Saudi Masih Investigasi Problem Puncak Haji Di Armina

  • Bagikan
Saudi Masih Investigasi Problem Puncak Haji Di Armina
KEAKRABAN: Menteri Agama RI, Yaqut Cholil Qoumas (tengah), tampak akrab ketika bertemu Dubes Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal bin Abdullah Al-Amudi (kiri) di Kantor Kementerian Agama RI di Jakarta, Senin (10/7). Waspada/Ist.

Laporan Haji: Muhammad Ishak

MADINAH (Waspada): Kementerian Agama RI, mengapresiasi upaya Pemerintah Arab Saudi, dalam mengusut permasalahan yang terjadi saat puncak haji di Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armina). Bahkan Indonesia saat ini masih menunggu hasil investigasi dari tim gabungan yang dibentuk bersama antara Kementerian Agama (Kemenag) RI dan Kementerian Haji Arab Saudi.

“Kita sudah menyampaikan beberapa catatan dari permasalahan yang terjadi di Armina, ke Menteri Haji Arab Saudi, Tawfiq di Arab Saudi,” kata Menteri Agama RI, Yaqut Cholil Qoumas, saat bertemu Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal bin Abdullah Al-Amudi di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Senin (10/7).

Catatan dimaksud, lanjut Menag RI, mulai dari masalah keterlambatan distribusi konsumsi, keterlambatan penjemputan di Muzdalifah, hingga masalah tenda yang sempit dan over kapasitas serta toilet di Mina.

“Kami telah melakukan analisa, dan masalahnya ada di pihak Mashariq selaku serikat penyedia. Bahkan ketika kami sampaikan pihak Kementerian Haji Arab Saudi, sangat responsif” kata Gus Men, sapaan Yaqut Cholil Qoumas.

Tim gabungan tersebut telah melakukan pertemuan sebanyak dua kali di Arab Saudi, bahkan hingga saat ini timnya masih bekerja. “Kita akan tunggu hasilnya satu atau dua minggu kedepan. Dan sikap responsif Saudi kami sangat mengapresiasinya,” ujar Gus Men.

Menag juga mengapresiasi berbagai fasilitas yang diberikan Pemerintah Arab Saudi khususnya untuk jemaah haji Indonesia, seperti tata cara masuk ke Raudhah yang menggunakan tasreh yang dinilai sangat memberikan kemudahan untuk jemaah, sehingga jemaah lebih tertib.

“Kondisi di Masjidil Haram pun saat ini lebih teratur dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” kata Gus Men, seraya menambahkan, termasuk keputusan menghadiahi tambahan zam zam bagi jemaah.

Sementara Dubes Arab Saudi, Faisal bin Abdullah Alamudi, juga mengapresiasi pola koordinasi dan komunikasi yang dilakukan Menag RI dengan Arab Saudi. “Kami senang, karena koordinasi dan komunikasi secara intensif telah dilakukan oleh Menteri Agama RI,” katanya.

Pihaknya juga berharap dapat memberikan pelayanan yang baik untuk jemaah haji, khususnya Indonesia. “Kami mendoakan jemaah haji Indonesia mendapat haji yang mabrur. Begitu ketika kembali ke Tanah Air agar tetap sehat dan selamat hingga berkumpul dengan keluarga,” demikian Faisal bin Abdullah Al-Amudi. (b11)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *