Bermain Futsal Siswa MA Meninggal

  • Bagikan
Jenazah siswa MA saat berada d RSUD Kisaran untuk dibawa ke rumah duka di Limapuluh, Kab Batubara. Waspada/Ist
Jenazah siswa MA saat berada d RSUD Kisaran untuk dibawa ke rumah duka di Limapuluh, Kab Batubara. Waspada/Ist

KISARAN (Waspada): Ikut Turnamen Futsal di Kisaran, Siswa Madrasah Aliyah (MA) dari Limapuluh, Kab Batubara meninggal dunia, Selasa (28/11)

Kapolsek Kota Kisaran, Polres Asahan Iptu Parlaungan Pane saat dikonfirmasi, menuturkan bahwa turnamen futsal itu dilakukan oleh salah satu Ormas di GOR Kisaran, bahwa pertandingan berlangsung pagi, dan korban sebagai penjaga gawang.

“Korban sebagai penjaga gawang, saat mengambil bola kemudian tiba-tiba pingsan,” jelas Kapolsek.

Menurut Kapolsek, karena situasi korban tidak sadarkan diri, panitia membawa langsung korban ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Saat ini pihaknya masih menunggu panitia untuk dimintai keterangan karena masih mengurus jenazah korban.

“Dugaan awal korban mengidap penyakit bawaan, sehingga korban meninggal. Dan jenazah korban sudah dibawa ke rumah duka,” jelas Kapolsek.

Sedangkan salah satu Panitia Turnamen Futsal, Qomar, menuturkan bahwa pertandingan baru saja dimulai sekitar dua menit, bola keluar lapangan diambil korban yang sebagai penjaga gawang, tanpa tahu penyebabnya korban terjatuh dan tidak sadarkan diri. Panitia langsung membantu korban untuk melarikannya ke RSUD Kisaran.

“Saat di IGD RSUD Kisaran, langsung diberikan perawan medis dan ditangani dokter. Saat dipasang alat kesehatan korban masih terdeteksi detak jantung dan masih ada, namun sekitar pukul 09.00 WIB, saat dalam perawatan korban dinyatakan meninggal dunia,” jelas Qomar.

Qomar mengatakan bahwa pihaknya bertanggung jawab dalam masalah ini, dan tidak hanya itu korban juga diantarkan ke rumah duka, didampingi panitia turnamen untuk diserahkan ke orang tua korban.

“Kami bertemu dengan pihak keluarga, dan turut berduka cita atas kejadian ini, dan keterangan dari orang tua korban, bahwa korban mempunyai riwayat penyakit penyempitan saluran jantung saat masih kecil,” jelas Qomar.

Qomar mengatakan bahwa panitia sudah melakukan yang seharusnya dilakukan untuk penyelamatan korban, namun Tuhan yang Maha Esa berkehendak lain.

“Kami juga memberikan santunan kepada keluarga korban. Dan biaya rumah sakit sampai pengantaran jenazah ditanggung oleh panitia,” jelas Qomar. (a02/a19/a20)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *