Menelusuri Pantai Barat Madina

  • Bagikan
Tim koordinasi Gerakan Untukmu Negeri di pinggir Pantai Batahan yang indah, eksotis. Waspada.id/Irham Hagabean Nasution
Tim koordinasi Gerakan Untukmu Negeri di pinggir Pantai Batahan yang indah, eksotis. Waspada.id/Irham Hagabean Nasution

SUDAH lama tersiar kabar, Kabupaten Mandailing Natal — satu kawasan paling ujung di Provinsi Sumatera Utara — adalah daerah memiliki sumber daya alam luar biasa. Mulai dari perkebunan, pertanian, sumber hayati laut, sampai pertambangan seperti emas.

Begitu tim menyimak ‘Warga Miskin Madina 40.980 Jiwa’ — seperti dilansir waspada.id sebelumnya — mereka terkesiap. Kok bisa? Tim kemudian menyusun kekuatan untuk melihat langsung kondisi sebenarnya.

Tidak tanggung-tanggung, Ketua Umum Gerakan Untukmu Negeri (GUN) Ir Gunawan Syahputra dari Jakarta berkolaborasi dengan Ketua GUN Sumatera Utara Dewi Budiati Teruna Jasa Said, diukatkan Ketua GUN Pekanbaru Rizal Purba dan Ketua GUN Kab. Karo Bahtera Ginting.

Mereka bergerak menuju Mandailing Natal. Sasaran pertama, tim menelusuri Pantai Barat Madina, untuk melihat kondisi sebenarnya kemudian merumuskan upaya pemberdayaan masyarakat.

Menelusuri Pantai Barat Madina
Ketua Umum GAN Ir Gunawan Syahputra menyeberangkan kendaraan menuju Pelabuhan Batahan. Waspada.id/Irham Hagabean Nasution

Dari Panyabungan, tim GUN bergerak langsung menuju Natal. Sebelum sampai tujuan, mereka terpana melihat kondisi Sungai Aekbatangnatal yang keruh luar biasa. Usut punya usut, diduga akibat pertambangan emas dekat bantaran sungai, ya, sungai yang sangat besar untuk kemaslahatan orang banyak.

Singgah sebentar di Pantai Natal yang alamnya sangat indah, terus ke Tabuyung. Di Dusun Km 16, tim melihat upaya pemberdayaan masyarakat bisa ditempuh lewat memaksimalkan peternakan ayam kampung.

“Kita memang baru survei awal, tapi, kami melihat, harus dilakukan pemberdayaan masyarakat secara sungguh-sungguh. Kita bercita-cita, di tahun ke tiga, penghasilan masyarakat yang diberdayakan Rp5 juta sampai Rp8 juta per KK/bulan,” ujar Gunawan Syahputra.

Dijelaskannya, sudah melihat dan memetaksan berbagai daerah di Madina dan Tabagsel, untuk pemberdayakan masyarakat melalui pembangunan ekonomi kerakyatan dengan potensi SDA dan SDM masing-masing daerah.

Dari Tabuyung, tim GUN bergerak ke Natal, seterusnya menuju Batahan. Tujuannya menuju Pelabuhan Palimbungan Ketek di Batahan, melalui penyeberangan.

Dapat diperoleh informasi dari M. Zain, kru penyeberangan, menyeberangkan kendaraan jenis mobil Rp50 ribu, sepedamotor Rp10 ribu. Manyarakat umum gratis.

Staf Khusus Bupati Madina Bidang Perekonomian Irwan H Daulay menjelaskan, hari ini (Rabu, 25/3), turun ke Batahan, ada agenda di beberapa kecamatan.

“Termasuk meninjau pelabuhan Palimbungan Ketek di Batahan yang direncanakan ada sebagai pusat logistik dan industri,” ujar Irwan Daulay melalui sambungan telepon seluler.

Waspada.id bertanya, siapa yang ikut, Pak Bupati atau Ibu Wabup? “Bukan, saya saja sama anggota Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TP2D) Madina,” ujar Irwan Daulay.

Menelusuri Pantai Barat Madina
Gunawan Syahputra dan Dewi Budiati membimbing anak-anak melaksanakan salat ashar di salahsatu masjid di Kec. Muara Batanggadis. Waspada.id/Irham Hagabean Nasution

Sedangkan tim GUN, di sekitar areal perkebunan berjumpa dengan sejumlah nelayan dan istri nelayan, yang menurut tim, perlu diberdayakan antara lain dengan memanfaatkan lahan memelihara ikan gabus.

Bahkan, Ketua GUN Sumut yang juga Ketua UMKM Sumut Dewi Budiati Teruna Jasa Said sempat memberdayakan istri nelayan merangkai bunga menjadi punya nilai ekonomis tinggi dari bahan baku dari harga tak bernilai. Pelatihan ini sempat dimaksimalkan.

Ketika dikonfirmasi, Camat Batahan Irsyal Pariadi, S.Stp mengungkapkan, penyeberangan pakai tongkang sejak 2007. “Sedang kepastian operasi pelabuhan belum ada info,” ujar camat.

Dari pelabuhan Batahan, tim bergerak ke Angkola, Tapsel, melalui Singkuang. Tim sempat singgah di salahsatu masjid Kec. Muara Batang Gadis, Madina.

Sejumlah anak pra sekolah sedang melaksanakan salat ashar. Secara responsif, Gunawan Syahputra dan Dewi Budiati membimbing anak-anak melaksanakan salat. Dengan berbagai upaya, semoga generasi ke depan menjadi lebih baik. Aamiin ya Allah.

WASPADA.id/Irham Hagabean Nasution

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *