Alween Ong Tebing Tinggi Sebagai Kota Pendidikan Anak Usia Dini

  • Bagikan
Alween Ong Tebing Tinggi Sebagai Kota Pendidikan Anak Usia Dini

MEDAN (Waspada): Sebagai langkah nyata untuk mendukung pembangunan dan meningkatkan daya tarik kota tempat ia mengenyam pendidikan, Alween Ong caleg DPR RI Sumut 1 dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dengan nomor urut 6, menggelar dialog bersama abang becak Tebing Tinggi.

Dalam dialog yang penuh semangat, Alween Ong menyampaikan ide besar mengenai potensi branding kota Tebing Tinggi sebagai destinasi pendidikan anak usia dini dan pusat kuliner.

Dialog Hangat dengan Abang Becak
Abang becak Tebing Tinggi, yang telah lama menjadi bagian integral dari kehidupan masyarakat, menjadi mitra penting dalam dialog ini.

Alween Ong duduk bersama para abang becak untuk mendengarkan aspirasi mereka dan berdiskusi mengenai gagasan-gagasan brilian yang dapat membawa perubahan positif bagi kota Tebing Tinggi.

Dalam dialog tersebut, Alween Ong menyoroti potensi besar kota Tebing Tinggi yang sering diidentikkan dengan lemang, makanan khas daerah tersebut. Namun, dia ingin lebih dari itu. Alween mengusulkan ide untuk mengubah branding kota Tebing Tinggi menjadi lebih luas, yakni sebagai “Kota Pendidikan Anak Usia Dini.”

“Kota kita tidak hanya memiliki kekayaan kuliner lezat, tapi juga memiliki potensi besar sebagai destinasi pendidikan anak usia dini. Saya yakin branding yang tepat dapat meningkatkan daya tarik kota kita dan membuka peluang baru untuk pengembangan ekonomi dan pariwisata,” tutur Alween Ong baru-baru ini saat dijumpai di Medan.

Dia melihat adanya potensi untuk mendirikan pusat pendidikan anak usia dini, menggandeng lembaga-lembaga pendidikan, serta menciptakan program-program yang mendukung tumbuh kembang anak-anak di Tebing Tinggi.

Pendidikan dan Wisata: Harmoni untuk Tebing Tinggi

Menyadari pentingnya sektor pendidikan, Alween Ong mengusulkan integrasi pendidikan dan pariwisata sebagai strategi unggulan Tebing Tinggi. Dia membayangkan kota ini menjadi destinasi wisata edukasi yang menarik, di mana wisatawan dapat merasakan harmoni antara kekayaan budaya, kuliner, dan pendidikan.

Meletakkan Branding yang tepat juga menjadi solusi dengan kekhawatiran masyarakat akan hadirnya jalan tol terintegrasi yang membuat tebing tinggi tak lagi menjadi kota persinggahan seperti sebelumnya, Branding ini dapat menjadikan Tebing Tinggi sebagai tempat yang menarik untuk dikunjungi tidak hanya oleh masyarakat lokal, tapi juga wisatawan dari luar kota. Kita punya potensi besar untuk menjadi pusat pendidikan yang menarik dan beragam,” ungkap Alween Ong.

Inspirasi dari Pengalaman Pribadi

Alween Ong, sebagai putri Tebing Tinggi, merasa memiliki tanggung jawab untuk memberikan kontribusi positif pada perkembangan kota kelahirannya. Dia merupakan alumni SD RA Kartini dan SMA F Tandean, institusi pendidikan yang memberikan dasar yang kuat untuk visinya dalam membawa Tebing Tinggi menuju masa depan yang lebih cerah.

“Pendidikan adalah kunci utama untuk menciptakan perubahan positif. Saya percaya bahwa jika kita mampu memberikan pendidikan yang baik sejak dini, kita sedang membangun fondasi yang kuat untuk generasi yang lebih baik di Tebing Tinggi,” katanya dengan penuh keyakinan.

Becak Sebagai Armada Wisata: Mimpi Alween untuk Tebing Tinggi

Alween Ong, yang juga seorang wirausaha muda dengan berbagai penghargaan, tidak hanya tertarik pada sektor pendidikan. Dia melihat potensi besar dalam menjadikan becak sebagai armada wisata, mirip dengan destinasi wisata seperti di Penang dan Malaka. Ide ini bukan hanya untuk meningkatkan sektor pariwisata, tetapi juga untuk memberikan peluang ekonomi baru bagi para abang becak.

“Becak bukan hanya kendaraan, tapi juga simbol khas kota kita. Saya ingin melihat becak sebagai armada wisata yang mengajak wisatawan menjelajahi keindahan kota Tebing Tinggi, sambil menikmati kelezatan kuliner lokal yang khas,” paparnya.

Komitmen Terhadap UMKM dan Peningkatan Potensi Daerah

Alween Ong, melalui berbagai program unggulannya, juga menunjukkan komitmennya terhadap Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta peningkatan potensi daerah. Dia memiliki visi untuk menciptakan pusat pelatihan dan pengembangan UMKM di Tebing Tinggi, memberikan dukungan bagi para pengusaha muda dan pelaku UMKM untuk tumbuh dan berkembang.

“Saya yakin UMKM adalah tulang punggung ekonomi kita. Dengan memberikan dukungan yang tepat, kita dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan menciptakan lapangan pekerjaan,” ungkap Alween Ong.

Respons Positif dan Harapan Masa Depan
Masyarakat Tebing Tinggi memberikan respon positif terhadap gagasan-gagasan brilian Alween Ong. Mereka berharap agar visi dan komitmen yang disampaikan dapat diwujudkan dengan tindakan nyata. Para abang becak menyambut baik ide menjadikan becak sebagai armada wisata, melihat peluang baru dalam menghidupkan sektor pariwisata kota mereka.

Alween Ong, dengan semangatnya yang menggelora dan tekad kuat, melihat masa depan yang cerah untuk Tebing Tinggi. Dia bertekad untuk terus berjuang dalam menciptakan perubahan positif, mengajak semua pihak untuk bersama-sama membangun kota yang berdaya saing, inovatif, dan penuh potensi.(cbud)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *