Pj Bupati Fitriany Buka Aceh Seniman Lawyers Club DKA Perdana 

  • Bagikan
Ketua DKA Nagan Raya Faisal A Qubsy menyerahkan buku hasil karya DKA kepada Pj Bupati, Rabu (6/12).(Waspada/Muji Burrahman)
Ketua DKA Nagan Raya Faisal A Qubsy menyerahkan buku hasil karya DKA kepada Pj Bupati, Rabu (6/12).(Waspada/Muji Burrahman)

NAGAN RAYA (Waspada): Penjabat (Pj) Bupati Nagan Raya Fitriany Farhas AP, S,Sos, M.Si membuka Aceh Seniman Lawyers Club (ALSC) yang dilaksanakan Dewan Kesenian Aceh (DKA) Kabupaten Nagan Raya di Aula Kantor Kementerian Agama (Kemenag), Rabu (6/12).

ALSC mengusung Tema” Seni dalam Persepsi Politisi, Bersama Mempertahankan Marwah Negeri” yang diikuti BEM, Ormas dan politisi.

Turut hadir Perwakilan Dandim, Perwakilan Kejari, Ketua MAA, Ketua MPD, Ketua Rapi Nagan Raya, perwakilan mahasiswa, sejumlah politisi dan Pengurus DKA Kabupaten Nagan Raya.

Ketua Panitia Pelaksana Dr. Khairuddin Ishaq M.Pd, menjelaskan, kegiatan ini sebagai media dialog interaktif untuk membahas berbagai hal tentang upaya pemajuan seni dan budaya daerah serta berbagai hal khusus lainnya di Kabupaten Nagan Raya dalam mewujudkan ungkapan “Dengan Seni hidup jadi indah, Dengan Agama jadi terarah dan dengan ilmu hidup menjadi lebih mudah”. 

Khairuddin menguraikan, kegiatan ini dilaksanakan mengacu pada Undang-Undang Nomor 5 tahun 2017 tentang pemajuan kebudayaan untuk mengelola kebudayaan Indonesia dan  Undang-Undang Pemerintah Aceh Nomor 11 tahun 2006 serta berbagai regulasi lainnya berupa peraturan atau Qanun Aceh tentang seni dan budaya.

Pj Bupati Fitriany Buka Aceh Seniman Lawyers Club DKA Perdana 
Ketua DKA Nagan Raya menyerahkan piagam penghargaan kepada pemateri Aceh Seniman Lawyers Club usai acara di Aula Kantor Kemenag Nagan Raya, Rabu (6/12).(Waspada/Muji Burrahman)

Pj Bupati Fitriany Farhas mengatakan, Kabupaten Nagan Raya merupakan salah satu daerah yang memiliki kekayaan potensi yang luar biasa, baik sumber daya alam maupun sumber daya manusia. “Nilai-nilai seni serta kebudayaan hidup rukun dan tentram dalam masyarakat kita yang majemuk dan merupakan kekayaan yang luar biasa yang harus kita jaga dan rawat,” kata Pj Bupati.

Pj Bupati menambahkan, banyak kebijakan yang lahir dari efek politik yang berdampak terhadap segala lini, salah satunya yakni seni itu sendiri. Karena ALSC yang dilaksanakan perdana di kabupaten. Jika politik tidak dihiasi dengan seni, semua hanya akan terlihat seakan tanpa tujuan dan hanya sekedar ajang pembagian kekuasaan karena yang terfokus hanya menang dan senang. 

“Dengan adanya seni, politik menjadi lebih berwarna. Yang dikritik tidak marah, namun mau mengubah dan yang berkuasa tidak jumawa namun lebih memikirkan nasib bangsa,” jelas Pj Bupati.

Ia sangat mendukung dan merespon positif segala kegiatan seni sebagai bagian dari penguatan nilai-nilai di masyarakat juga sebagai pemacu dalam akselerasi pembangunan daerah. 

Fitriany berharap kepada Pengurus DKA Kabupaten Nagan Raya, agar terus bermetamorfosa dengan merubah paradigma seni sebagai bagian penting dalam pembangunan daerah kabupaten Nagan Raya.

Pj Bupati mengajak agar terus berkomitmen bersama menjaga keadaan di Kabupaten Nagan Raya untuk tetap kondusif menjelang pelaksanaan pesta rakyat pada tanggal 14 Februari 2024.

ALSC dilanjutkan materi tentang peran dan fungsi seni pada masa perjuangan kemerdekaan yang disampaikan Ketua DKA Provinsi Aceh Dr. Teuku Afifuddin, M.Sn dan peran dan fungsi seni dalam sejarah penyiaran dan pengembangan Islam serta kemajuan Aceh zaman kemasyuran kerajaan Aceh oleh Ketua Pemangku Adat MAA Nagan Raya Dr. Khairuddin Ishaq M.Pd.

Kemudian meteri ketiga mengenai peran dan fungsi seni di zaman digitalisasi dan milenialisme oleh Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah 1 Aceh, Piet Rusdi S,Sos dan materi terakhir tentang peran politisi dalam pelestarian seni dan budaya daerah yang disampaikan Budayawan Aceh Said Adli yang dilanjutkan tanya jawab dan diskusi bersama.

Pada kesempatan yang sama Ketua DKA Kabupaten Nagan Raya Faisal A Qubsy, ST juga menyerahkan kuku karya DKA kepada Pj Bupati Fitriany Farhas, Kepala Disbudparpora Fariky dan Anggota DPRK Teuku Rasyid. 

Dalam kesempatan yang sama juga ditampilkan Seudati Sanggar Seni Rajawali.(b22)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *