Breaking News
Memuat breaking news...

Buku Jejak Pengawasan Pilkada Dibedah, Bawaslu Tapsel Soroti Strategi Kehumasan dan Publikasi

Redaksi
Redaksi
Kamis, 8 Oktober 2026 - 9.43 PM WIB
Buku Jejak Pengawasan Pilkada Dibedah, Bawaslu Tapsel Soroti Strategi Kehumasan dan Publikasi
Vernando M. Aruan, Kordiv HPPH Bawaslu Tapsel (kanan atas), saat mengikuti bedah buku Jejak Pengawasan Pilkada secara Zoom Meeting, Kamis (8/10/2026). Waspada.id/Ist.
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

TAPSEL (Waspada.id): Pengalaman pengawasan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 di Kabupaten Tapanuli Selatan tidak sekadar menjadi catatan internal. Pengalaman tersebut kini dituangkan dalam buku Jejak Pengawasan Pilkada yang dibedah Bawaslu Provinsi Sumatera Utara, Kamis (8/10).

Buku tentang jejak pengawasan Pilkada tersebut dibedah bersama Bawaslu Kabupaten/Kota se-Sumatera Utara melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini menjadi ruang refleksi sekaligus pembelajaran atas berbagai dinamika pengawasan Pilkada serentak 2024 di Sumatera Utara.

Masing-masing Bawaslu Kabupaten/Kota menyumbangkan pengalaman empiris pelaksanaan pengawasan Pilkada 2024 di daerah masing-masing dalam buku Jejak Pengawasan Pilkada tersebut.

Dalam buku itu, Bawaslu Tapsel berkontribusi dengan mengangkat tema “Kinerja Kehumasan Bawaslu melalui Publikasi dalam Meningkatkan Pengawasan Pilkada Tahun 2024 Kabupaten Tapanuli Selatan” yang disusun Vernando M. Aruan, Kordiv HPPH Bawaslu Tapsel, bersama Darman Syah Pulungan, dosen FISIPOL UMTS.

Catatan tersebut menempatkan fungsi kehumasan dan publikasi bukan sekadar aktivitas penyampaian informasi, tetapi bagian dari strategi memperkuat pengawasan dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam Pilkada.

Bedah buku Jejak Pengawasan Pilkada ini diawali opening speech oleh Lolly Suhenty, S.Sos.I., M.H., Koordinator Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat Bawaslu RI.

Suhadi Sukendar Situmorang, S.H., M.H., Koordinator Divisi Pencegahan dan Partisipasi Masyarakat Bawaslu Provinsi Sumatera Utara sekaligus penulis buku Jejak Pengawasan Pilkada, kemudian memaparkan sejumlah pengalaman dan catatan pengawasan yang terangkum dalam buku tersebut.

Pada sesi diskusi, Dr. Pangi Syarwi Chaniago, M.IP., pengamat politik Voxpol Center, serta Raja Ahab Damanik, S.H., M.Hum., Anggota KPU Provinsi Sumatera Utara, dihadirkan sebagai panelis.

Berbagai perspektif yang disampaikan dalam forum tersebut memperkaya pembahasan mengenai pengalaman pengawasan, penyelenggaraan pemilihan, serta dinamika demokrasi selama Pilkada 2024.

Bagi Bawaslu Tapsel, forum ini sekaligus menjadi momentum untuk memperluas wawasan jajaran pengawas melalui pembelajaran dari pengalaman empiris yang telah terdokumentasi.

Pengalaman lapangan dinilai penting untuk menjadi bahan evaluasi dan referensi dalam menghadapi tahapan pemilu dan pemilihan berikutnya. Dengan demikian, pengawasan tidak berhenti pada pelaksanaan tugas, tetapi juga menghasilkan pengetahuan yang dapat diwariskan dan dikembangkan.

Kegiatan berlangsung interaktif dan diikuti jajaran Bawaslu kabupaten/kota se-Sumatera Utara secara daring. Peserta juga memperoleh sertifikat secara gratis sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dalam kegiatan. (id46)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement