Breaking News
Memuat breaking news...

GoPay Raih Dua Penghargaan Pemerintah, Perkuat Digitalisasi dan Investasi

Redaksi
Redaksi
Jumat, 9 Oktober 2026 - 9.41 AM WIB
GoPay Raih Dua Penghargaan Pemerintah, Perkuat Digitalisasi dan Investasi
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

JAKARTA (Waspada.id): GoPay mendapat apresiasi pemerintah atas kontribusinya dalam mendorong digitalisasi dan pertumbuhan investasi di Indonesia. Kali ini, GoPay meraih dua penghargaan, yakni IN-Apps Digital Awards 2026 dari Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif dan Jakarta Investment Award 2026 dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Dua penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas kontribusi GoPay dalam menghadirkan layanan keuangan digital sekaligus mendukung pengembangan ekosistem ekonomi digital dan investasi, baik di tingkat nasional maupun daerah.

Pada IN-Apps Digital Awards 2026, GoPay menerima penghargaan dalam kategori Aplikasi Dompet Digital (E-Wallet)/Non-Perbankan. Penghargaan ini diberikan atas kontribusi GoPay dalam menghadirkan layanan pembayaran digital yang aman, mudah, cepat, dan inovatif, sekaligus mendukung inklusi keuangan dan pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.

Sementara itu, melalui Jakarta Investment Award 2026, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberikan apresiasi kepada GoPay dalam kategori Penanaman Modal Dalam Negeri atas kontribusinya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan ekosistem investasi di Ibu Kota.

Direktur Bisnis Konsumen GoPay, Kelvin Timotius, mengatakan kedua penghargaan tersebut memperkuat komitmen perusahaan untuk terus berinovasi sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mengembangkan ekonomi digital.

“GoPay berkomitmen untuk mendukung dan berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia melalui inovasi layanan keuangan yang mudah untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang selalu berkembang. Sejalan dengan hal tersebut, GoPay juga berupaya untuk senantiasa menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjalankan kebijakan pengembangan ekonomi digital yang membawa manfaat untuk seluruh lapisan masyarakat,” ujar Kelvin, Kamis (8/10/2026).

Ia menambahkan, GoPay akan terus memperkuat ekosistem digital dan berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia melalui pengembangan layanan keuangan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Sejak hadir pada 2023, aplikasi GoPay terus mengembangkan layanannya menjadi aplikasi keuangan digital dengan beragam fitur dan inovasi. Salah satunya adalah pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk meningkatkan kualitas layanan dan keamanan.

Upaya memperluas akses keuangan digital juga dilakukan melalui kolaborasi di tingkat nasional dan daerah. Secara nasional, GoPay mendorong pemanfaatan pembayaran digital melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), edukasi keuangan, serta berbagai kampanye literasi digital, antara lain Pintar Bareng GoPay dan Judi Pasti Rugi.

Di tingkat daerah, GoPay menjalin kolaborasi dengan pemerintah dan komunitas lokal untuk mempercepat digitalisasi layanan publik sekaligus memberdayakan masyarakat dan pelaku usaha. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas pemanfaatan teknologi digital agar manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak lapisan masyarakat.

Ke depan, GoPay menyatakan akan terus memperluas inovasi dan kolaborasi untuk menghadirkan solusi keuangan digital yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

"Langkah ini diharapkan dapat mendukung terbentuknya ekosistem ekonomi digital yang semakin inklusif serta memperkuat pertumbuhan ekonomi Indonesia," kata Kelvin.

GoPay merupakan layanan dompet digital bagian dari GoTo Financial dan GoTo Group. GoPay menghadirkan berbagai inovasi untuk membantu jutaan penduduk Indonesia mengakses layanan keuangan dengan lebih mudah.(id11)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement