JAKARTA (Waspada.id): Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Firman Soebagyo menerima KWP Award 2026 untuk kategori Legislator Peduli Ketahanan Pangan Nasional.
Penghargaan yang diberikan Koordinator Wartawan Parlemen (KWP), sebagai bentuk apresiasi atas komitmennya dalam memperjuangkan kebijakan di sektor pangan.
Firman Soebagyo menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas penghargaan yang diterima. Menurutnya, apresiasi ini menjadi kehormatan, sekaligus motivasi untuk terus berkontribusi dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
“Penghargaan ini merupakan kehormatan, sekaligus tantangan bagi saya untuk terus bekerja dan berkontribusi dalam memperkuat ketahanan pangan nasional,” ujarnya, Kamis (16/4/2026), sembari menyampaikan permohonan maaf karena tidak dapat hadir langsung dalam acara penganugerahan tersebut.
Sebagai anggota Komisi IV DPR RI membidangi pertanian, kelautan, dan pangan, Firman menegaskan, ketahanan pangan merupakan fondasi utama kedaulatan bangsa. Karena itu, ia berkomitmen untuk terus mengawal kebijakan yang berpihak kepada petani, nelayan, serta seluruh pelaku sektor pangan.
Ia juga mengatakan bahwa penghargaan yang diterima bukan hanya untuk dirinya secara pribadi, melainkan hasil kerja bersama berbagai pihak .
“Penghargaan ini saya dedikasikan untuk seluruh pihak yang telah bekerja keras bersama dalam memperjuangkan kemandirian dan keberlanjutan pangan nasional,” tambahnya.
Politisi Partai Golkar ini berharap seluruh pihak terus diberikan kekuatan untuk berkontribusi dalam mewujudkan kedaulatan pangan nasional serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia.
KWP Award 2026 mengusung tema “Mengawal Perjuangan, Mengapresiasi Dedikasi: Bersama Mewujudkan Indonesia Emas”. Ajang ini bertujuan untuk memotret kinerja para pemimpin dan wakil rakyat secara objektif melalui pengamatan pers.
Bukan Sekadar Seremonial
Sebelumnya, Ketua DPR RI Puan Maharani dalam sambutannya pada kegiatan KWP Awards 2026 ini menekankan pentingnya peran jurnalisme sebagai jembatan antara lembaga legislatif dan masyarakat dalam menyampaikan kinerja serta kebijakan publik secara utuh dan mudah dipahami.
Puan, pun mengapresiasi kontribusi para jurnalis parlemen yang selama ini telah menjadi bagian penting dalam ekosistem demokrasi.
Menurutnya, kegiatan yang berlangsung bukan sekadar seremonial, melainkan momentum refleksi untuk memperkuat hubungan antara parlemen dan media. Apalagi dalam setiap proses legislasi, mulai dari pembahasan rancangan undang-undang hingga pengambilan keputusan, tidak bisa dilepaskan dari aspirasi rakyat.
Media pun dipandang berperan strategis menyampaikan aspirasi tersebut sekaligus menjelaskan kembali kebijakan kepada publik. (id10/id89)










