Breaking News
Memuat breaking news...

47 Relawan MBG Medan Denai Mengaku Belum Digaji

Redaksi
Redaksi
Rabu, 7 Oktober 2026 - 8.40 PM WIB
47 Relawan MBG Medan Denai Mengaku Belum Digaji
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Medan Denai Binjai II. Waspada.id/ist
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

MEDAN (Waspada.id): Sebanyak 47 relawan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Medan Denai Binjai II, mengaku belum menerima pembayaran setelah bekerja selama dua pekan.

Para relawan bekerja sejak 24 Agustus hingga 4 September 2026 di dapur MBG yang berlokasi di Jalan Raya Menteng, Gang Benteng No.34A, Binjai, Kecamatan Medan Denai. Namun, pada 5 September, operasional dapur tersebut dihentikan.

Salah seorang relawan yang meminta identitasnya disamarkan dengan inisial RS mengatakan, para relawan sebelumnya dijanjikan akan menerima pembayaran atas pekerjaan mereka. Namun, hingga kini hak tersebut belum diterima.

“Kami selaku relawan bingung mau mengadu ke mana. Kepala SPPG mengelak dan mengarahkan kami untuk menuntut ke Bu Srijati Pohan,” ujar RS kepada wartawan, Rabu (7/10).

Menurut informasi yang diterima para relawan, dapur MBG tersebut sebelumnya disebut telah mendapat status suspend dari Badan Gizi Nasional (BGN). Meski demikian, para relawan mengaku kembali diminta bekerja selama dua pekan sebelum operasional dapur dihentikan.

Dapur MBG itu diketahui berada di bawah naungan Yayasan Parasanda Bumi Pertiwi (Prabu Foundation) yang dipimpin H Asep Muhargono.

Saat dikonfirmasi, Kepala SPPG Medan Denai Binjai II, Andriko Nuwari Asisi ST, disebut mengarahkan persoalan pembayaran tersebut kepada Srijati Pohan. Namun, upaya wartawan memperoleh penjelasan lebih lanjut mengenai status operasional dapur maupun pembayaran relawan belum mendapat respons.

Sekretaris Lembaga Masyarakat Pemantau Makan Bergizi Gratis (LMP MBG), H Said Siregar, meminta pihak yayasan dan pengelola SPPG segera menyelesaikan pembayaran hak 47 relawan tersebut.

Menurutnya, para relawan telah menjalankan tugas selama dua pekan sehingga tidak seharusnya dibiarkan tanpa kepastian.

“Kami minta supaya 47 relawan yang belum dibayar gajinya segera diselesaikan. Jangan sampai nasib mereka terkatung-katung,” tegas Said.

Selain persoalan pembayaran, Said juga meminta BGN mengusut informasi mengenai status suspend dapur tersebut.

“Kami minta supaya BGN mengusut perkara ini. Kenapa bisa berjalan padahal dalam keadaan di-suspend?” katanya.

Said menilai persoalan tersebut tidak hanya menyangkut pembayaran hak relawan, tetapi juga perlu mendapat perhatian terkait pengawasan operasional SPPG.

Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Wilayah Medan, Donal Simanjuntak SKM MKM, yang berada di bawah naungan BGN, telah dihubungi wartawan untuk dimintai keterangan mengenai persoalan tersebut. Namun, hingga berita ini ditulis, panggilan telepon belum mendapat respons.

Kepala SPPG Medan Denai Binjai II Andriko Nuwari Asisi ST juga belum memberikan keterangan lebih lanjut. Begitu pula pihak Srijati Pohan belum memberikan penjelasan terkait belum dibayarnya hak 47 relawan maupun informasi mengenai status suspend dapur MBG tersebut. (wsp.id)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement