Dari Goresan Kuas hingga Mading Kreatif, Wajah Baru Pendidikan di Tamba Dolok


TAMBA DOLOK, SAMOSIR — Suasana di SD Negeri 11 Tamba Dolok, Kecamatan Sitiotio, Kabupaten Samosir, kini tampil lebih hidup. Dinding sekolah yang sebelumnya polos disulap menjadi mural edukatif penuh warna, sementara mading kreatif hadir sebagai ruang bagi siswa untuk membaca, berkarya, dan menuangkan ide.
Kedua program tersebut merupakan program unggulan dari pengabdian KKN UNIMED Kelompok 2 Desa Tamba Dolok Tahun 2026 di bidang pendidikan. Melalui mural, mahasiswa menghadirkan pesan tentang semangat belajar, keberanian bermimpi, menjaga lingkungan, serta membangun karakter positif. Setiap gambar dan warna dirancang agar lingkungan sekolah tidak hanya lebih indah, tetapi juga mampu menjadi media pembelajaran visual bagi siswa.
Di sisi lain, Mading Kreatif dirancang sebagai wadah literasi dan ekspresi. Siswa dapat memanfaatkannya untuk menampilkan tulisan, informasi edukatif, maupun berbagai hasil karya. Kehadirannya diharapkan dapat menumbuhkan minat baca sekaligus keberanian anak-anak untuk menunjukkan kreativitas mereka.
Bagi mahasiswa KKN, dua program ini bukan sekadar mempercantik fasilitas sekolah. Ada harapan agar setiap warna yang tertinggal di dinding dan setiap karya yang terpajang di mading dapat terus menghidupkan semangat belajar, bahkan setelah masa pengabdian berakhir.
Kepala SD Negeri 11 Tamba Dolok, Donal Tamba, S.Pd., memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada mahasiswa KKN atas dedikasi dan kerja keras yang telah diberikan.
“Kami sangat berterima kasih dan mengapresiasi setinggi-tingginya karya mahasiswa KKN UNIMED. Mural edukatif dan mading ini tidak hanya mempercantik lingkungan sekolah, tetapi juga memberikan energi baru serta motivasi belajar bagi anak-anak kami,” ungkap Donal Tamba mewakili jajaran guru.
Program tersebut dikerjakan bersama oleh Ayub Desrika Simorangkir, Beatrix Octaviana Silitonga, Daniel Rado H Girsang, Elsada Filla Delvia Simarmata, Endang Febrianty S., Erfanintiya Siringoringo, Farida Arisma, Johannes Kristopel Manullang, Mawar Gultom, Nelman Wisabla, Putri Primsa Br Ginting, Refisi Ainjerimen Telaumbanua, Rika Ginting, Ronal Regen Silitonga, Sela Rahayu, Sri Bayu Pertiwi, Theresia Yuni Sarah Naibaho, Van Asel Simangunsong, Wanti Br Hombing, dan Wewika Natalia Yolanda Hulu.
Apresiasi juga datang dari jajaran guru dan perangkat Desa Tamba Dolok yang turut mendukung terlaksananya program tersebut. Sinergi antara mahasiswa, sekolah, dan pemerintah desa menjadi bagian penting dalam menghadirkan kegiatan yang memberi manfaat langsung bagi lingkungan pendidikan.
Bagi KKN UNIMED Kelompok 2, mural dan mading mungkin hanyalah sebuah karya sederhana. Namun bagi anak-anak Tamba Dolok, keduanya dapat menjadi ruang untuk melihat sesuatu yang baru, menemukan inspirasi, dan percaya bahwa setiap mimpi layak untuk diperjuangkan.
Sebab mahasiswa KKN mungkin hanya tinggal sementara di Tamba Dolok, tetapi warna, karya, dan semangat yang mereka tinggalkan di sekolah diharapkan dapat bertahan lebih lama.
Sri Bayu Pertiwi, S1 Pendidikan Kesejahteraan Keluarga - Unimed



























Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda