Dua Unit Rumah Ambuk, Dampak Luapan Sungai RTP

Dampak Luapan Sungai RTP

  • Bagikan
TKSK Ranto Peureulak, Rivana Irfan, meninjau rumah yang ambruk ke sungai di Buket Pala, Ranto Peureulak, Aceh Timur, Rabu (29/11). Waspada/Muhammad Ishak
TKSK Ranto Peureulak, Rivana Irfan, meninjau rumah yang ambruk ke sungai di Buket Pala, Ranto Peureulak, Aceh Timur, Rabu (29/11). Waspada/Muhammad Ishak

PEUREULAK (Waspada): Dua unit rumah ambruk setelah terjadi hujan deras yang berdampak luapan sungai di Buket Pala, Ranto Peureulak, Aceh Timur, Rabu (29/11) sekira pukul 10.00. Meskipun tidak ada korban jiwa, namun kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.

Kerusakan rumah parah terjadi di bagian dapur. Sedangkan dinding ruang tengah mengalami keretakan. Rumah kopel itu ambruk akibat derasnya hujan yang mengguyur sejak, Senin (27/11) malam hingga Rabu (29/11) dini hari. Luapan sungai mengakibatkan dua unit rumah di Dusun Tgk Aceh itu ambruk ke sungai.

Mendapat informasi dari apaeat desa terkait adanya rumah ambruk ke sungai, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Ranto Peureulak, bergerak cepat melakukan pengecekan. Setelah mendata, lalu dirinya melaporkan ke Dinas Sosial setempat melalui Bidang Perlindungan Jaminan Sosial (Linjamsos).

Kedua unit rumah yang ambruk milik Iskandar, 49, dan Suryadi, 36, warga setempat. Selama ini rumah Iskandar dihuni 10 jiwa dan rumah Suryadi dihuni tiga jiwa. Meskipun bagian dapur mengalami rusak berat, tetapi penghuni rumah tetap bertahan di rumah.

TKSK Ranto Peureulak, Rivana Irvan, dikonfirnasi Waspada, membenarkan adanya rumah kopel yang selama ini disewakan mengalami kerusakan dibagian dapur. Musibah tersebut menyusul hujan lebat dua hari yang lalu mengguyur kawasan pedalaman Aceh Timur hingga mengakibatkan luapan sungai di Buket Pala.

“Luapan sungai dan derasnya arus sungai Ranto Peureulak (RTP), sehingga bagian belakang rumah kopel yang ditempati dua keluarga itu ambruk ke sungai. Tetapi penghuni rumah memilih untuk tetap bertahan di rumah dan tidak mengungsi,” pungkas Rivana Irfan, seraya menandaskan, pihaknya juga sudah melaporkan perihal itu ke camat dan muspika setempat. (b11).

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *