Mikail, Syafira Dan Rara Jawab Keresahan Kaum Muda Kota Medan Dengan Perubahan

  • Bagikan
Mikail, Syafira Dan Rara Jawab Keresahan Kaum Muda Kota Medan Dengan Perubahan

MEDAN (Waspada) : Co Founder Ubah Bareng Mikail Azizi Baswedan (putra Capres Anies Baswedan) dan Mega Syafira serta Rahma Arifa (keduanya putri Cawapres Gus Muhaimin Iskandar), menjawab keresahan anak muda Kota Medan akan berbagai kondisi yang dihadapi kaum Millenial dan Gen Z saat ini.

Dalam Ngobar (ngobrol bareng) dengan millenial yang dipandu Ketua Garda NasDem Sumut Defri Noval Pasaribu di Pendopo Khadijah Kompleks Tasbi Medan, Jumat (24/11) yang digagas tokoh masyarakat Sumatera Utara (Sumut) H Rahudman Harahap, ketiganya secara cerdas dan bernas menyatakan apa yang harus dilakukan agar anak muda diperhitungkan dalam pembangunan di Indonesia.

“Anak muda tak boleh berpangku tangan. Anak muda harus ambil bagian dan terlibat aktif dalam gerakan perubahan di negeri ini agar kita di perhitungkan. Karena suara kaum milenial dan Gen Z pada Pemilu 2024 nanti mendominasi, atau sekitar 60 persen dari jumlah pemilih di Indonesia. Jadi kita kaum muda sangat menentukan kemana arah bangsa ini kedepan,” kata Mikail.

Mikail mengungkapkan, Ubah Bareng adalah gerakan kaum muda yang ingin mewujudkan terjadinya perubahan di Indonesia. Ini karena melihat kondisi saat ini dimana kondisi masyarakat serba sulit. Harga kebutuhan pokok mahal, biaya pendidikan mahal, biaya kesehatan mahal, lapangan pekerjaan sulit dan lainnya.

“Kondisi ini harus kita rubah. Dan perubahan yang ingin dibawa adalah perubahan untuk menuju Indonesia yang lebih baik, lebih berkeadilan, kebih berkemajuan dan lebih berkesejahteraan bagi semua,” papar Mikail.

Menjawab pertanyaan kaum millenial soal bagaimana kaum muda bisa meraih kesempatan, sementara mereka bukan anak pejabat yang bisa mendapatkan kemudahan, Mikail menyatakan hal inilah yang akan diperjuangkan pasangan AMIN, agar ada kesetaraan dan ada keadilan bagi semua tanpa memandang strata sosialnya, apakah ia anak pejabat ataupun masyarakat biasa.

Menyambung apa yang disampaikan Mikail, Mega Syafira yang merupakan putri pertama Gus Muhaimin Iskandar menyampaikan bahwa kesempatan harus dibuka, agar semua orang memiliki oportunitas yang sama. Dan agar itu bisa terjadi, harus ada perubahan.

“Semangat kami adalah membawa perubahan. Tapi perubahan itu tidak bisa dilakukan hanya satu orang tetapi harus kita lakukan secara bersama-sama. Untuk itu kami mengajak kita semua, kaum millenial dan Gen Z untuk sama-sama bergerak menyuarakan perubahan,” ujar Syafira.

Putri kedua Gus Muhaimin, Rahma Arifa yang akrab disapa Rara, secara bernas juga menjawab semua pertanyaan yang diajukan kaum millenial dan Gen Z yang hadir dalam pertemuan ini.

Rara mengatakan bahwa perubahan itu memang “wis wayahi” (sudah waktunya). Sebab pemerintahan yang sudah berlangsung selama 10 tahun atau 5 tahun, harus ada perubahan dikoreksi. Karena masa priode pemerintahan berlangsung setiap 5 tahun dan diadakan Pemilu untuk melakukan koreksi. Mana yang baik harus dilanjutkan dan mana yang kurang baik wajib hukumnya dirubah.

Rara menyebut perubahan itu jika disimpulkan ada dua cabang, pertama perubahan kebijakan dan kedua perubahan pada pribadi-pribadi.

Dijelaskan Rara, perubahan pada kebijakan adalah perubahan yang dilakukan oleh pemerintah selaku pemegang kekuasaan agar bagaimana setiap kebijakannya memberikan rasa keadilan dan kesetaraan pada semua. Kebijakan yang membawa pada kemajuan dan kesejahteraan.

Sedangkan perubahan pada pribadi adalah perubahan yang harus dilakukan setiap individu dalam menyikapi berbagai peluang dan tantangan yang ada.

Sementara Jubir Millenial Timnas AMIN, Abror menyatakan bahwa pasangan AMIN merupakan pasangan yang sangat ideal yang memiliki integritas tinggi membawa perubahan di Indonesia menjadi lebih baik, lebih adil dan lebih sejahtera.

Ngobar dengan millenial dan gen z yang terdiri dari BEM sejumlah perguruan tinggi di Medan dan organisasi kepemudaan di Pendopo Khadijah ini merupakan satu rangkaian kegiatan Mikail, Syafira dan Rara serta rombongan selama 3 hari di Sumatera Utara. Selain di Kota Medan, rombongan juga akan bertemu dengan kaum millenial di Deli Sedang dan Kabupaten Langkat.

Kedatangan Mikail, Syafira dan Rara serta rombongan di Pendopo Khadijah disambut dengan adat istiadat Tabagsel (Tapanuli bagian Selatan). Mikail dan Syafira bahkan diberikan pakaian adat kebesaran suku Tabagsel yakni bulang dan happu, serta diberi upah-upah oleh H Rahudman Harahap yang bergelar Patuan Soripada Sodogolon, selaku tuan rumah.

Mikail dan Syafira mengaku terharu dan mengucapkan terima kasih atas penghormatan dan sambutan yang begitu istimewa pada mereka, serta mendoakan H Rahudman Harahap dan keluarga beserta seluruh yang berhadir tetap diberi kesehatan oleh Allah SWT serta sukses menjalankan aktifitas.

Dalam kunjungan ini, Mikail, Syafira dan Rara ke Sumut, didampingi sejumlah juru bicara Timnas pasangan AMIN dari kalangan millenial, diantaranya Abror, Dedi, Rizal, Malik, Rio, Anung, Ismu dan Iyan. (hs)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *