Formadana Gelar Pendidikan Karakter Bagi Generasi Zenial Dan Milenial Di  Tabagsel

  • Bagikan
PARA narasumber menghadiri acara Seminar Nasional Pendidikan Karakter Bagi Generasi Zenial dan Milenial Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel), yang dilaksanakan di Ruang Seminar Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan (UMTS) di Jalan Sutan Moh. Arif No.32, Batang Ayumi Julu, Kota Padang Sidempuan, Kamis (8/2). Waspada/Ist
PARA narasumber menghadiri acara Seminar Nasional Pendidikan Karakter Bagi Generasi Zenial dan Milenial Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel), yang dilaksanakan di Ruang Seminar Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan (UMTS) di Jalan Sutan Moh. Arif No.32, Batang Ayumi Julu, Kota Padang Sidempuan, Kamis (8/2). Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Forum Masyarakat Dalihan Na Tolu (Formadana) menggelar Seminar Nasional (Semnas) bertemakan “Pendidikan Seminar Nasional (Semnas) bertemakan Karakter Bagi Generasi Zenial dan Milenial (Gen Z) Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel)”, yang dilaksanakan di Ruang Seminar Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan (UMTS) di Jalan Sutan Moh. Arif No. 32, Batang Ayumi Julu, Kota Padang Sidempuan, Kamis (8/2),

Siaran pers yang diterima Waspada di Medan, menyebutkan hadir dalam kegiatan itu, Walikota P Sidempuan diwakili Asisten II Rahuddin Harahap, SH,MH, Rektor UMTS Muhammad Darwis, M. Pd, sejumlah dosen, pengurus  pengurus Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) dan Forum Alumni HMI-Wati (Forhati) P Sidempuan, tokoh agama, alim-ulama, organisasi kemahasiswaan, organisasi kemasyarakatan, dan pengurus Formadana Institut.

Di antaranya, Ketua Febri Dalimunthe, M.M, Sekretaris Ameilia Zuliyanti Siregar, S.Si,M.Sc, dan Bendahara Hari Sri Rejeki, S.S.

Diharapkan kegiatan ini akan membentuk karakter masyarakat Tabagsel yang berdasarkan kearifan lokal berkonsepkan Dalihan Na Tolu. 

Tampil sebagai narasumber acara ini sebanyak 5 orang, yakni  Prof Dr Ibrahim Siregar, MCL dari UIN Syahada P.Sidempuan, Dosen Universitas Sumatera Utara Ameilia Zuliyanti Siregar, Rektor  Institut Pendidikan Tapanuli Selatan (IPTS) Dr H. Zulfadli MPd, Rektor UMTS diwakili Dosen Dr Husnaini, dan anggota Komisi D DPRD Sumut  Abdul Rahim Siregar,ST,MT Fraksi PKS Dapil VII Tabagsel.

Formadana Gelar Pendidikan Karakter Bagi Generasi Zenial Dan Milenial Di  Tabagsel

PARA narasumber berfoto usai mengikuti acara Seminar Nasional (Semnas) bertemakan “Pendidikan Seminar Nasional (Semnas) bertemakan Karakter Bagi Generasi Zenial dan Milenial (Gen Z)  Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel)”, yang dilaksanakan di Ruang Seminar Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan (UMTS) di Jalan Sutan Moh. Arif No. 32, Batang Ayumi Julu, Kota Padang Sidempuan, Kamis (8/2). Waspada/Ist

Pakaian Sutera Halus

Prof Dr Ibrahim Siregar, MCL dari UIN Syahada P Sidempuan mengatakan bahwa berdasararkan Al Quran surah Al Insan 21, yang artinya: “Mereka memakai pakaian sutera halus yang hijau dan sutera tebal dan dipakaikan kepada mereka gelang terbuat dari perak, dan Tuhan memberikan kepada mereka minuman yang bersih.

Surah itu mengartikan bahwa manusia menciptakan orang taat kepada Allah, mulai dari Evolusi ‘Homo Demma’, spritualitas (25%),  formulasi pendidikan, Internet of Things (IoT), gap generation, treoantropoeko (bertuhan-khalifah-lingkungan), dan etika digital.

“Kita harapkan Pendidikan karakter membantu mereka memahami pentingnya tanggung jawab atas tindakan mereka, baik di dunia nyata maupun di ruang digital,” katanya.

Prof Ibrahim menambahkan, pendidikan karakter merupakan salah satu aspek kunci dalam membentuk kepribadian dan nilai-nilai moral individu.

Formadana Gelar Pendidikan Karakter Bagi Generasi Zenial Dan Milenial Di  Tabagsel

Di era generasi milenial, pendidikan karakter menjadi semakin penting karena perkembangan teknologi dan perubahan sosial yang signifikan dan karenanya pendidikan karakter menjadi esensial dalam membantu generasi milenial membentuk kepribadian yang kuat dan nilai-nilai moral yang baik.

Selanjutnya, Dosen Universitas Sumatera Utara Ameilia Zuliyanti Siregar menyebutkan, pendidikan karakter harus dilakukan secara  menyeluruh (holistik), yakni meliputi pola hati pola pikir, pola karsa, dan olah raga.

Dari semua itu, untuk memulainya perlu dilakukan dengan iqra, iman dalam aplikasi sehari hari untuk membentuk karakter yang sukses di masa depan.

Menurutnya, Tabagsel memiliki SDA, SDM, pola, karakter kearifan lokal berbasis Dalihan Na Tolu, marsialapari, ungut-ungut, partuturan, dan Poda Na Lima.

Adapun Poda Na lima adalah pendidikan, nasehat dan pengajaran yang berisikan: 1. Paias Rohamu (bersihkan hatimu), 2. Paias Pamatangmu (bersihkan badanmu), 3. Paias Parabitonmu (bersihkan pakaianmu), 4. Paias Bagasmu (bersihkan rumahmu) dan 5. Paias Pakaranganmu (bersihkan pekaranganmu).

Dalam kesempatan yang sama, Rektor  Institut Pendidikan Tapanuli Selatan (IPTS) Dr H Zulfadli MPd mengapresiasi kegiatan Pendidikan Karakter Bagi Generasi Zenial dan Milenial.

Dia menyebutkan Surat ke-45 Al-Jatsiyah berisikan kekuatan dalam diri manusia, yang meliputi saqaro (tunduk dalam pengelolaan), unlimited power (kekuatan tanpa batas) berasal dari pola pikir, pola zikir, pola perilaku, dan miskin visualisasi.

Senada juga disampaikan Rektor UMTS  diwakili Dosen Dr Husnaini bahwa generasi gen X, gen Z, harus kolaborasi dan bergotong royong yang dimulai dari orangtua, sekolah, organisasi, dan masyarakat.  

Selanjutnya terdapat 4 olah (hati, pikir, kasa, raga) dengan 3 dosa pendidikan di Indonesia: intoleransi, perundungan sosial, dan kekerasan sosial. “Masalah ini dapat diatasi dengan merdeka, beragam, dan setara,” katanya.

Kegiatan acara diakhiri dengan pemaparan dari Abdul Rahim Siregar,ST,MT anggota Komisi D DPRD Sumut yang berpendapat bahwa jika ingin cerdas, jauhi perbuatan yang menggiring dosa, termasuk narkoba, dan korupsi

“Saat ini kemiskinan, dan pengangguran sudah semakin tidak baik, maka kenali diri dengan mengetahui visi, belajar ikhlas-cerdas-tuntas dan ketauladanan orang tua,” kata anggota dewan yang akrab disapa ARS, itu.

Acara juga diisi dengan sesi tanya jawab yang dijawab secara antusias dan feedback dari peserta tentang kurikulum,  strategi, metode dalam membentuk karakter pendidikan di Tabagsel dan di Indonesia.

“Tugas kita ke depan adalah membuat formulasi, panduan/SOP untuk membentuk pendidikan berkarakter di Tabagsel dengan sinergitas antara orangtua, sekolah, masyarakat, organisasi, dan pemerintah. Aamiin,” kata Abdul Rahim Siregar. (cpb)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *