JAKARTA (Waspada.id): PT Bank Muamalat Indonesia Tbk kembali memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci. Pionir bank syariah di Indonesia ini menghadirkan Program Rindu Haji (Rincian Dana untuk Haji) sebagai apresiasi bagi nasabah yang berkomitmen menabung untuk persiapan ibadah haji.
Melalui Program Rindu Haji, nasabah dapat menabung dana haji secara terencana dan sesuai syariah, sekaligus memberikan berbagai hadiah menarik. Program ini berlangsung sejak 9 Februari 2026 dan akan berakhir pada 31 Desember 2026.
Direktur Bank Muamalat Ricky Rikardo Mulyadi mengatakan, Program Rindu Haji memberikan ketenangan finansial bagi calon jemaah dalam menyiapkan dana perjalanan ibadah haji, baik untuk pembayaran porsi maupun pelunasan biaya selama masa tunggu.
“Kami memudahkan nasabah merencanakan ibadah haji ke Tanah Suci dengan menabung secara disiplin dan teratur. Selain bermanfaat untuk perencanaan keuangan, nasabah juga berkesempatan mendapatkan hadiah perlengkapan ibadah dan meraih grand prize diantaranya satu paket perjalanan umrah bersama pasangan atau keluarga,” ujar Ricky.
Adapun syarat untuk mengikuti Program Rindu Haji, nasabah cukup menambah dana baru minimal Rp2,5 juta di Tabungan iB Hijrah Haji dan mengaktifkan setoran rutin otomatis setiap bulan minimal Rp100.000. Dengan pola ini, persiapan biaya haji menjadi lebih konsisten dan terstruktur.
Sebagai bentuk apresiasi, nasabah dengan kenaikan saldo rata-rata tertinggi selama periode program akan memperoleh grand prize tanpa diundi. Hadiahnya berupa satu paket perjalanan umrah untuk nasabah bersama pasangan atau keluarga, tiga sepeda motor dan empat logam mulia @5 gram. Pemenang akan diumumkan paling lambat pada 31 Januari 2027 melalui situs resmi www.bankmuamalat.co.id dan kanal media sosial resmi Bank Muamalat.
Kuasai pangsa pasar haji khusus
Menurut Ricky, sebagai bank pertama murni syariah di Indonesia, Bank Muamalat kini menguasai 59 persen pangsa pasar haji khusus dan 13 persen untuk haji reguler, serta melayani sekitar 700 ribu jemaah haji tunggu. Secara keseluruhan, pangsa pasar gabungan (blended market share) Bank Muamalat di kedua segmen tersebut berada di kisaran 19 persen.
“Kepercayaan ini menjadi bukti konsistensi Bank Muamalat dalam mendukung kebutuhan ibadah haji masyarakat. Hal ini selaras dengan komitmen Bank Muamalat dalam mengembangkan ekosistem haji dan umrah di Tanah Air. Caranya, dengan menyediakan layanan serta produk lengkap dari hulu ke hilir bagi nasabah maupun mitra penyelenggara perjalanan ibadah haji,” pungkas Ricky.
Diharapkan, Program Rindu Haji tidak hanya membantu calon jemaah mempersiapkan dana haji secara disiplin, tetapi juga menguatkan motivasi dengan adanya hadiah langsung dan kesempatan umrah. Bank Muamalat percaya bahwa setiap langkah yang diambil sedini mungkin, akan mampu mewujudkan kerinduan dan membawa semakin dekat pada perjalanan terindah di Tanah Suci. (id09)











