Dr Ansari Yamamah Khatib Salat Idul Fitri Di Masjid Raya Al-Mashun Medan

  • Bagikan

MEDAN (Waspada): Dr H Ansari Yamamah, MA akan menjadi khatib salat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1443 H di Masjid Raya Al-Mashun Medan.


Pelaksanaan salat Idul Fitri nantinya juga dihadiri Sultan Deli Tuanku Mahmud Arya Lamajiji Perkasa Alamsyah dan kerabat Kesultanan Deli lainnya.

Dr Ansari Yamamah dalam khutbahnya nanti mengangkat tema, “Memperkuat Eksistensi Umat Islam dalam Membangun Peradaban.”

“Puasa ini pada hakikatnya mengembalikan kita pada fitrah sejati, fitrah manusia sebagai daya dorong untuk bertahan dan berkembang, sehingga tujuan puasa itu menjadikan manusia bertakwa dalam konteks beribadah dan bermuamalah, dan mampu mengesksplorasi potensi diri bagi pengembangan sains dan teknologi dan dalam Alquran termaktub isinya terkandung makna inovasi kekinian berbasiskan ilmu pengetahuan,” ucap Dr Ansari Yamamah, Sabtu (30/4) di Kampus UIN Sumut Jalan Sutomo Medan.

Menurut Dr Ansari tema ini, diharapkan dapat membangkitkan kesadaran kolektif bagi diri umat Islam, untuk terus melakukan inovasi sains dan teknologi, sehingga tidak berkutat pada hal-hal bersifat dogmatis yang itu cenderung hanya melahirkan perpecahan di kalangan umat Islam, terjebak pada retorika klasik yang pada hakikatnya persoalan itu sudah selesai.

“Momentum Ramadhan harus melahirkan sebuah rekayasa sosial yang berbasiskan kemampuan ilmu dan pengetahuan, sehingga umat Islam di abad modernisasi ini mampu menampilkan wajah Islam yang paripurna. Paripurna dalam konteks ibadahnya semakin mantap dan muamalahnya atau bidang sosial terdepan dalam penguasaan ilmu dan teknologi, inilah hakikat dari spirit Ramdan menuju ketaqwaan spirituitas yang semakin baik juga di barengi spirit keilmuan yang semakin kuat,” ujar peneliti sosiologi Islam bergelar Datuk Pandya Wangsa ini.

Imam Islam Transitif ini menambahkan,  bahwa perayaan Idul Fitri sejatinya adalah kemenangan umat Islam bahwa pendidikan mental spiritual selama Ramadan membentuk karakter umat Islam bukan saja kesalehan ibadah namun juga memunculkan kesalehan sosial yaitu saling berbagi, saling berempati dan saling menguatkan satu dan lainnya.

“Mari kita jadikan Syawal ini sebagai momentum untuk memperbaiki hal-hal yang selama ini kita lupa, bahwa Islam mendorong umatnya untuk mampu menciptakan hal baru dan keluar dari berbagai konflik ritual yang sebenarnya itu sudah selesai, maka kembali kita mantapkan mempelajari ilmu pengetahuan sebagai role of change bagi peradaban ummat Islam untuk masa depan,” harapnya.  (m19)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *