Warga 45 Desa Butuh Mesin ATM

  • Bagikan
Warga 45 Desa Butuh Mesin ATM

Pihak perbankan diharap segera menempatkan mesin ATM di sudut Masjid Baitul Muttaqin Idi Cut, Kecamatan Darul Aman, Kabupaten Aceh Timur. Foto diambil, Senin (4/3). Waspada/H. Muhammad Ishak

IDI (Waspada): Masyarakat di 45 desa dalam Kecamatan Darul Aman—Idi Cut, Kabupaten Aceh Timur, membutuhkan mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM). Pasalnya, sejak merdeka hingga era digitalisasi saat ini belum memiliki mesin untuk penarikan uang secara tunai.

“Idi Cut memiliki 45 desa dengan berbagai profesi, mayoritas ASN dan pengusaha. Tapi sejak merdeka sampai saat ini belum ada mesin ATM,” ujar Mukim Kuta Idi Cut, Tgk Syauqi, didampingi Keuchik Alue Gadeng, Matlain Jabri, kepada Waspada, Senin (4/3).

Menurutnya, dalam beberapa tahun terakhir masyarakat dimudahkan dengan adanya mesin Electronic Data Capture (EDC). Tetapi sebagian masyarakat kerap dirugikan dengan pemotongan biaya gesek kartu ATM di setiap mesin EDC berkisar antara 1-3 persen dari jumlah penarikan.

“Mesin EDC dimanfaatkan untuk penarikan bantuan sosial (bansos) jenis Program Keluarga Harapan (PKH) atau Program Sembako. Tapi untuk mesin ATM dibutuhkan agar masyarakat dimudahkan dalam berbagai transaksi dan non-biaya,” kata Syauqi, seraya berharap Bank Aceh dan Bank Syariah Indonesia (BSI) segera menempatkan masing-masing satu mesin ATM di Idi Cut.

Menyikapi keluhan masyarakat, Camat Darul Aman Azani SE, dikonfirmasi terpisah mengaku telah mengusulkan penempatan mesin ATM di wilayah kerjanya. Lokasi yang diusulkan persisnya di sudut pekarangan Masjid Besar Baitul Muttaqin Idi Cut.

“Semua kepala desa selalu menyampaikan keluhan dalam setiap rapat terkait kebutuhan ATM ini ke kita, sehingga akhir tahun lalu kita layangkan surat permintaan mesin ATM ke Bank Aceh, namun sampai saat ini belum ditindaklanjuti,” kata Azani.

Mesin ATM bukan hanya kebutuhan ASN ketika awal tahun, lanjut mantan Camat Darul Ihsan itu, mesin ATM ini juga dibutuhkan pengusaha ikan di Kuala Seuneubok Baroh Idi Cut, karena setiap hari melakukan bongkar muat dengan tonase mencapai 10-30 ton per hari.

“Transaksi upah para ABK dilakukan secara elektronik para pengusaha ikan, tapi untuk penarikan harus menempuh perjalanan 15-20 menit atau 10 kilometer dari Idi Cut ke Idi Rayeuk,” timpa Azani, seraya menandaskan, kebutuhan mesin ATM di daerahnya sangat mendesak untuk transaksi keuangan masyarakat dengan rata-rata mencapai ratusan juta setiap hari. (b11).

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *