Breaking News
Memuat breaking news...

Indonesia Punya 3.833 Orang Super Kaya, Diproyeksi Melonjak 82% Jadi 6.966

Redaksi
Redaksi
Senin, 21 September 2026 - 6.56 AM WIB
Indonesia Punya 3.833 Orang Super Kaya, Diproyeksi Melonjak 82% Jadi 6.966
Foto ilustrasi
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA (Waspada.id): Jumlah orang super kaya di Indonesia terus bertambah. Populasi individu dengan kekayaan bersih minimal US$30 juta atau sekitar Rp534,36 miliar kini mencapai 3.833 orang dan diproyeksikan melonjak hingga 6.966 orang pada 2031.

Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan kelompok ultra-kaya yang cukup signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Indonesia bahkan diproyeksikan menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan populasi orang super kaya tercepat di dunia.

Gambaran tersebut tercantum dalam Wealth Report 2026 yang diterbitkan konsultan properti internasional Knight Frank. Laporan tersebut menggunakan kategori Ultra-High-Net-Worth Individuals (UHNWI), yakni individu dengan kekayaan bersih sedikitnya US$30 juta.

Mengutip laporan Wealth Sizing Model Knight Frank, Minggu (20/9/2026), jumlah UHNWI di Indonesia meningkat 36,6% sepanjang 2021–2026. Populasinya bertambah dari 2.805 orang pada 2021 menjadi 3.833 orang pada 2026.

Dengan jumlah tersebut, Indonesia berada di posisi kedelapan di Asia, di bawah sejumlah pusat kekayaan seperti China, India, Jepang, Singapura, Hong Kong, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi.

Bakal Bertambah 82% dalam Lima Tahun

Pertumbuhan populasi orang super kaya Indonesia diperkirakan belum berhenti. Knight Frank memproyeksikan jumlah UHNWI di Indonesia akan meningkat 82% dalam periode 2026–2031.

Jika proyeksi tersebut terealisasi, jumlahnya akan mencapai sekitar 6.966 orang pada 2031.

Pertumbuhan tersebut menjadi yang tertinggi dalam proyeksi Knight Frank untuk periode tersebut. Indonesia berada di atas Arab Saudi dan Polandia yang masing-masing diproyeksikan tumbuh 63%, serta Vietnam dan Australia yang masing-masing mencapai 59%.

Artinya, dalam lima tahun, jumlah orang Indonesia dengan kekayaan bersih minimal US$30 juta diproyeksikan bertambah lebih dari 3.100 orang.

Jumlah Miliarder Juga Bertambah

Pertumbuhan kekayaan tidak hanya terjadi pada kelompok UHNWI. Jumlah miliarder Indonesia juga diperkirakan mengalami peningkatan signifikan.

Pada 2026, Indonesia tercatat memiliki 33 miliarder. Knight Frank memproyeksikan jumlah tersebut meningkat menjadi 49 orang pada 2031, atau bertambah sekitar 48,5%.

Dengan angka tersebut, Indonesia menempati posisi ke-12 dunia dalam kategori jumlah miliarder.

Hilirisasi hingga Digitalisasi Jadi Pendorong

Pertumbuhan kelompok orang super kaya tersebut tidak terlepas dari perkembangan sejumlah sektor ekonomi nasional.

Hilirisasi komoditas dan pengolahan sumber daya alam dinilai menciptakan rantai nilai baru sekaligus membuka peluang bisnis bagi pelaku usaha domestik.

Di sisi lain, besarnya pasar dalam negeri dengan jumlah penduduk yang besar dan dominasi usia produktif turut menopang aktivitas ekonomi di berbagai sektor, mulai dari manufaktur, properti hingga jasa keuangan.

Perkembangan ekonomi digital serta masuknya investasi swasta, termasuk private equity, juga memperluas peluang bagi munculnya perusahaan dan pengusaha dengan skala kekayaan yang lebih besar.

Meski demikian, perkembangan tersebut tetap menghadapi sejumlah tantangan, termasuk fluktuasi harga energi, perubahan arah suku bunga dan penyesuaian regulasi perpajakan internasional.

Proyeksi Knight Frank tersebut menggambarkan semakin besarnya kelompok pemilik kekayaan ekstrem di Indonesia. Tantangannya bukan hanya bagaimana kekayaan tersebut terus bertambah, tetapi juga bagaimana modal yang terkumpul dapat mengalir ke aktivitas ekonomi produktif dan menciptakan nilai tambah yang lebih luas. (Lip6)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement