Direktur Eksekutif LIPPSU Azhari AM Sinik Minta Gubsu-Choki Berangkulan

  • Bagikan

MEDAN (Waspada): Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumut (LIPPSU) Azhari AM Sinik (foto) berharap persoalan Gubsu Edy Rahmayadi yang menjewer telinga pelatih biliar Khoirudin (Choki) Aritonang disudahi. Keduanya diminta untuk berangkulan dan mengambil hikmah dari peristiwa ini.

“Kita berharap keduanya berangkulan agar persoalan (jewer telinga) tidak melebar ke mana-mana dan dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu,” kata Azhari kepada wartawan di Medan, Selasa (4/1).

Azhari menyikapi perkembangan terakhir pasca viralnya aksi jewer telinga yang dilakukan Gubsu Edy Rahmayadi terhadap Choki saat acara pemberian tali asih bagi atlet dan pelatih PON XX di Papua, di Aula Tengku Rizal Nurdin, Senin (27/12/2021) siang lalu.

Menurut Azhari, peristiwa tersebut mendapat reaksi beragam, mulai dari pengamat hukum, politisi dari sejumlah partai politik, pemerhati kebijakan publik, pecinta olahraga, praktisi hingga kalangan dewan di Medan bahkan di Jakarta.

Dari berita yang menghiasi laman media cetak hingga media sosial, kedua belah pihak terkesan saling mempertahankan pandangan dan argumentasi terkait peristiwa tersebut.

Terlepas dari itu semua, Azhari mengumpamakan hal itu sebagai balon yang ditiup. “Bila terus ditiup, tentu balonnya semakiin besar bahkan bisa pecah, tapi sebaliknya kalau tak dihembus, balon tersebut dapat kempes,” katanya.

Kesampingkan Pergaduhan

Bertitik tolak dari perumpamaan itu, Azhari meminta semua pihak yang terkait untuk mengenyampingkan pergaduhan dan mendahulukan niat untuk mendikusikan secara arif dan bijaksana permasalahan tersebut.

“Karena, kan kita lihat baik Choky dan Gubsu sudah bertemu dan menyampaikan hal-hal yang berkaitan dengan aksi jewer tersebut. Hal ini saya kira sudah baik, dan diharapkan ditindaklanjuti dengan pemufakatan untuk saling menjaga dan tidak mengulangi perbuatan serupa,” sebut Azhari.

Menurut Azhari, keinginan untuk mengakhiri permasalahan tersebut dapat menghindari kegaduhan lebih luas dan dikhawatirkan akan dimanfaatkan pihak-pihak tertentu, sehingga persoalannya jadi tambah ruwet.

“Saya kira sekarang, marilah berjiwa besar untuk memulai sesuatu yang baru dengan lebih semangat, jauhi permusuhan dan berangkulan lah, akhiri persoalan ini,” kata Azhari, seraya menyebutkan, masih banyak persoalan di Sumut yang harus diselesaikan.

Apalagi berkaitan dengan olahraga, Sumut dan Aceh akan jadi tuan rumah bersama PON XXI tahun 2024. “Mari kita lebih fokus membenahi kesiapan kita menghadapi perhelatan akbar tersebut,” pungkas Azhari. (cpb)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *