Breaking News
Memuat breaking news...

Diduga Sopir Mengantuk, Dua Pelajar Tewas Ditabrak Xpander di Trumon Tengah

Redaksi
Redaksi
Jumat, 9 Oktober 2026 - 8.09 PM WIB
Diduga Sopir Mengantuk, Dua Pelajar Tewas Ditabrak Xpander di Trumon Tengah
Lakalantas menewaskan 2 orang pelajar di Gampong Ie Jerneh, Kecamatan Trumon Tengah, Kabupaten Aceh Selatan, Jumat (9/10) sekitar pukul 12.15 WIB.(Waspada.id/Hendrik)
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

TAPAKTUAN (Waspada.id) : Kecelakaan maut merenggut nyawa dua pelajar berusia 13 tahun di Jalan Nasional Tapaktuan–Subulussalam, tepatnya di Gampong Ie Jerneh, Kecamatan Trumon Tengah, Kabupaten Aceh Selatan, Jumat (9/10) sekitar pukul 12.15 WIB.

Kedua korban, Mauliza (13) dan Rosi Kalita (13), merupakan warga Gampong Ie Jerneh. Keduanya meninggal dunia di lokasi kejadian setelah sepeda motor Honda Scoopy yang mereka tumpangi bertabrakan dengan mobil Mitsubishi Xpander.

Kapolres Aceh Selatan, AKBP T. Ricki Fadlianshah, S.I.K., M.H., melalui Kasatlantas AKP Aiyub, S.E., M.H., menjelaskan bahwa berdasarkan informasi awal, kecelakaan tersebut diduga terjadi akibat pengemudi mobil kehilangan konsentrasi karena mengantuk.

Mobil Mitsubishi Xpander bernomor polisi BK 1244 ABM yang dikemudikan Dusturil Maharaja (27), warga Desa Medang Ara, Kecamatan Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya, melaju dari arah Subulussalam menuju Tapaktuan.

Setibanya di lokasi kejadian, mobil tersebut diduga bergerak memasuki lajur kanan jalan hingga bertabrakan dengan sepeda motor Honda Scoopy bernomor polisi BL 5988 TAA yang datang dari arah berlawanan.

Sepeda motor itu dikendarai Mauliza dengan membonceng Rosi Kalita. Benturan keras menyebabkan keduanya terjatuh dan mengalami luka berat hingga meninggal dunia di tempat.

“Dugaan sementara, pengemudi mobil mengantuk sehingga kehilangan kendali dan masuk ke jalur berlawanan. Namun, penyebab pasti kecelakaan masih harus dipastikan melalui hasil olah tempat kejadian perkara,” ujar AKP Aiyub.

Mendapat laporan kecelakaan yang menewaskan dua pelajar tersebut, Kapolres Aceh Selatan AKBP T. Ricki Fadlianshah langsung memerintahkan personel Satlantas Polres Aceh Selatan menuju lokasi untuk melakukan penanganan dan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Instruksi tersebut mencakup pengamanan lokasi kecelakaan, pengumpulan barang bukti, pemeriksaan kendaraan yang terlibat, serta pendalaman kronologi kejadian guna memastikan penyebab kecelakaan.

“Bapak Kapolres telah menginstruksikan personel Satlantas untuk segera turun ke lokasi, melakukan olah TKP, mengamankan barang bukti, serta mendalami seluruh rangkaian kejadian agar penyebab kecelakaan dapat diketahui secara jelas,” kata AKP Aiyub.

Akibat kecelakaan tersebut, Mauliza mengalami luka pada bagian kepala dan patah kaki kanan. Sementara Rosi Kalita mengalami luka pada kepala serta patah pada kedua kakinya.

Selain merenggut dua nyawa, kecelakaan itu mengakibatkan kerusakan parah pada bagian depan mobil Mitsubishi Xpander dan sepeda motor Honda Scoopy. Kerugian material ditaksir mencapai Rp15 juta.

Pihak kepolisian masih perlu memastikan penyebab kecelakaan berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan.

Peristiwa tragis ini sekaligus menjadi pengingat bagi pengendara agar tidak memaksakan diri mengemudi dalam kondisi lelah atau mengantuk, terutama saat melintasi jalan nasional yang ramai dilalui kendaraan dari dua arah. (id85)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement