Bank Sentral Dunia Terus Timbun Emas, China Borong 80 Ton

JAKARTA (Waspada.id): Aksi timbun emas oleh bank-bank sentral dunia belum menunjukkan tanda-tanda berhenti. Sepanjang Agustus 2026, bank sentral global kembali mencatat pembelian emas dalam jumlah besar untuk memperkuat cadangan aset di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik.
Dikutip dari Kitco News, Kamis (8/10/2026), Senior Research Lead, APAC di World Gold Council (WGC), Marissa Salim mengatakan, bank sentral China, Uzbekistan, dan Polandia kembali menjadi pembeli emas terbesar pada Agustus 2026.
Sementara itu, sejumlah bank sentral lainnya memilih merepatriasi atau memindahkan cadangan emas fisik mereka ke fasilitas penyimpanan (vault) baru.
"Bank-bank sentral global tetap konsisten dalam mengakumulasi emas pada bulan Agustus ini, dengan total pembelian bersih yang dilaporkan mencapai 39 ton," tulis Salim dalam laporan terkini WGC.
"Pembeli emas berskala besar dan konsisten sepanjang tahun 2026 terus menunjukkan aktivitasnya pada bulan tersebut, dengan China berada di urutan teratas, diikuti oleh Uzbekistan dan Polandia," ungkapnya.
Bank Sentral Beli 170 Ton Emas Sepanjang 2026
Salim menyebutkan, bank-bank sentral global telah melaporkan total pembelian sebesar 170 ton sepanjang tahun berjalan (year-to-date) 2026.
"Jika melihat total pembelian bulan Agustus dalam konteks yang lebih luas, analisis terhadap laporan pembelian emas bank sentral antara tahun 2016 dan 2025 menunjukkan adanya variasi musiman yang moderat, meskipun perbedaan antar-tahun tetap signifikan," ia mencatat.
Menurut Salim, meningkatnya ketidakpastian ekonomi maupun geopolitik menjadi salah satu faktor yang ikut mendorong berlanjutnya aksi akumulasi emas oleh bank sentral.
"Namun analisis lebih lanjut diperlukan untuk mengidentifikasi faktor pendorong utama yang kuat dan berkelanjutan," ia menambahkan.
Polandia Borong Emas, Target 700 Ton di Depan Mata
WGC mencatat, transaksi emas bank sentral paling signifikan pada Agustus dan sepanjang tahun 2026 dilakukan oleh Bank Nasional Polandia.
Bank tersebut membeli 8 ton emas pada Agustus 2026. Dengan tambahan tersebut, Polandia masih menjadi negara dengan pembelian emas terbesar sepanjang tahun berjalan.
"Polandia masih memuncaki daftar pembelian emas sepanjang tahun berjalan (y-t-d) dengan total pembelian 98 ton sejauh ini, namun kami melihat China mulai mengejar ketertinggalan," tulisnya, seraya mencatat bahwa Polandia kini memiliki cadangan emas sebesar 648 ton, sehingga target kepemilikan 700 ton dapat segera tercapai dalam beberapa bulan mendatang.
Dengan demikian, Polandia hanya membutuhkan tambahan sekitar 52 ton emas untuk mencapai target kepemilikan 700 ton.
China Borong 80 Ton Emas
Di sisi lain, China terus memperlihatkan agresivitas dalam menambah cadangan emasnya.
"Dalam bulan ke-22 berturut-turut melakukan pembelian, People’s Bank of China (Bank Sentral China) menambah cadangan emasnya sebanyak 20 ton pada Agustus 2026," kata Salim.
China melaporkan penambahan cadangan emas sebesar 80 ton sepanjang tahun berjalan (year-to-date) 2026. Angka tersebut menempatkan China di posisi kedua setelah Polandia.
Cadangan emas resmi China kini mencapai 9% dari total cadangan asetnya, atau sekitar 2.387 ton.
Uzbekistan dan Kazakhstan Ikut Borong
Bank Sentral Uzbekistan juga menjadi salah satu pembeli besar pada Agustus 2026. Negara tersebut membeli 8 ton emas sehingga total pembelian sepanjang tahun ini mendekati 50 ton.
Total kepemilikan emas Uzbekistan kini mencapai 439 ton, yang mencakup sekitar 90% dari total cadangan aset negara tersebut.
"National Bank of Kazakhstan juga membeli 7 ton emas pada bulan Agustus, dengan total pembelian emas sepanjang tahun berjalan mendekati 36 ton. Kepemilikan emas Kazakhstan kini mencapai 79% dari total cadangan asetnya, atau sekitar 377 ton," kata Salim.
Sementara itu, Czech National Bank atau Bank Sentral Ceko juga terus mempertahankan tren pembelian emas.
Bank sentral tersebut telah melakukan pembelian bulanan selama 42 bulan berturut-turut dan kembali menambah 2 ton emas pada Agustus. Sepanjang tahun berjalan, pembeliannya mencapai 14 ton.
Dengan tambahan tersebut, kepemilikan emas Bank Sentral Ceko mencapai 7% dari total cadangan atau sekitar 86 ton.
Turki juga kembali masuk sebagai pembeli emas setelah sebelumnya mencatat penjualan bersih selama tiga bulan berturut-turut.
"Bank sentral lain yang turut melakukan pembelian di pasar bulan ini antara lain Bolivia dan Ghana, yang masing-masing membeli sekitar 1 ton emas," beber Salim.
Bukan Cuma Beli, Bank Sentral Pindahkan Emas
Selain aksi pembelian, WGC juga mencatat adanya aktivitas repatriasi dan pemindahan cadangan emas dalam jumlah besar antarwilayah yurisdiksi.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa bank sentral tidak hanya fokus menambah jumlah emas, tetapi juga memperhatikan lokasi penyimpanan dan akses terhadap cadangan emas fisik mereka.
"Pada tanggal 2 September, De Nederlandsche Bank (DNB) mengumumkan pemindahan 86 ton emas dari New York dan Ottawa ke London dengan tujuan meningkatkan likuiditas dan kemampuan jual-beli cadangan emasnya. Pada tahun 2025, Banque de France juga melakukan operasi serupa untuk memperbarui kemampuan jual-beli kepemilikan emas mereka," paparnya.
Fenomena tersebut memperlihatkan bahwa emas masih menjadi bagian penting dari strategi pengelolaan cadangan devisa bank sentral dunia. Di tengah ketidakpastian global, pembelian maupun penataan ulang lokasi penyimpanan emas terus dilakukan oleh sejumlah negara. (invid)



















Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda