Limbah Bercampur Kotoran Manusia, Genangi Perkuburan Muslim Tingkat Lima Berastagi

  • Bagikan
Limbah Bercampur Kotoran Manusia, Genangi Perkuburan Muslim Tingkat Lima Berastagi

KONDISI perkuburan muslim tingkat lima Berastagi yang tergenang limbah bercampur kotoran manusia. Waspada/Micky Maliki.

BERASTAGI (Waspada): Akibat tidak berfungsinya saluran pembuangan air warga Lingkungan Kampung Asam, Kelurahan Tambak Lau Mulgab I. Limbah rumah tangga bercampur kotoran manusia, menggenangi lokasi Perkuburan Muslim Belakang Tingkat Lima, Berastagi.

Dampak kondisi seperti ini, lokasi perkuburan muslim. Dikawatirkan genangan limbah bercampur kotoran manusia itu, akan menutupi kuburan muslim di lokasi itu. Selain akan menutupi kuburan itu, para peziarah dari pihak keluarga yang dikuburkan dilokasi itu, tidak bisa melakukan ziarah. Sebab, para peziarah harus memanjat tembok agar terhindar limbah yang bercamput kotoran manusia.

Pantauan Waspada.id, Rabu, (24/1), ketiadaan saluran pembuangan tampak jelas di beberapa rumah, berbatasan langsung dengan lokasi perkuburan seluas 2.500 meter persegi. Persoalan ini sebenarnya sudah beberapa waktu belakangan terjadi. Dimana limbah bercampur kotoran manusia mengaliri lokasi perkuburan yang didalamnya berdiri hampir 1.000 kuburan. Bahkan, sudah ada kuburan yang tertutup tumpukan limbah.

Limbah Bercampur Kotoran Manusia, Genangi Perkuburan Muslim Tingkat Lima Berastagi
DENGAN cara memanjat tembok, para peziarah bisa terhindar dari air genangan limbah bercampur kotoran manusia. Waspada/Micky Maliki.

Sedangkan, puluhan kuburan lainnya bisa dipastikan mendapat dampak serupa kedepannya. Resapan limbah tentu masuk kedalam liang hahat. Dari keterangan petugas perkuburan muslim Wak Udin, tidak adanya saluran pembuangan air warga saat ini diduga kuat akibat aksi penutupan sepihak.

“Dulu ada pembuangan yang mengarah ke jurang di samping atau ujung perkuburan. Tapi kenapa sekarang tidak ada lagi, kemungkinan ditutup,”ujar Wak Udin sambil menunjuk titik masalah yang berada di belakang rumah warga.

Limbah Bercampur Kotoran Manusia, Genangi Perkuburan Muslim Tingkat Lima Berastagi

Dalam peninjauan itu, Wak Udin dan awak media ini juga sempat mendapati adanya rumah warga yang tidak memiliki septitank.
“Lihat saja dan baunya ini kan berasal dari kotoran manusia. Kami meminta agar ini menjadi perhatian luas, karena kalau dibiarkan sudah sangat mengganggu,”tambah Wak Udin.

Perkuburan muslim di kawasan belakang Tingkat Lima, merupakan lokasi perkuburan tertua di kota Berastagi. Menurut penjaga perkuburan , Wak Udin, lahan ini sudah menjadi tempat peristirahatan terakhir sejak sebelum masa kemerdekaan Indonesia.
Kini, perkuburan muslim itu telah memiliki alas hak resmi sesuai dengan sertifikat Nomor : 470/19/TLM.I/2013.(c02).

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *