KKNT UNA Buka Pojok Literasi 

  • Bagikan
KKNT UNA Buka Pojok Literasi 

Mahasiswa KKNT MBKM FKIP UNA bersama masyarakat saat peresmian pojok Literasi di Desa Pinanggripan, Kec Aribatu, Kab Asahan. Waspada/Ist

KISARAN (Waspada): Untuk menumbuhkan minat baca bagi generasi muda, KKNT MBKM Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Asahan (UNA) membuka pojok literasi.

“Pojok literasi ini kita buka di Desa Pinanggripan, Kec Airbatu, sebagai guna menumbuhkan minat baca masyarakat, terutama bagi anak-anak dalam membuka dan menambah wawasan,” jelas Dosen Pembimbing KKNT  MBKM FKIP UNA Oktaviana Purba, M.Pd, saat berbincang dengan Waspada, Selasa (17/10). 

Menurutnya, pojok literasi ini merupakan perhatian dari mahasiswa KKNT kepada masyarakat desa. Sehingga untuk mendukung terciptanya kemampuan literasi dengan menyediakan akses informasi berupa bahan bacaan, agar mendorong minat baca generasi muda maupun masyarakat yang tentunya akan berdampak pada munculnya kemampuan literasi informasi. 

“Membaca juga merupakan sarana untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, sehingga minat baca menjadi modal bagi setiap orang dalam mencapai kesuksesan,” jelas Oktaviana.

Minat baca harus ditanamkan sejak usia dini, kata Oktaviana, sehingga mahasiswa KKNT  membuat pojok literasi ini senyaman mungkin, dan  tidak monoton. Awalnya pojok literasi ini merupakan gudang, mahasiswi KKNT  Mahasiswa mengubahnya menjadi ruang baca dengan ornamen yang menarik bagi anak-anak. 

“Inisiasi adanya pojok literasi ini memiliki tujuan untuk meningkatkan antusiasme, rasa tarik, dan minat baca anak-anak Desa Pinanggripan terhadap buku dan agar generasi muda paham pentingnya membaca untuk menambah wawasan serta ilmu pengetahuan,” jelas Oktaviana.

Sejak diresmikan pojok leterasi  pada 29 September lalu,  program ini mendapat respon yang sangat positif dari anak-anak dengan antusias, sehingga anak-anak yang sebelumnya tidak memiliki minat membaca kini tertarik untuk mulai memiliki terhadap buku

“Pojok literasi ini menyediakan buku-buku dongeng nusantara, kisah para nabi, agama, cerita bahasa inggris terjemahannya, dan buku lainnya yang membuat anak tertarik,” jelas Oktaviana.

Bendahara Desa Pinanggripan Sarjono, mengatakan bahwa pojok literasi ini sangat baik untuk untuk anak-anak, diharapkan kegiatan ini bisa dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat. 

“Adanya pojok baca ini sangat bermanfaat bagi anak-anak Desa Pinanggripan,” kata Sarjono. (a02/a19/a20

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *