KISARAN (Waspada.id): Sebanyak 242 calon jemaah haji asal Kabupaten Asahan dipastikan berangkat ke Tanah Suci pada musim haji 2026. Dari total tersebut, jemaah paling lanjut usia tercatat berumur 86 tahun, sedangkan yang termuda masih 19 tahun.
Hal itu diungkapkan Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Asahan, H. Jamaluddin, S.Ag., M.M., . Katanya, seluruh jemaah yang masuk daftar keberangkatan telah menuntaskan kewajiban administrasi, termasuk pelunasan biaya, pemeriksaan kesehatan, serta kelengkapan dokumen pendukung lainnya.
Ia memastikan tidak ada perubahan pada biaya pelunasan haji tahun ini. Isu mengenai kemungkinan perubahan rute penerbangan, menurutnya, tidak berdampak pada besaran biaya yang telah ditetapkan pemerintah.
“Besaran pelunasan tetap sesuai ketentuan, tidak ada tambahan biaya,” tegasnya saat ditemui, Senin (13/4).
Jamaluddin menyebutkan, jemaah Asahan tersebar di beberapa kelompok terbang (kloter), dengan jumlah terbesar berada di Kloter 7. Sesuai jadwal, mereka akan masuk Asrama Haji Medan pada 28 April 2026 dini hari dan bertolak melalui Bandara Kuala Namu menuju Arab Saudi pada 29 April pagi.
Sebagian kecil jemaah lainnya bergabung dengan kloter dari Kota Tanjungbalai dan Kota Medan karena proses pelunasan yang dilakukan melewati jadwal awal.
“Jemaah tertua atas nama Paina,86, sementara yang termuda Nur Luthyfiah,19,” jelas Jamaluddin.
73 Jemaah Tertunda
Untuk musim haji 2026, Kabupaten Asahan awalnya memperoleh kuota sebanyak 315 orang. Namun setelah tahapan verifikasi akhir, tidak seluruhnya dapat diberangkatkan.
Beberapa calon haji terpaksa menunda keberangkatan karena berbagai sebab, antara lain wafat, kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan, belum melunasi biaya, maupun alasan lainnya.
“Dari kuota 315 orang, yang siap berangkat 242 jemaah. Selebihnya, sekitar 73 orang, tertunda,” jelasnya.
Selain mengurus keberangkatan jemaah Asahan, Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Asahan juga memfasilitasi calon haji dari Kabupaten Toba dan Tapanuli Utara (Taput).
Sebanyak tujuh jemaah asal Toba tergabung dalam Kloter 6 dan dijadwalkan masuk Asrama Haji pada 27 April. Sementara tujuh jemaah dari Taput masuk dalam Kloter 12 dan akan memasuki Asrama Haji Medan pada 4 Mei.
“Pelayanan kami tidak hanya untuk Asahan, tetapi juga mencakup jemaah dari Toba dan Tapanuli Utara,” ujar Jamaluddin. (id.40)










