Ghibah Hilangkan Pahala Puasa

- Aceh
  • Bagikan
Ghibah Hilangkan Pahala Puasa
Abah Junaidi, Imam Chiek Masjid Agung Almunawwarah Kota Jantho memberikan tausiyah dalam halaqah rutin, di Balee Beut Meuligoe Bupati Aceh Besar di Kota Jantho, Kamis (22/2) malam. (Waspada/Ist)

KOTA JANTHO (Waspada): Banyak hal yang menghilangkan pahala puasa, sehingga ummat Islam yang berpuasa hanya dapat merasakan haus dan lapar. Sementara pahala puasa tidak didapat sama sekali, sehingga ibadah puasa yang dilakukan menjadi sia sia.

Demikian disampaikan pengasuh pesantren di Gampong Lamkabue Kecamatan Seulimuem, Aceh Besar, Abah Junaidi saat memberikan tausiyah dalam halaqah rutin, di Balee Beut Meuligoe Bupati Aceh Besar di Kota Jantho, Kamis (22/2) malam.

“Mari kita semaksimal mungkin untuk menghindari puasa Ramadhan yang sia sia, saat Allah memberikan kesempatan tanpa batas untuk meraih pahala puasa Ramadhan,” kata Abah Junaidi yang juga Imam Chiek Masjid Agung Almunawwarah Kota Jantho.

Materi seputar puasa Ramadhan adalah yang kedua kali secara berturut-turut dibahas oleh Abah Junaidi, setelah halaqah malam Jumat pekan lalu. Abah secara umum menjelaskan perihal puasa Ramadhan, dalam bentuk tanya jawab dengan jamaah. Walhasil jamaah yang terdiri atas warga seputar Kota Jantho itu, merasa puas terhadap jawaban yang mereka tanyakan.

Turut hadir dalam halaqah Malam Jumat itu, Penjabat (Pj) Bupati Aceh Besar Muhammad Iswanto, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Besar Bahrul Jamil.

Abah Junaidi juga mengingatkan jamaahnya untuk menghindari ghibah, mengupat dan mencaci maki selama melaksanakan kewajiban puasa. Karena hal itu menghabiskan atau mnghilangkan pahala puasa, hingga ummat hanya dapat menahan makan minum dan gagal mendapatkan fadhilah Ramadhan.

Dalam kesempatan tanya jawab dengan jamaah pengajian itu, Abah Junaidi sempat juga mengingatkan jamaah tentang perintah shalat yang lebih utama dari puasa Ramadhan.

Ghibah Hilangkan Pahala Puasa
Pj Bupati Aceh Besar Muhammad Iswanto dan warga Kota Jantho mengikuti tausiyah dalam halaqah rutin disampaikan Abah Junaidi, Imam Chiek Masjid Agung Almunawwarah Kota Jantho, di Balee Beut Meuligoe Bupati Aceh Besar di Kota Jantho, Kamis (22/2) malam. (Waspada/Ist)

Ketika menyinggung tentang batas awal berpuasa termasuk jika ragu tentang sudah masuknya waktu berpuasa, karena hanya bergantung pada kondisi terbit fajar kala matahari. Bisa bisa hukumnya menjadi makruh.

Sementara yang disunahkan dalam berpuasa mengakhiri sahur di ujung waktu imsak dan mengawali berbuka di awal waktu berbuka. “Jika kita makan sahur di waktu awal, misalnya pukul 03.00 WIB atau bahkan menjelang tidur malam, jelas itu tidak mendapat sunnah dalam waktu makan sahur,” kata Abah Junaidi.

Diingatkan juga, jika pahala sunat dalam memulai berpusa dan berbuka itu juga ada ketentuan secara islami, yaitu mengawali dengan doa, tidak tergopoh gopoh apalagi main sambar di meja makan. “Jadi ata tatakrama yang telah diatur dalam agama, hingga nikmat puasa benar benar dirasakan oleh umat Islam,” tandas Abah.

Pada sisi lain, dalam halaqah yang ditutup dengan doa itu, Abah Junaidi mengatakan, tindakan sunnah lainnya saat puasa Ramadhan itu adalah bersedekah, pelihara mulut, tahlil quran, beri makan untuk orang lapar.

“Intinya, sedekah harus diperbanyak saat Bulan Ramadhan, perbanyak tilawah atau beut Quran terutama bakda subuh. Termasuk mengaji tadarus secara bersama sebagai upaya memperkuat syiar Islam kala Ramadhan,” pungkas Abah Junaidi.

Halaqah rutin Kamis malam di Meuligoe itu akan diakhiri dengan pengajian dalam bentuk zikir dan samadiyah pada Kamis (29/2) mendatang. Setelah itu pengajian rutin di Balee Beut Meuligoe Bupati Aceh Besar tersebut akan diistirahatkan selama bulan Ramadhan.

“Bulan syawal bakda Hari Raya Idul Fitri, pengajian kembali berlangsung seperti semula,” kata Bahrul Jamil, salah seorang penanggungjawab pengajian.(b05)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *