Hasil Pileg Di Abdya Pengaruhi Warna Peta Pilkada Mendatang

- Aceh
  • Bagikan
Kepala Perwakilan YARA Abdya dan Aceh Selatan, Suhaimi N SH. Minggu (18/2).Waspada/Syafrizal
Kepala Perwakilan YARA Abdya dan Aceh Selatan, Suhaimi N SH. Minggu (18/2).Waspada/Syafrizal

BLANGPIDIE (Waspada): Berdasarkan hasil sementara Pemilu Legislatif (Pileg) 14 Februari lalu, di Aceh Barat Daya (Abdya) khususnya, diprediksi menentukan arah peta politik Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 mendatang.

Dari hasil perolehan suara sementara pada pleno di sembilan Kecamatan yang tengah berlangsung hingga saat ini, mulai dibincangkan sejumlah nama calon bupati, yang akan melenggang ke kursi Abdya 1 nantinya. Sebelum Pileg dilaksanakan lalu, sejumlah nama calon bupati juga sudah mulai hangat dibicarakan di ‘Nanggroe Breuh Sigupai’.

Diantaranya, terdapat nama Safaruddin SSos MIP, yang merupakan Wakil Ketua DPRA dari Partai Gerindra, yang disebut-sebut kembali memperoleh suara untuk duduk kembali di kursi DPRA, hasil sementara Pileg 14 Februari lalu. Dimana, Safaruddin berlaga untuk kursi DPRA dari Daerah pemilihan (Dapil) 9 Aceh, meliputi Kabupaten Abdya, Kabupaten Aceh Selatan, Kota Subulussalam dan Kabupaten Aceh Singkil.

Selanjutnya, ada nama calon bupati mendatang yakni Ir Jufri Hasanuddin MM. yang bersangkutan merupakan mantan Bupati Abdya Periode 2012-2017 lalu, yang naik memimpin Abdya diusung Partai Aceh (PA). Jufri Hasanuddin juga merupakan politisi PA. Dimana, saat mencalonkan diri pada Pilkada Abdya 2012 lalu, yang bersangkutan merupakan anggota DPRA aktif, dari PA.

Kemudian ada Maidisal Diwa, putra asli Abdya yang berusaha dan mencari nafkah di ibukota Jakarta ini, dikenal sebagai seorang pengusaha sukses, yang diisukan kembali akan berlaga pada Pilkada mendatang. Sebelumnya, Maidisal Diwa pada Pilkada 2017 lalu, juga ikut berlaga berpasangan dengan Ruslan, melalui jalur Independen (perseorangan).

Calon Bupati yang diperbincangkan selanjutnya ada sosok Ustadz Mukhlis Muchdi MS SH. Akademisi yang mengundurkan diri dari PNS saat berlaga pada Pilkada 2017 lalu, berpasangan dengan Syamsinar tersebut, digadang-gadangkan dapat melenggang bebas pada Pilkada 2024 ini. Dimana, saat ini Mukhlis Muchdi dipastikan menduduki kursi DPRK Abdya Periode 2024-2029. Dimana, yang bersangkutan ikut sebagai peserta Pemilu dengan mengendarai Partai Golkar dari Dapil 3 Abdya, meliputi Kecamatan Babah Rot dan Kecamatan Kuala Batee.

Seterusnya ada H Said Syamsul Bahri, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanah Nasional (PAN) Abdya ini, yang juga pengusaha paling sukses di Abdya tersebut, diisukan kembali mencalonkan diri sebagai Bupati Abdya Periode 2024-2029. Sebelumya, Said Syamsul Bahri gagal berlaga pada Pilkada 2017 lalu, dikarenakan adanya kekeliruan dari partai pengusung. Pada Pilkada 2017 lalu, Said Syamsul Bahri diusung 3 kursi DPRK dari Partai PAN, ditambah satu kursi dari PKPI, yang berujung pada pembatalan (dukungan PKPI diduga bermasalah).

Selanjutnya ada Salman Alfarisi ST, yang saat ini aktif sebagai Sekdakab Abdya juga diinformasikan akan berlaga pada Pilkada mendatang. Namun belum diketahui dengan pasti langkah yang akan diambil Salman. Baik itu kepastian mencalonkan diri, maupun partai pengusung yang akan dikendarainya.

Demikian juga Romy Saputra. Ketua DPD Partai Demokrat yang lolos ke kursi DPRA Periode 2024-2029 dari Dapil 9 Aceh ini juga dikhabarkan akan mencalonkan diri menuju Abdya 1 pada Pilkada 2024. Sebelumnya, Romi Saputra pernah duduk di unsur pimpinan DPRK Periode 2014-2019 lalu.

Terakhir, ada nama dr Taufiq AW SpOG. Specialis kandungan yang memiliki nama harum dan dikenal di seluruh pelosok Abdya ini, juga akan mencalonkan diri sebagai Bupati Abdya Periode 2024-2029. Namun, seperti halnya Sekda Salman, Taufik juga belum diketahui kenderaan pengusungnya.

Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Perwakilan Abdya dan Aceh Selatan, Suhaimi N SH, Minggu (18/2) mengatakan, selain nama-nama yang diuraikan diatas, terdapat nama lain yang akan menghiasi bursa bakal calon (balon) Bupati Abdya Periode 2024-2029. Dimana katanya, imbas dari hasil Pileg ini, dipastikan akan merubah warna dan peta Pilkada Abdya mendatang.

Dicontohkan, Ketua DPD Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdya, Zulkarnaini SE, yang partainya meraih tiga kursi di DPRK Abdya Periode 2024-2029, hasil Pileg tahun 2024 ini, tidak menutup kemungkinan bakal dicalonkan sebagai calon bupati mendatang oleh partainya.

Semy, demikian lelaki ini biasa disapa menyebutkan, ada juga yang selama ini di gadang-gadang maju sebagai calon bupati Abdya, bakal meredup dengan hasil Pileg. Seperti halnya Herry Sunandar (Herry Center) dari PA, yang berlaga ke kursi DPRA dari Dapil 9 Aceh. Namun yang bersangkutan gagal meraih suara toleransi. “Makanya hasil Pileg ini sangat menentukan calon bupati dalam pilkada mendatang,” sebutnya.

Semy menambahkan, yang menarik lagi adalah saat partai menentukan calon wakil bupati. Hal ini sangat berpengaruh pada hasil Pileg, termasuk partai yang berhasil meraih tiga kursi.

Di Abdya sendiri katanya, Partai yang sudah melenggang dengan mudah menentukan calon bupati adalah Partai Gerindra, dengan perolehan 4 kursi di DPRK Abdya, dipastikan langsung bisa mencalonkan tanpa harus berkoalisi dengan partai lain. “Bukannya kita mau mendahului pleno penyelenggara Pemilu di daerah Abdya. Namun, itu gambaran yang sudah diketahui publik. Pastinya kita sangat menghormati kinerja penyelenggara. Kita tunggu saja,” demikian Semy.(b21)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *