Jaga ‘Surga’ Serbajadi

  • Bagikan
Jamaah serius menyimak kajian Ramadan yang disampaikan Sekum DPD BKPRMI Aceh Timur, H Muhammad Ishak, dalam Kunjungan Safari Ramadan 1445 hijriyah di Masjid Darul Mahya, Mesir, Serbajadi, Aceh Timur, Sabtu (23/3). Waspada/Musyawir
Jamaah serius menyimak kajian Ramadan yang disampaikan Sekum DPD BKPRMI Aceh Timur, H Muhammad Ishak, dalam Kunjungan Safari Ramadan 1445 hijriyah di Masjid Darul Mahya, Mesir, Serbajadi, Aceh Timur, Sabtu (23/3). Waspada/Musyawir

BERBEDA dengan kunjungan sebelumnya, Sekretaris Umum Dewan Pengurus Daerah Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (DPD-BKPRMI) Kabupaten Aceh Timur, H. Muhammad Ishak, mengajak jemaah tarawih untuk menjaga ‘surga’ Serbajadi.

Surga yang dimaksud adalah hutan yang lebat dan tersebar di belasan desa hingga berbatasan dengan kabupaten tengga seperti Kabupaten Gayo Lues dan Bener Meriah. Bukan hanya hutan yang perlu dilestarikan, namun satwa liar didalamnya juga harus dijaga, seperti gajah sumatera, harimau sumatera dan orangutan serta berbagai jenis burung serta satwa langka lainnya.

“Hutan ini sumber udara, sumber air dan sumber kehidupan. Maka sudah sepantasnya untuk dijaga dan dirawat dengan harapan tetap lestari,” kata H. Muhammad Ishak, ketika mengisi Kajian Ramadan 1445 hijriyah di Masjid Darul Mahya Gampong Mesir, Serbajadi, Aceh Timur, Sabtu (23/3).

Jaga ‘Surga’ Serbajadi

Hutan Serbajadi juga memiliki puluhan sumber air terjun dengan berbagai tingkatan, seperti air Terjun Terujak dan Air Terjun 7 Tingkat. Sungai yang jernih menjadi salah satu sumber masyarakat untuk memancing ikan. “Kehidupan yang sederhana saat ini dengan bercocok tanam menjadi petani di ladang dan sawah, mencari rotan dan madu di hutan adalah kehidupan khas masyarakat Serbajadi,” kata H Muhammad Ishak.

Masyarakat yang memiliki ladang, lanjut alumni Dayah Darussa’adah Idi Cut ini, tentu perlu kehati-hatian dalam membakar sampah, apalagi cuaca panas telah menyelimuti pantai timur Provinsi Aceh sejak dua bulan terakhir. “Jika membakar sampah di ladang, maka pastikan dulu api benar-benar padam sebelum meninggalkan ladang,” timpanya.

Selama hutan dijaga dan dilestarikan, lanjut H Muhammad Ishak, tentu kehidupan masyarakat yang mendiami sepanjang kaki hutan akan lebih sehat dibandingkan kehidupan masyarakat di perkotaan. “Udara di Serbajadi ini lebih sehat dibandingkan kami yang menetap di kota. Mudah-mudahan hutan Serbajadi dijaga dan dilestarikan,” timpanya.

Jaga ‘Surga’ Serbajadi

Begitu juga dengan satwa liar di dalamnya juga perlu dijaga agar tidak punah, apalagi ulama juga telah mengeluarkan Fatwa MPU No. 03/2022 tentang perburuan dan perdagangan satwa liar dalam perspektif Syariat Islam. “Menangkap dan memelihara burung didalam sangkar adalah perbuatan dosa, apalagi memburu dan membunuh satwa liar,” sebut H. Muhammad Ishak.

“Disaat ada yang memburu satwa liar dilindungi, maka sampaikan ke aparat kepolisian. Begitu juga jika melihat satwa liar seperti gajah dan harimau yang terluka maka segera lapor ke aparat desa untuk diteruskan ke instansi terkait,” demikian H. Muhammad Ishak.

Sebagaimana diketahui, Safari Ramadan DPD BKPRMI Aceh Timur kali ini bekerjasama dengan Yayasan Hutan Alam dan Lingkungan Aceh (HAkA). Selain menyampaikan kajian Ramadan, penceramah yang ditugaskan juga menyampaikan pesan-pesan moral berkaitan dengan isu lingkungan berkenaan dengan perlindungan satwa liar dilindungi. (WASPADA.id/b11).

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *