MUI Medan Ajak Umat Viralkan Pentingnya Politik Dalam Islam

  • Bagikan
KETUA Umum MUI Kota Medan, H Dr Hasan Matsum, MAg beserta peserta dan Caleg dari pengurus MUI Kota Medan di acara Muzakarah Peran Dai Dalam Pemilu 2024 dan Doa Bersama Para Caleg Keluarga Besar MUI Kota Medan tahun 2024, Rabu (7/2) . Waspada/Yuni Naibaho
KETUA Umum MUI Kota Medan, H Dr Hasan Matsum, MAg beserta peserta dan Caleg dari pengurus MUI Kota Medan di acara Muzakarah Peran Dai Dalam Pemilu 2024 dan Doa Bersama Para Caleg Keluarga Besar MUI Kota Medan tahun 2024, Rabu (7/2) . Waspada/Yuni Naibaho

MEDAN (Waspada): Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan mengajak umat untuk memviralkan pilar agama Islam yakni politik yang merupakan aajaran sangat melekat dalam ajaran pokok dalam Agama Islam. Sebab sering terjadi yang viral itu bukan pilar dan sebaliknya yang pilar agama tidak diviralkan.

“MUI Medan mengambil peran ini untuk mengajak umat memviralkan yang pilar. Agar umat Islam tidak ada lagi yang enggan bahkan phobia masuk dalam ruang politik karena dinilai politik itu kotor. Padahal jelas etika politik Islam merujuk pada ketentuan dalam Alquran dan Hadist,” ujar Ketua MUI Kota Medan, H Dr Hasan Matsum, MAg kepada Waspada usai acara Muzakarah Peran Dai Dalam Pemilu 2024 dan Doa Bersama Para Caleg Keluarga Besar MUI Kota Medan tahun 2024, Rabu (7/2) di aula kantor MUI Kota Medan.

Dijelaskan Hasan Matsum, melalui kegiatan muzakarah yang dihadiri pengurus DP MUI Kota Medan, MUI Kecamatan dan pengurus MUI Medan yang maju menjadi Calon Legislatif (Caleg), diharapkan nantinya para dai terus memgoptimalkan perannya di tengah-tengah masyarakat untuk mengingatkan umat agar berpartisipasi dalam politik di negara ini.

“Jangan enggan untuk ikut politik, apalagi pada Pemilu 2024 ini ketika ada calon pemimpin yang memiliki karakter-karakter Islami yakni Siddiq, Amanah, Fathanah dan Tablig, maka sudah menjadi kewajiban kita untuk memilihnya. Sebab jelas didalam fatwa MUI dalam keputusan ijtima’ Komisi Fatwa tahun 2009 tentang politik kebangsaan dinyatakan pemilu dalam pandangan Islam adalah memilih pemimpin dalam Islam adalah kewajiban untuk menegakkan imamah dan imarah dalam kehidupan bersama,. Dan haram hukumnya ketika ada karakter-karakter sesuai ajaran Islam tapi kita tidak memilihnya, ” ungkap Hasan Matsum.

Sementara untuk acara doa bersama dan tepung tawar kepada para Caleg yang juga merupakan pengurus MUI Kota Medan, Hasan Matsum berpesan ketika nanti terpilih menjadi wakil rakyat agar mereka senantiasa memiliki rasa hubungan emosional dan hubungan moral kepada MUI, sehingga pesan-pesan di MUI dapat mereka laksanakan dan wujudkan di lapangan untuk menjadi politisi bersih.

“Jumlah keseluruhan pengurus MUI yang maju menjadi Caleg ada 26 orang baik DPR RI, Propinsi dan DPRD kabupaten/kota. Yang hadir di acara tepung tawar ada 18 orang dan kita berdoa bersama agar perjalanan mereka menjadi caleg diberkahi Allah SWT dan jika terpilih menjadi wakil rakyat yang amanah sesuai ajaran Islam,” imbuh Hasan Matsum. (h01)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *