Jalan Rusak Berat, Petani Pedalaman Leuser Agara Makin Terisolir

- Aceh
  • Bagikan

KUTACANE (Waspada): Ribuan petani yang berdomisili di wilayah pedalaman kecamatan Leuser Aceh Tenggara mengeluh, pasalnya akibat jalan penghubung rusak berat, hasil pertanian dan perkebunan terancam membusuk.

Edian, Pengulu Kute Bunbun Alas kepada wartawan Senin (21/3) mengatakan, akibat rusak beratnya jalan penghubung di kecamatan Leuser, petani dari kute Bun Bun Indah, Bun Bun Alas, Kute Serakut dan beberapa desa lainnya, puluhan unit truck Colt Diesel pembawa jagung terperangkap di kawasan kute Serakut menuju Permata Musara.

Bahkan, beberapa unit truck yang sarat muatan jagung hasil panen dari petani di sebagian besar kute di kecamatan Leuser, telah terperangkap selama beberapa hari di kawasan kute Serakut, tak bisa bergerak dan hanya terparkir di tengah jalan yang berlubang dan berlumpur.

Kerusakan jalan di kecamatan Leuser, sambung warga lainnya, terutama di ruas jalan kabupaten mulai dari Paya Babi, Serakut, Bun Bun Alas, Bun Bun Indah, Ukhat Peseluk, Gaye Sendah, Punce Nali, Sade Ate, Suka Damai dan beberapa desa lainnya, memang sangat memprihatinkan dan telah lama terjadi.

Namun sayangnya, meski kecamatan Leuser merupakan sentra pertanian dan perkebunan utama di Aceh Tenggara, sarana jalan yang ada sangat tak sebanding dengan hasil bumi yang dikeluarkan dari wilayah segi tiga emas yang memisahkan Aceh Tenggara dengan Kabupaten Karo dan Kabupaten Dairi tersebut.

Jalan rusak, berlubang dan berlumpur,bahkan sebagian badan jalan telah menjadi aliran parit kecil, memang merupakan pemandangan umum ketika melintasi ruas jalan kabupaten, terutama pada desa yang berdekatan dengan Kabupaten Karo dan Dairi.

Kondisi tersebut, telah berlangsung lama, bahkan saat ini, kerusakan parah bukan hanya terjadi pada ruas jalan yang menghubungkan Naga Timbul Aceh Tenggara dengan desa di kecamatan Mardingding Karo saja, namun ruas jalan Provinsi Muara Situlen-Gelombang juga telah mengalami kerusakan parah.

Situasi jalan yang buruk tersebut, timpal Akhyar, jelas membuat warga Leuser semakin kesulitan dan terisolir serta semkian terpuruk, masalahnya harga barang hasil pertanian dan perkebunan anjlok bahkan terancam membusuk karena tak bisa dijual, namun sebaliknya, harga kebutuhan pokok terus merangkak naik.

Kondisi jalan rusak pada sebagian besar wilayah yang terletak dibagian paling selatan Aceh Tenggara tersebut, dibenarkan Camat Leuser, Mustafa Kamal,” hampir tak ada satu pun desa di ruas jalan kabupaten yang berlapiskan aspal, jadi wajar kondisinya sangat memprihatinkan,” ujar Mustafa kepada Waspada, Senin (21/3).
Usulan perbaikan jalan di ruas jalan kabupaten mulai dari Simpang Permata Musara-Lawe serakut, Bun Bun Alas, Bun Bun Indah, Ukhat Peseluk, Sade Ate, Suka Damai, Gunung Pakpak, Gunung Nias maupun beberapa desa lainnya, sudah sering diusulkan warga desa, namun sampai saat ini kondisinya belum berubah dan amsih memprihatinkan,” seraya mengatakan jalan berlapiskan aspal di kecamatan Leuser hanya pada kute yang berada di ruas jalan Provinsi Muara Situlen-Gelombang,sedangkan selebihnya hanya berlapiskan tanah dan kerikil.
Plt.Kepala Dinas PUPR Agara, Sadli Desky melalui Kabid Jalan dan Jembatan, M.Yusuf kepada Waspada, Senin (21/3) mengatakan, untuk tahun 2022 ini, tak ada sedikit paket pun dana rehab jalan dan jembatan untuk kecamatan Leuser.

Apa lagi untuk tahun ini, dana rutin pemeliharaan jalan dan jembatan yang dialokasikan untuk dinas PUPR Aceh Tenggara sangat minim, karena itu kemampuan dinas untuk memperbaiki jalan di wilayah kecamatan Leuser, peluangnya sangat kecil,” jika pun ada perbaikan atau rehab jalan, hanya lewat dana Pokok Pikiran DPRK dari Timbul Hasudungan Samosir, itu pun nilainya hanya kisaran, Rp150 juta sampai Rp.200 juta saja,” ujar Yusuf.(b16)

Keterangan foto : Puluhan dump truck pengangkut jagung terjebak ditengah jalan rusak di kawasan Kute Serakut Kecamatan Leuser Aceh Tenggara. Kerusakan jalan yang tak kunjung membaik menjadi keluhan panjang ribuan petani di wilayah paling selatan di Aceh Tenggara tersebut. Waspada/Ist

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *