KAMMI Sumut Apresiasi Kinerja Kapolrestabes Medan

MEDAN (Waspada.id) – Pimpinan Wilayah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PW KAMMI) Sumatera Utara mengapresiasi kinerja Kapolrestabes Medan Kombes Pol. Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, S.I.K., M.H., bersama jajarannya dalam menjaga keamanan dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Ketua PW KAMMI Sumut, Irham Sadani Rambe, mengatakan sejumlah kebijakan dan terobosan yang dilakukan Polrestabes Medan menunjukkan upaya membangun kepolisian yang responsif, dekat dengan masyarakat dan mengedepankan pendekatan humanis.
“Kami mengapresiasi kinerja Kapolrestabes Medan bersama seluruh jajarannya. Ada sejumlah terobosan yang kami lihat memberikan dampak positif terhadap keamanan dan pelayanan masyarakat di Kota Medan,” ujar Irham, Kamis (1/10).
Salah satu program yang mendapat perhatian KAMMI adalah JCS (Jaga, Cegah, Sigap) yang dibentuk untuk merespons dan menangani kejahatan jalanan.
Dalam kurun 36 hari, Tim JCS bersama jajaran Polrestabes Medan dilaporkan mengungkap 123 kasus kejahatan jalanan dengan 145 tersangka. Polisi juga membongkar sejumlah gudang penampungan kendaraan yang diduga berkaitan dengan pencurian kendaraan bermotor.
Menurut Irham, langkah tersebut menunjukkan adanya respons cepat kepolisian terhadap persoalan keamanan yang dihadapi masyarakat.
“Kecepatan polisi dalam mencegah dan menangani kejahatan menjadi bagian penting dalam menciptakan rasa aman di tengah masyarakat,” katanya.
Selain penanganan kejahatan jalanan, KAMMI Sumut menyoroti program “Berkantor di Polsek” yang menjadi bagian dari kebijakan Commander Wish Kapolrestabes Medan.
Melalui program tersebut, pimpinan Polrestabes Medan turun langsung ke tingkat Polsek untuk melihat kondisi personel, mengevaluasi pelaksanaan tugas, memperkuat soliditas internal serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Kami menilai program Berkantor di Polsek merupakan pendekatan yang baik. Pimpinan turun langsung melihat kondisi di lapangan, mendengar persoalan anggota dan memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan,” ujarnya.
Dinilai Kedepankan Pendekatan Humanis
Irham juga menilai kepemimpinan Jean Calvijn Simanjuntak mendorong pendekatan yang lebih humanis dalam hubungan antara kepolisian dan masyarakat.
Menurutnya, pendekatan humanis bukan berarti mengurangi ketegasan dalam penegakan hukum. Polisi tetap harus tegas terhadap pelaku kejahatan, namun di sisi lain mampu berkomunikasi dan menghargai masyarakat.
“Kepolisian tetap harus tegas terhadap kejahatan, tetapi pada saat yang sama mampu berkomunikasi, mendengar aspirasi dan menghargai masyarakat,” katanya.
Pendekatan tersebut, lanjut Irham, juga terlihat dalam pengamanan kegiatan penyampaian aspirasi mahasiswa. Dalam salah satu aksi mahasiswa di depan DPRD Kota Medan pada Juni 2026, Kapolrestabes Medan turun langsung membantu menjembatani komunikasi antara massa aksi dengan pihak DPRD setelah sempat terjadi ketegangan.
“Mahasiswa memiliki hak menyampaikan pendapat, sementara kepolisian memiliki tanggung jawab menjaga keamanan. Ketika keduanya dipertemukan melalui komunikasi yang baik, situasi dapat tetap kondusif tanpa menghilangkan substansi aspirasi,” ujarnya.
Pemberantasan Narkoba dan Kejahatan
PW KAMMI Sumut juga mengapresiasi langkah Polrestabes Medan dalam pemberantasan narkoba, perjudian dan berbagai bentuk kejahatan yang meresahkan masyarakat.
Irham mengatakan persoalan keamanan membutuhkan penanganan menyeluruh, mulai dari pencegahan, patroli, penindakan hingga membangun kesadaran masyarakat.
“Pemberantasan narkoba, perjudian dan kejahatan jalanan harus dilakukan secara konsisten. Kami berharap langkah yang sudah dilakukan dapat terus dilanjutkan dan diperkuat, terutama di wilayah yang selama ini menjadi titik rawan,” ungkapnya.
Meski memberikan apresiasi, Irham menegaskan KAMMI tetap menjalankan fungsi kontrol sebagai bagian dari masyarakat sipil.
Menurutnya, apresiasi dan kritik merupakan bagian dari hubungan masyarakat dengan institusi kepolisian.
“Ketika ada kinerja yang baik tentu patut diapresiasi. Ketika ada kekurangan, masyarakat sipil juga harus tetap memberikan kritik secara konstruktif,” jelasnya.
Ia berharap Polrestabes Medan terus memperkuat hubungan dengan mahasiswa, pemuda, tokoh agama, tokoh masyarakat dan elemen masyarakat sipil lainnya.
“Kami berharap Polrestabes Medan mempertahankan pendekatan humanis, meningkatkan transparansi pelayanan, mempercepat respons terhadap laporan masyarakat dan tetap tegas terhadap pelaku kejahatan. Keamanan Kota Medan adalah kepentingan bersama,” pungkas Irham. (id142)
















Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda