukti merusak lingkungan dan hutan.

“Lakukan tindakan tegas bagi perusak lingkungan dan hutan,” tegasnya.

Sementara itu, berdasarkan laporan BPBD hingga Senin (28/9), banjir di Tapteng merendam permukiman dan sejumlah akses jalan di tujuh kecamatan, yakni Tukka, Badiri, Sarudik, Pinangsori, Kolang, Tapian Nauli dan Pandan. Sejumlah warga dievakuasi menggunakan perahu karet.

Di Deli Serdang, luapan Sungai Anak Baru merendam sekitar 20 rumah di Dusun V, VI dan VI A, Desa Manunggal, Kecamatan Labuhan Deli. Sekitar 20 kepala keluarga atau 80 jiwa terdampak.

Di Simalungun, banjir merendam empat rumah dan merusak dua rumah di Kecamatan Haranggaol Horisan. Banjir juga berdampak terhadap SDN 091358 Haranggaol.

Sedangkan di Tapanuli Utara, angin kencang atau puting beliung merusak atap sembilan rumah warga di Desa Siabal-abal V. Di Samosir, hujan deras memicu banjir bandang di Kecamatan Simanindo yang menyebabkan satu rumah mengalami kerusakan ringan.

BMKG masih mengingatkan potensi hujan ringan hingga sedang di sejumlah wilayah Sumut pada Senin (28/9). Hujan sedang berpotensi terjadi antara lain di Deli Serdang, Medan, Binjai, Langkat, Pematangsiantar, Labuhanbatu dan Simalungun, disertai potensi petir dan angin kencang yang dapat memicu banjir maupun longsor. (wsp.id)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement