Pemkab Madina Harapkan BBM Satu Harga Sejahterakan Masyarakat Terpencil

  • Bagikan
Pemkab Madina Harapkan BBM Satu Harga Sejahterakan Masyarakat Terpencil
Sekretaris Dinas Perdagangan Madina Mangatas Tua Nasution, ST didampingi Kabid Pengembangan Perdagangan Fakhruddin, SE saat peresmian penyalur BBM satu harga di Terminal BBM PT Pertamina (Persero) Krueng Raya Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh, Jumat (24/11). Waspada/Ali Anhar Harahap

MADINA (Waspada): Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mandailing Natal (Madina) melalui Dinas Perdagangan Madina mengikuti kegiatan peresmian penyalur BBM satu harga wilayah Sumatera yang dipusatkan pelaksanaannya di Terminal BBM PT Pertamina (Persero) Krueng Raya Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh, Jumat (24/11).

Kegiatan yang diselenggarakan langsung oleh Badan Pengatur Hilir Minyak Dan Gas Bumi (BPH Migas) ini hanya diikuti sebanyak 7 daerah kabupaten/kota yakni Kabupaten Natuna, Kabupaten Aceh Barat, Kabupaten Gayo Lues, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Kabupaten Pesisir Barat, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, serta Kabupaten Mandailing Natal (Madina).

Sekretaris Dinas Perdagangan Madina Mangatas Tua Nasution, ST didampingi Kabid Pengembangan Perdagangan Fakhruddin, SE yang mewakili Pemkab Madina pada acara tersebut kepada Waspada mengatakan jika peresmian harga BBM satu harga ini merupakan agenda kegiatan peresmian BBM satu harga serentak di Indonesia, di mana ada 4 klaster peresmian yang dilakukan secara bersamaan dan Kabupaten Madina mendapat jatah satu kuota SPBU penyalur BBM satu harga yang terletak di Desa Rantobi, Kecamatan Batang Natal, Kabupaten Madina.

Pemkab Madina Harapkan BBM Satu Harga Sejahterakan Masyarakat Terpencil

Program BBM satu harga ini, menurut Mangatas merupakan program Nasional yang dicanangkan oleh Presiden RI Joko Widodo sebagai upaya dari pemerintah dalam mewujudkan keadialan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia melalui program BBM satu harga untuk jenis BBM JPT yakni solar dan pertalite.

Lebih lanjut dikatakan Mangatas bahwa dari tahun 2017 hingga sekarang sesuai keterangan dari BPH Migas telah terbangun sebanyak 503 penyalur BBM satu harga termasuk Kabupaten Mandailing Natal.

Oleh sebab itu, Pemkab Madina dalam hal ini akan berupaya menjalankan program BBM satu harga ini dapat terealisasi hingga penduduk Madina dapat menikmati BBM satu harga hingga kepelosok desa di Kabupaten Mandailing Natal.

Pemkab Madina Harapkan BBM Satu Harga Sejahterakan Masyarakat Terpencil

“Dengan program satu harga ini diharapkan ke depan BBM terkhusus di Kabupaten Madina dapat dirasakan dan dinikmati masyarakat hingga ke daerah terpencil di Kabupaten Mandailing Natal, dan kedepan Pemkab Madina akan berupaya memenuhi pasokan BBM dengan melakukan konsolidasi dengan PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut bilamana diperlukan penambahan kuota dengan pengajuan kebutuhan,” ucap Mangatas.

Kemudian, Mangatas juga mengimbau kepada para pemilik Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Madina agar tidak lagi melakukan monopoli perdagangan. Di mana dalam hal ini dikatakannya bahwa BPH Migas terus melakukan pengawasan dalam pendistribusian BBM bersubsidi sekaligus memantau SPBU diseluruh Kabupaten/Kota termasuk Kabupaten Madina.

“Semoga para penyalur atau SPBU tidak lagi melayani pengguna yang non subsidi, bilamana masih terjadi hal seperti ini, Pemkab Madina akan melakukan pengawasan pendistribusian penyaluran BBM bersubsidi, dan kita juga akan melakukan pemetakan wilayah penerima subsidi BBM yang lebih dominan, dengan terbangunnya depot penyaluran BBM bersubsidi di Desa Rantobi Kecamatan Batang Natal yang salah satunya sasaran penyalur BBM satu harga, Pemkab Madina berharap masyarakat dapat menikmatinya dengan tepat sasaran,” tutup Magatas.(cah/a32)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *