Buka Mubes, Pj Bupati Minta MAA Ubah Tatanan Sosial Menjadi Lebih Baik

  • Bagikan
Pj Bupati Azmi saat memukul canang tanda dimulainya Musyawarah Besar (Mubes) Majelis Adat Aceh (MAA) Kabupaten Aceh Singkil tahun 2023, yang berlangsung di Aula Dinas Kesehatan. WASPADA/Ariefh
Pj Bupati Azmi saat memukul canang tanda dimulainya Musyawarah Besar (Mubes) Majelis Adat Aceh (MAA) Kabupaten Aceh Singkil tahun 2023, yang berlangsung di Aula Dinas Kesehatan. WASPADA/Ariefh

SINGKIL (Waspada): Penjabat Bupati Aceh Singkil, Drs Azmi membuka musyawarah besar (Mubes) Lembaga Majelis Adat Aceh (MAA) Aceh Singkil, periode 2024-2028.

Mubes yang dilaksanakan selama 2 hari, Rabu 29 sampai 30 November 2023, dilaksanakan untuk memilih dan menetapkan Ketua dan Pengurus MAA yang baru, masa kerja 2024-2028, yang berlangsung di Aula Dinas Kesehatan Aceh Singkil.

Pj Bupati Drs Azmi MAP yang membuka secara resmi Mubes MAA, ditandai dengan pemukulan canang bersama perwakilan unsur Forkopimda.

Pj Bupati Aceh Singkil, Azmi dalam arahannya menyampaikan, peran MAA dalam masyarakat, harus bisa mengubah sebuah tatanan kehidupan sosial dari yang kurang baik menjadi lebih baik.

MAA juga berperan mengubah kualitas pembangunan suatu daerah kepada yang lebih hebat, mengubah kondisi sosial kehidupan masyarakat yang tidak peduli dengan pendidikan, Al Quran dan Adzan dan yang tidak peduli dengan kebaikan, MAA harus bisa merubah itu.

Di samping itu MAA bisa merubah ASN yang gemar ke pasar, ngopi di warung saat jam kerja, selain menyelesaikan perkara melalui peradilan adat. “MAA juga bisa menyelesaikan sebuah perkara, begitu hebat dan pentingnya lembaga adat itu,” ucap Azmi.

Yang paling penting ke depan MAA harus bisa merubah pola kehidupan anak-anak agar menjadi berkarakter, dan peran MAA ini sangat menentukan.

Di samping itu Azmi mengajak MAA untuk membuat peraturan Bupati (Perbub) tentang anak-anak yang baru tamat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD/TK) yang ingin masuk ke Sekolah Dasar (SD) agar bisa membaca Alquran, pungkasnya.

Dalam kesempatan itu, Ketua MAA Aceh Singkil Zakirun Pohan menyampaikan, kegiatan ini sebagai wujud implementasi dari regulasi kita. Sesuai dengan qanun nomor.8 tahun 2019 demikian pula qanun 1 tahun 2021.

“Ini adalah suatu implementasi dari regulasi kita, sehingga kami membuat tema Mubes, “Merajut Kekompakan untuk Menjaga dan Melestarikan Adat Istiadat di Aceh Singkil sesuai dengan Syariat Islam,” ujarnya.

Zakirun memaparkan, jabatan MAA sebelumnya dilantik pada 2019. Dan setelah itu secara Internasional kita dipusingkan dengan Covid 19. Sehingga seluruh anggaran semuanya terkena dampak refocusing, termasuk anggaran di Lembaga MAA.

“Anggaran kita tidak ada, termasuk pengadaan baju batik yang kita pakai ini juga tidak ada anggaran. Alhamdulillah karena dukungan dan kekompakan kawan-kawan dan mereka bersedia dipotong gaji untuk membuat baju batik khas Aceh Singkil ini,” ucap Zakirun

Dan pada HUT Aceh Singkil pada 27 April 2023 lalu, baju batik motif khas Aceh Singkil ini menjadi kado istimewa hari jadi yang ke-24 Kabupaten Aceh Singkil. “Alhamdulilah sudah ditetapkan Perbup dan mendapat dukungan oleh Pj Bupati, dan sudah di Perbupkan,” terangnya.

Selanjutnya dikeluarkanlah edaran yang sudah diteken bupati, agar baju baik tersebut menjadi motif khas Aceh Singkil yang akan dipakai menggantikan baju batik pada hari-hari tertentu.

Atas dukungan itu pula di PKA 8 baju batik ini telah mendapat anugerah dari wali naggroe. Yang artinya motif khas Singkil ini telah diakui dan sebelumnya telah dipresentasikan dihadapan orang banyak.

Menjadi PR dan perlu perhatikan Pj Bupati Azmi, terkait problem pelaksanaan peradilan adat di desa, yang menjadi tanggung jawab kepala desa sebagai Hakim Peradilan Adat. Dan ini belum terlaksana dan para kepala desa harus dibekali mengenai pengetahuan peradilan adat ini, ucap Zakirun.

Sebelumnya Ketua Panitia Mubes MAA Kusnadi SH melaporkan, MAA Aceh Singkil diikuti sebanyak 54 orang peserta Mubes. Yang terdiri dari sebanyak 22 orang dari pengurus MAA Aceh Singkil, 16 orang dari kepala mukim, 11 orang dari ketua kecamatan dalam Kabupaten Aceh Singkil dan 5 orang dari tokoh masyarakat (tim ahli). “Pelaksanaan Mubes akan dilaksanakan selama 2 hari mulai, 29 hingga 30 November 2023,” ucap Kusnadi. (b25)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *