Breaking News
Memuat breaking news...

Influenza A Meningkat, Afif: Jangan Panik, Pemko Medan Harus Siapkan Kamar RS dan Obat

Redaksi
Redaksi
Minggu, 4 Oktober 2026 - 5.09 PM WIB
Influenza A Meningkat, Afif: Jangan Panik, Pemko Medan Harus Siapkan Kamar RS dan Obat
Anggota DPRD Kota Medan Afif Abdillah. Waspada.id/ist
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

MEDAN (Waspada.id): Anggota DPRD Kota Medan Afif Abdillah meminta Pemko Medan tidak membuat masyarakat panik menyikapi potensi peningkatan kasus influenza dan infeksi saluran pernapasan. Namun, diminta tetap meningkatkan kewaspadaan dengan memastikan kesiapan rumah sakit, ketersediaan obat serta memperkuat deteksi dini di puskesmas.

“Jangan membuat masyarakat panik. Ini bukan sesuatu yang harus kita panikkan secara luar biasa. Tetapi pemerintah harus siap, mulai dari kamar rumah sakit, obat-obatan, deteksi dini sampai sistem rujukan,” kata Afif, Minggu (4/10).

Menurutnya, Dinas Kesehatan harus melakukan monitoring secara intensif terhadap kondisi rumah sakit. Jika terjadi penumpukan pasien, harus segera dilakukan pengalihan ke rumah sakit lain yang masih memiliki kapasitas.

Pelaporan kondisi pasien secara cepat juga dinilai penting agar pemerintah mengetahui rumah sakit mana yang mengalami peningkatan pasien dan dapat mengambil langkah penanganan.

Afif yang duduk di Komisi II DPRD Kota Medan ini juga meminta puskesmas diperkuat sebagai garda terdepan dalam melakukan deteksi dini. Masyarakat yang datang dengan keluhan demam, batuk, sakit tenggorokan maupun gejala infeksi saluran pernapasan harus mendapat skrining.

“Puskesmas harus bisa mendeteksi sejak dini. Terutama kelompok rentan seperti lansia, anak-anak dan ibu hamil yang membutuhkan perhatian lebih,” ujarnya.

Selain pemeriksaan, puskesmas diminta aktif memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai gejala penyakit, langkah penanganan serta kapan harus mendapatkan pelayanan kesehatan lebih lanjut.

Ketua DPD Nasdem Kota Medan Afif menilai kesiapan obat di puskesmas juga tidak kalah penting. Jangan sampai masyarakat sudah diarahkan berobat, tetapi obat yang dibutuhkan tidak tersedia.

“Jangan sampai ketika masyarakat datang, kita tidak punya solusi. Jadi kita tidak perlu panik, tetapi harus mempersiapkan semuanya,” tegasnya.

Di sisi lain, pemerintah juga harus mengetahui tingkat keterisian ruang perawatan dan ICU di rumah sakit. Data tersebut dibutuhkan untuk menentukan pasien yang cukup menjalani rawat jalan maupun yang membutuhkan perawatan lebih lanjut.

“Harus diketahui berapa persen kamar yang terisi, berapa pasien yang bisa dirawat jalan dan berapa yang memang harus dirawat di rumah sakit,” katanya.

Afif juga mengingatkan Pemko Medan agar mengambil pelajaran dari pengalaman penanganan Covid-19. Jika terjadi peningkatan penularan penyakit pernapasan, pemerintah dapat memberikan imbauan penggunaan masker sesuai kondisi dan kebutuhan.

Menurutnya, komunikasi publik menjadi kunci agar masyarakat mendapatkan informasi yang benar dan tidak mudah panik.

“Yang penting sekarang edukasi masyarakat. Pemerintah harus menyampaikan informasi yang benar, sehingga masyarakat tahu bagaimana mencegah dan kapan harus mencari pertolongan medis,” pungkasnya.

Diketahui, penyebaran kasus Influenza A di Kota Medan meningkat sejak Januari hingga September 2026 tercatat sebanyak 15 kasus dan 3 kasus Influenza B. Peningkatan kasus tersebut menjadi perhatian karena virus Influenza A memiliki karakteristik mudah menular dari satu orang ke orang lain dan menyerang sistem pernapasan. (Wsp.id)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement