Breaking News
Memuat breaking news...

Dokter Mansoer Institute Berdiri Untuk Memperkuat Otonomi Daerah

Redaksi
Redaksi
Sabtu, 10 Oktober 2026 - 8.58 PM WIB
Dokter Mansoer Institute Berdiri Untuk Memperkuat Otonomi Daerah
Maulana Ginting, Direktur Eksekutif Tengku dr. Mansoer Institute dalam konferensi pers selepas acara di Masjid Raya Al Mashun, Medan, Selasa (6/10). Waspada.id/ist
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

MEDAN (Waspada.id): Dokter Mansoer Institute lembaga think tank pro keadilan daerah resmi diluncurkan di Medan, Selasa (6/10) kemarin. Lembaga akan fokus mendudukkan pentingnya kesetaraan dan keadilan dalam hubungan pemerintah pusat dan daerah di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Maulana Ginting, Direktur Eksekutif Tengku dr. Mansoer Institute dalam konferensi pers selepas acara di Masjid Raya Al Mashun, Medan, Selasa (6/10) kemarin.

Maulana menyatakan, Institute didirikan dalam nuansa kencangnya desakan desentralisasi dalam negara RI yang kian sentralistik baik secara ekonomi, hukum, budaya, sosial, dan politik. Dalam konferensi pers, ada dua poin penting yang disampaikan Institute.

Pertama, lembaga akan melakukan Judicial Review ke Mahkamah Konstitusi terhadap UU yang bertentangan dengan UUD 1945 tentang keadilan dan kemakmuran rakyat di daerah-daerah.

Kedua, meminta pemerintah dengan kewenangannya melakukan eksekutif review terhadap UU Pemerintah Daerah yang berkaitan dengan pasal-pasal yang mengatur tentang hak daerah yang hari ini dipangkas.

"Ini merupakan akumulasi dari kajian yang telah kami laksanakan. Dalam diskusi terakhir, Andi Mallarangeng selaku tim perumus UU Otonomi Daerah menyarankan agar Kepala Daerah maju ke MK terkait DBH (Dana Bagi Hasil) yang tidak adil. Tapi jika Bupati atau Gubernur enggan, bismillah biarlah kami saja yang maju menggugat pemerintah pusat," ungkap Maulana.

"Ini sesuai dengan gagasan perjuangan dokter Mansoer, tokoh yang kami angkat namanya menjadi lembaga ini. Bahwa dalam melakukan dekolonisasi negara harus menjamin keadilan ruang, spatial justice bagi daerah-daerah. Sesuai dengan cita-cita Presiden Prabowo menegakkan Pasal 33 UUD 1945," tutur jurnalis yang terlibat dalam film dokumenter 1946 tersebut.

Launching Tengku dr. Mansoer Institute, Selasa 6 Oktober kemarin dimulai dengan ziarah dan berdoa di makam almarhum. Hadir pula Sultan Deli Mahmud Aria Lamantjiji, Sultan Langkat Ariefanda Aziz, Sultan Asahan Iqbal Alvinanda, serta perwakilan keturunan Raja Simalangun Pdt Juandaha Raya Purba Dasuha.(wsp.id)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement