Perajin Tempe Tahu Di Aceh Singkil, Olah Ampas Kedelai Jadi Makanan Bernilai Ekonomis

  • Bagikan

SINGKIL (Waspada): Ternyata, ampas tahu yang biasa dibuang atau dimanfaatkan untuk pakan tambahan ternak bisa menjadi olahan makanan lezat dan bernilai ekonomis.

Seperti yang dilakukan para perajin tahu tempe di Kabupaten Aceh Singkil, mereka dilatih oleh Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi (Disperindagkop) dan UKM selama 5 hari, untuk memanfaatkan hasil limbah dari pengolahan kacang kedelai, untuk menjadi makanan olahan lezat dan bernilai jual tinggi.

Ada sebanyak 20 orang ibu-ibu di Aceh Singkil ini, dilatih oleh pengusaha makanan dari Banda Aceh, untuk mengolah kembali hasil limbah ampas kedelai itu menjadi makanan olahan.

Kabid Perindustrian Disperindagkop UKM Syahril kepada Waspada.id, Sabtu (28/5) di Singkil mengatakan, berjumlah 15 orang perajin tempe dan tahu serta 5 orang diantaranya pembuat makanan olahan kerupuk diberikan pembekalan pengetahuan untuk memanfaatkan ampas tahu menjadi makanan olahan yang bernilai ekonomis.

Sehingga tujuannya, ampas tahu yang selama ini dibuang atau dimanfaatkan untuk pakan ternak, bisa kembali diolah dan dibuat beragam jenis makanan, kemudian dapat dijual dan hasilnya menjadi tambahan keuangan keluarga.

Katanya, kegiatan memanfaatkan hasil limbah industri ini baru pertama kali dilaksanakan di Aula Kantor Kecamatan Gunung Meriah,selama 5 hari mulai Senin sampai Jumat (27/5).

“Sayang juga kalau ampas hasil pembuatan tahu ini dibuang, ternyata bisa diolah lagi jadi makanan lezat untuk mengembangkan ekonomi kreatif masyarakat,” ucap Syahril.

Dari sisa ampas tahu dengan olahan ikan ini, bisa kembali diolah untuk dibuat menjadi nuget ikan, bakso ikan, kerupuk serta sejenis empek-empek kemudian adonan dodol dan lainnya.

“Biasa bakso pakai tepung, tapi ini pakai ampas tahu aja, kalau rasa jangan diragukan. Ibu-ibu juga bisa nanti mencoba dirumah,” sebut Syahril.

Sementara nara sumber kegiatan tersebut merupakan pengusaha makanan olahan dari Banda Aceh, yakni Hafni SPi dan Lia Safiauddin, tambahnya.

Bupati Dulmusrid serangkaian membuka kegiatan menghimbau Disperindagkop agar terus membina dan mengajak masyarakat memberikan ilmu dan pengetahuan yang berguna dalam mengembangkan ekonomi kreatif masyarakat.

“Memang jika ampas tahu ini bisa diolah dengan baik maka bisa menambah inkam untuk ibu-ibu rumah tangga,” ucap Dulmusrid

Pasca pandemi Covid-19, saat ini pemerintah terfokus kepada pemulihan ekonomi masyarakat. Sehingga dengan pelatihan-pelatihan yang akan terus dilakukan bisa menambah wawasan, mengelola makanan secara modern dan bernilai ekonomis untuk membantu keluarga.

“Semoga masyarakat serius belajar, sehingga kedepan semuanya harus mandiri dan memiliki keahlian masing-masing sehingga semuanya bisa menjadi pengusaha rumahan yang sukses,” harap Dulmusrid.

“Dari pada sibuk ngerumpi kan bagus buat usaha bantu suami,” tandasnya.

Usai mengikuti pelatihan para peserta juga mendapat bantuan berupa alat masak seperti dandang, kompor panci dan perlengkapan lainnya. (B25)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *