Polresta Banda Aceh Amankan 11 Penjual Miras

- Aceh
  • Bagikan
Para tersangka dan barang bukti miras diperlihatkan penyidik Polresta Banda Aceh pada konprensi pers di Indoor Polresta Banda Aceh, Senin (18/03/24).(Waspada/T.Mansursyah)
Para tersangka dan barang bukti miras diperlihatkan penyidik Polresta Banda Aceh pada konprensi pers di Indoor Polresta Banda Aceh, Senin (18/03/24).(Waspada/T.Mansursyah)

BANDA ACEH (Waspada): Satresnarkoba Polresta Banda Aceh mengamankan 11 pelaku penjualan miras dan 84 botol miras, sejak 9-16 Maret 2024.

Para penjual miras yang diamankan tersebut semua berjenis kelamin laki-laki, yang berinisial, SU, 35, MUH, 21, AY, 19, TP, 18, CR, 29, YUS, 42, HAM, 21, SA, 21, MF, 18, AS, 28 dan KM, 18.

Mereka ini ditangkap di Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang berbeda. Tujuh TKP di wilayah Banda Aceh yaitu, di Kecamatan Lueng Bata, Kecamatan Baiturrahman, Kecamatan Kuta Alam, Kecamatan Banda Raya, Kecamatan Kuta Raja, Kecamatan Lueng Bata dan Kecamatan Syiah Kuala. Sementara, satu TKP lagi di Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar.

“Peranan masing-masing tersangka sebagai penjual,” kata Kabag Ops, Kompol Yusuf Hariadi didampingi Kasat Narkoba, AKP Ferdian Chandra dalam konferensi pers di Indoor Polresta Banda Aceh, Senin (18/03/2024).

Selain mengamankan 11 tersangka, Polresta Banda Aceh juga mengamankan 84 botol miras dengan berbagai merk. Pelaku mengakui, barang bukti tersebut dibeli dari Medan, Provinsi Sumatera Utara, dengan cara menggunakan pengiriman exspidisi, beli sendiri, titip melalui orang kemudian melakukan transaksi di wilayah Banda Aceh.

“Motif pelaku adalah untuk kebutuhan ekonomi sehari-hari,” sebutnya.

Ada pun, pasal yang dipersangkakan adalah Pasal 16 Ayat 1 dari Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat, dengan ancaman Uqubat Ta’zir cambuk paling banyak 60 kali atau denda paling banyak 600 gram emas murni atau penjara paling lama 60 bulan.

Di samping itu, Yusuf Hariadi menjelaskan bahwa mereka ini masih pemula dalam menjual miras. Jika dilihat, pelaku juga banyak yang belum paham dengan qanun-qanun yang ada di Provinsi Aceh. Apalagi ini menjelang bulan suci Ramadhan, masyarakat Aceh betul-betul khusyuk menyambut bulan suci Ramadhan.

Karena itu, dia sangat menyayangkan pelaku dengan menjual miras kepada orang atau oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Alhamdulillah menjelang bulan suci Ramadhan kita dari Polresta Banda Aceh mengungkap dari pada miras yang ada di Banda Aceh yang tertangkap. Ke depannya kita berharap tidak ada lagi pelaku miras di Banda Aceh,” tutupnya. (b02)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *