Pijat Bayi Dapat Cegah Stunting Pada Bayi

  • Bagikan
Plt Bupati Palas, drg. H. Ahmad Zarnawi Pasaribu, CHt, MM, MSi buka secara resmi MTQ ke-14 tingkat Kabupaten Padanglawas.(Waspada/Ist)
Plt Bupati Palas, drg. H. Ahmad Zarnawi Pasaribu, CHt, MM, MSi buka secara resmi MTQ ke-14 tingkat Kabupaten Padanglawas.(Waspada/Ist)

MEDAN (Waspada): Zaman sekarang, pijat bayi bukan hal yang dipertimbangkan lagi. Pijat bayi sudah menjadi suatu yang dibutuhkan bayi mulai dari 0 bulan. Jika zaman dulu pijat dilakukan oleh dukun bayi,  sekarang bisa dilakukan oleh tenaga kesehatan.

Menurut penelitian, pijat bayi pada dukun menyisakan trauma pada anak, sehingga anak tidak merasakan manfaat dari pijat itu sendiri. Padahal sebenarnya dengan pijat bayi banyak manfaat yang bisa dirasakan.

“Dengan pijat bayi tidak hanya untuk anak, tetapi juga untuk orang tua,” ujar Bidan Novita Andia dalam live instragram bersama Doodle Exclusive Baby Care yang disiarkan di waspada.id, Rabu (1/11/2023).

Owner Vidia Mom and Baby Spa and daycare ini mengatakan, sangat dianjurkan sebaiknya memijat dilakukan ibunya sendiri, karena manfaatnya banyak sekali. Saat ini banyak pelatihan pijat bayi untuk ibu, supaya bisa memijat sendiri bayi di rumah. Pijat bayi esensinya memberikan sentuhan cinta kepada anak, meningkatkan bounding. Jadi sebaiknya dilakukan orangtua sendiri.

“Pijat bayi merupakan kebutuhan bayi untuk itu. Dengan pijat bayi yang dilakukan oleh orangtua karena banyak manfaat yang diberikan untuk bayi. Hal ini dibuktikan dengan ilmiah-ilmiah yang ada. Apalagi saat memijat bayi menggunakan Doodle Exclusive Telon yang dimiliki doodle. Produk ini memiliki kandungan yang sangat baik untuk tubuh bayi,” terang Bidan Novita.

Bidan yang juga terapis pijat bayi ini menerangkan, banyak pengaruh positif yang diberikan pijat bayi terhadap perkembangan bayi. Terutama dalam hal pencegahan stunting. Akan tetapi memang faktor stunting tidak hanya dari anak sendiri, tetapi dipengaruhi oleh banyak faktor seperti lingkungan, pola hidup bersih dan sehat. Memudian yang terbaru adanya faktor akibat penyakit kronik yang sering diderita anak, seperti batuk pilek atau diare.

“Penyakit kronik ini yang mempengaruhi tumbuh dan kembang anak. Diusahakan ketika anak berusia 0 hingga 5 tahun minim mengalami penyakit kronik ini. Supaya tidak mempengaruhi tumbung kembang anak. Pencegahan stunting sedang digalakkan, saat ini sudah ada program dari pemerintah dengan memberikan imunisasi PCV atau rotavirus secara gratis. Untuk itu, cegah penyebab faktor stunting akibat penyakit-penyakit yang sering diderita anak,” ungkapnya.

Dikatakannya lagi, banyak manfaat yang diberikan dengan seringnya melakukan pijat pada bayi. Pijat bayi jika dilakukan secara rutin akan merilekskan tubuh anak. Ketika anak rileks hormon serotonin atau hormon yang menenangkan akan turun membuat pola tidur menjadi baik, nafsu makan menjadi bagus juga. Sehingga sangat membantu bayi juga sebagai salah satu terapi holistic atau terapi tanpa obat. Untuk itu, banyak ibu terapi ini menjadi rujukan terapi holistic salah satunya dengan pijat bayi.

“Manfaat dari terapi ini membuat tubuh menjadi rileks, tidur anak menjadi teratur anak usia 0 hingga 5 tahun atau masa golden period butuh sekali waktu tidur yang teratur. Anak di bawah usianya 5 tahun waktu tidur malam idealnya tidak boleh lebih dari jam 9 malam. Ketika anak tidur teratur antara jam 8 – 9 malam saat jam 11 hingga jam 12.30 terjadi tidur yang deep sleep. Yakni adanya penyatuan saraf-saraf yang ada di otak. Sehinggga anak memiliki kecerdasan yang bagus, tumbuh kembangnya baik. Jika memiliki balita diusahakan tidur maksimal jam 9 malam. Salah satu caranya melakukan pijat bayi secara teratur supaya tidurnya teratur,” paparnya.

Wanita yang juga seorang Konselor Laktasi ini menuturkan jika antara sering melakukan pijat pada bayi sangat berhubungan dengan mencegah stunting. Karena  dengan pijat bayi akan membuat kualitas tidur bagus, otomatis nafsu makan baik, anak tersebut juga mendapatkan kasih sayang, harapannya dengan semua terpenuhi membuat anak-anak terbebas dari stunting.

Disisi lain, selain bisa membantu mencegah stunting, pijat bayi juga mampu menstimulasi pencernaan. Sehingga mampu meningkatkan nafsu makan yang disebut pijat tuina. Pijat terapi ini difokuskan di titik tertentu untuk menstimulasi saraf-saraf agar terapinya maksimal. Pijat Tuina pijat yang fungsinya untuk menumbuhkan rasa lapar atau nafsu makan.

“Saat dilakukan Pijat Tuina, bayi akan dipijat di titik-titik tertentu untuk menstimulasi saraf-saraf supaya terapinya menjadi maksimal. Berbicara faktor makan sangat banyak sekali. Di antaranya faktor makan, lingkungan, menu juga perlu diperhatikan, rasa masakan juga perlu diperhatikan. Ketika masalah yang ada sudah dibenahi hal selanjutnya adalah melakukan pijat tuina. Terapi holistik fokusnya ke psikologi dulu, relaks dulu, saraf-saraf motorik terangsang. Sebaiknya pijat bayi rutin dilakukan untuk mendapatkan manfaatnya yang sesungguhnya. Karena terapi holistic tidak bisa dirasakan satu kali terapi saja. Hal ini dilakukan supaya bayi merasakan manfaat dari terapi ini,” kata Novita yang berdomisili di Salatiga ini.

Tenaga Kesehatan tersebut menjelaskan, jika saat ini banyak hal yang bisa dilakukan untuk mengajarkan ibu melakukan pijat bayi secara mandiri dirumah. Memang idealnya terapis yang terbaik untuk anak adalah ibunya sendiri.

“Yang penting saat memijat anak memberikan sentuhan dengan lembut dengan kasih sayang tidak memaksa atau tidak melakukannya dengan kasar. Pijat ILU bisa dilakukan setiap kali setelah mandi oleh ibu. Sedangkan pijat yang dilakukan terapis khusus dilakukan setiap 2 minggu sekali minimal atau maksimal 1 bulan sekali bisa dilakukan oleh yang lebih berpengalaman,” ungkapnya.

Hal yang perlu diperhatikan saat memijat bayi yakni, Slsaat memijat bayi tidak diperbolehkan memaksa bayi. Tidak boleh memijat bayi didalam ruangan yang dingin, jangan diluar ruangan atau didekat jendela akan membuat bayi kedinginan. Tidak boleh menggunakan perhiasaan saat memijat bayi dikhawatirkan dapat melukai anak. Karena kulit bayi berbeda-beda ada yang sensitif akan membuat iritasi.

Memijat bayi dalam waktu yang tepat, tidak disarankan bayi dalam kondisi lapar atau ngantuk, justru membuat anak rewel. Hindari dijam-jam makan atau dijam ngantuk. Gunakan minyak telon yang aman bayi saat memijat, Pakailah minyak yang berbahan dasar tumbuhan, atau yang tidak menimbulkan panas sehingga membuat bayi nyaman.

“Minum Suplemen Kalsium, apakah bisa mencegah stunting? Biasanya anak yang didiagnosa stunting akan mendapatkan obat zinc, zat besi atau Fe, dan Kalsium. Ketiga obat tersebut yang fokusnya memperbaiki sistem pencernaan dan sistem penyerapan nutrisi. Saat 3 bulan tidak naik disebut dengan istilahnya gagal tumbuh. Obat tersebut harus diberikan untuk membantu anak memaksimalkan penyerapan nutrisi. Berjemur sangat baik memberikan asupan cadangan vitamin D, berjemur sendiri dilakukan 15 sampai 30 menit pada usia berapapun, jam 7 sampai jam 8 maksimal,” ungkapnya.

Bidan Novita juga mengungkapkan jika bayi diperbolehkan mandi minimal 30 menit setelah pijat paling cepat 15 menit, karena saat bayi dipijat disentuh yang akan membuka pori-pori jika langsung dimandikan akan menyebabkan masuk angin. Lebih baik ditunggu 30 menit setelahnya.

Ia juga berpesan untuk mencegah stunting masa makan anak yang panjang. Dari umur 2 sampai 5 tahun. Kuncinya usahakan membuat suasana makan yang nyaman, berikan menu yang variatif, perbaiki sistem kekebalan tubuhnya. “Semakin jarang anak sakit akan membuat semakin bagus penyerapan tubuh anak. Saat membuat mpasi usahakan membuat sendiri, sedikit repot tidak mengapa, memberikan yang terbaik untuk anak,” tuturnya. (h01)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *