Bu Misna Lubis Idap Hiperplasia Endometrium, Perut Membengkak

  • Bagikan
Bu Misna Lubis Idap Hiperplasia Endometrium, Perut Membengkak

TAK pernah terbayangkan Bu Misna Lubis, 50, warga Desa Malintang, Kec. Bukit Malintang, Kab. Mandailing Natal, perutnya semakin membesar karena tumor rahim yang sewaktu-waktu bisa sangat membahayakan.

Diceritakan, awalnya dia mengira ini hanyalah penyakit biasa, tapi setelah diperiksakan ke medis, “kata medis saya mengidap tumor rahim,” ujar Misna kepada wartawan, Senin (6/11).

Dia tidak percaya begitu saja, lalu dia mengambil keputusan untuk diperiksa ke dokter, dan akhirnya dokter pun menjelaskan dia terkena penyakit hiperplasia endometrium dengan sel-sel atipik.

Rasa sakit seperti disayat-sayat terus dirasakan oleh Misna Lubis. Setiap kali penyakitnya kambuh ia hanya bisa menangis dan berdoa adalah satu-satunya yang bisa dilakukan Bu Misna, ia tak memiliki biaya yang cukup untuk melakukan pengobatan ke rumah sakit.

Bu Misna Lubis Idap Hiperplasia Endometrium, Perut Membengkak
Hasil pemeriksaan dokter, Misna Lubis, 50, mengidap penyakit hiperplasia endometrium dengan sel-sel atipik.Waspada/Ist

Perutnya membesar dan keras dan itu mungkin akibat cairan yang semakin menumpuk, namun apa daya, karena tak punya uang untuk berobat Bu Misna harus sabar menahan penderitaan ini.

“Jika kambuh sakitnya luar biasa, bahkan saya sering mengeluarkan darah, tolong bantu kami, keluarga kami tak punya uang untuk bisa menutupi kebutuhan makan bila berangkat berobat,” ujarnya.

Suaminya, Abdul Wahab Nasution menuturkan, istrinya sudah pernah melakukan pemeriksaan ke rumah sakit dr Pirngadi Medan dengan membawa surat rujukan dari rumah sakit umum Panyabungan 2019 lalu.

“Kata dokter di RSU Prigadi Medan, kami harus menunggu enam bulan lagi baru bisa dilakukan operasi, sejak pulang dari sana 2019 lalu hingga kini istri saya tidak pernah berobat lagi lantaran kami tak punya biaya, saya hanya buruh dodos karet,” ujar Wahab.

Dijelaskannta, mereka memang punya BPJS Kesehatan, “Tapi kan masih banyak kebutuhan lain, seperti menebus obat di luar dan juga kebutuhan keluarga selama berobat nantinya.”

“Sakitnya itu sudah lama. Mulai tahu istri mengidap penyakit tumor ini sejak 2018, namun makin parah mulai akhir 2019, dan itu perutnya makin membengkak,” ujar Wahab.

Karena kondisi keluarga yang serba kekurangan, dia berharap ada uluran tangan dari pemerintah dan para dermawan untuk meringankan biaya pengobatan agar istrinya segera mendapat penanganan.

Kepala Desa Malintang Amin Hamdi membenarkan, warganya itu memang keluarga kurang mampu dan butuh bantuan biaya pengobatan untuk ibu enam anak ini.

“Ibu Misna memang sudah lama sakit, dan sebelumnya kami dari pemerintahan desa sudah pernah membantu biaya pengobatan, namun hingga kini ibu ini belum juga mendapat kesembuhan, “ujarnya. WASPADA.id/Irham Hagabean Nasution

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *