Diklat Bintalfisdis Resmi Ditutup, 500 Mahasiswa Penerima Beasiswa BPDP Diminta Tingkatkan Kompetensi dan Jiwa Integritas

BANDA ACEH (Waspada.id): 500 Mahasiswa penerima beasiswa Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dari enam Perguruan Tinggi di Aceh telah selesai menjalani Pendidikan dan Latihan Bela Negara Pembinaan Mental, Fisik, dan Disiplin (Bintalfisdis) Tahun 2026 di Rindam Iskandar Muda (Rindam IM), Mata Ie, Aceh Besar.
Kegiatan yang berlangsung sejak 28 September 2026 itu resmi ditutup melalui rangkaian Api Semangat Bela Negara yang dipimpin Direktur Politeknik Indonesia Venezuela (POLIVEN), Dr. Reza Salima, S.P., M.P, Kamis (1/10/2026) malam.
Enam perguruan tinggi yang mengikuti kegiatan tersebut yakni POLIVEN, Politeknik Aceh, Politeknik Kutaraja, Politeknik Negeri Lhokseumawe, Politeknik Aceh Selatan, dan Universitas Teuku Umar (UTU).
Dalam kegiatan tersebut, POLIVEN dipercaya BPDP sebagai Koordinator Wilayah Regional Aceh dan berperan mengoordinasikan perguruan tinggi peserta untuk mendukung kelancaran pelaksanaan Bintalfisdis.
Dalam arahannya, Reza Salima meminta mahasiswa membawa nilai-nilai yang diperoleh selama mengikuti pendidikan dan latihan ke lingkungan kampus dan kehidupan sehari-hari.
“Setelah kembali ke kampus, tingkatkan kemampuan akademik dan kompetensi teknis. Namun, jangan lupakan disiplin, jiwa integritas, kepemimpinan dan kekompakan yang telah dibangun selama mengikuti Bintalfisdis,” ujar Reza.
Ia juga mengingatkan mahasiswa agar meningkatkan keimanan dan ketakwaan, menjaga kehormatan sebagai pelajar, mengutamakan kepentingan bangsa dan negara serta tidak mudah terpengaruh hal-hal yang dapat mengganggu persatuan dan kesatuan.
Menurutnya, Bintalfisdis merupakan bagian penting dalam menyiapkan sumber daya manusia perkebunan kelapa sawit yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, disiplin, kepemimpinan dan semangat kebangsaan.
Sementara itu, Martapina Tecuar, mahasiswa asal Papua, mengaku mendapatkan pengalaman berharga selama mengikuti kegiatan tersebut.
“Bagi saya, kegiatan ini sangat berharga. Kami tidak hanya dilatih secara fisik dan mental, tetapi juga belajar disiplin, kebersamaan dan semangat bela negara,” katanya.
Ia mengatakan, pertemuan dengan mahasiswa dari berbagai daerah menjadi pengalaman yang tidak terlupakan.
“Walaupun berasal dari daerah berbeda, selama kegiatan kami belajar menjadi satu, saling membantu dan menghargai. Semangat dan kedisiplinan ini akan kami bawa pulang dan terapkan dalam kehidupan sehari-hari,” demikian Martapina.(id66)
















Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda