SUBULUSSALAM (Waspada.id): Pertemuan Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor dan Plt. Sekda Subulussalam, Asrul Assani, masing-masing didampingi pejabat terkait di lintas Perbatasan Aceh – Sumut, di Desa Lae Ikan membahas persoalan kondisi jalan nasional antar dua daerah itu, Rabu (15/4).
Plt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Subulussalam, Irman Suryadi, ST yang ikut mendampingi saat kedua pihak melihat langsung kondisi jalan yang menjadi urat nadi bagi beberapa daerah bertetangga ini dikonfirmasi Kamis (16/4) mengatakan, komitmen Bupati, Franc akan terus mencoba mencari solusi untuk perbaikan jalan nasional ini, bahkan mengaku sudah menyurati Kementerian terkait, kepada Presiden Prabowo Subianto melalui Sekretaris Kabinet.
Semangat Bupati Franc, kata Irman, juga terinspirasi dari semangat Wali Kota Subulussalam, Haji Rasyid Bancin yang gencar melobi pusat, meminta untuk penanganan sejumlah infrastruktur di daerah ini, termasuk jalan lintas nasional Pakpak Bharat – Subulussalam.
Diketahui, kondisi jalan nasional panjang sekira 41 km penghubung Kabupaten Dairi, Sumut dengan Kota Subulussalam, Aceh melalui wilayah Kabuapten Pakpak Bharat ini cukup ekstrem, rawan kecelakaan, sempit dan berkelok, bahkan di sejumlah titik rusak.
Jalan nasional ini sekaligus berperan vital sebagai koridor distribusi logistik utama di kawasan barat sumatera dan jalur ekonomi lintas daerah, seperti Kota Subulussalam, Aceh Singkil, Aceh Selatan dan Pakpak Bharat.
Dengan intensitas lalu lintas truk bertonase besar, sementara kondisi geografis wilayah di antara tebing curang, jurang bahkan terhubung langsung dengan arus sungai Lae Kombih yang sangat deras, menjadi salah satu alasan lintas jalan nasional ini harus diperbaiki, diperlebar dan dilengkapi dengan rambu-rambu pengamanan.
“Kita berharap, semangat Bupati Pakpak Bharat, berkolaborasi dengan Pemko Subulussalam untuk usulan penanganan jalan nasional lintas daerah ini dapat cepat terealisasi,” pesan Irman. (id130)










