Pemkab Serius Tangani Tingginya Kasus TBC Di Palas

Masyarakat Enggan Berobat Medis

  • Bagikan
Plt Kadis Kesehatan Kab Palas, Amelia Roitona Nasution, SKM, M.Kes. (Waspada/Ist)
Plt Kadis Kesehatan Kab Palas, Amelia Roitona Nasution, SKM, M.Kes. (Waspada/Ist)

PADANGLAWAS (Waspada): Pemkab Palas Serius menangani dan menekan tingginya kasus Tuberkulosis (TBC) di daerah Kabupaten Padanglawas, karena diduga masyarakat masih enggan berobat medis.

Hasil penelusuran Waspada di beberapa Puskesmas, Selasa (20/2), seperti di Puskesmas Sibuhuan dimana target penanganan kasus 188 orang, setelah dilakukan diagnosa atau skrining ditemukan 153 kasus positif di tahun 2023.

Menurut Kepala Puskesmas Sibuhuan, Hj Nurhalimah Hasibuan, dari sekian banyak kasus positif TBC itu, yang berhasil sembuh dan tuntas pengobatannya sekitar 90 persen.

Dikatakan, untuk tahun 2023, target sasaran mencapai 1.021, yang dilakukan pemeriksaan dan skrining sebanyak 1.134. Sementara wilayah penyebaran paling tinggi di Desa Janjilobi Kecamatan Barumun yang hampir setiap bulan ada ditemukan yang positif.

Sementara pada Januari sampai sekarang sudah 160 pasien diperiksa, diantaranya 23 kasus positif dari
target tahun 2024 ini sebanyak 193 kasus. Sedang yang menjadi target sasaran mencapai 1.043 pasien.

Diduga masyarakat yang memiliki penyebaran penyakit TBC tinggi, karena banyak diantara masyarakat yang belum yakin pengobatan secara medis, dan masih banyak yang melalui pengobatan tradisional.

Sedang untuk Kabupaten Padanglawas yang dilakukan pengobatan sebanyak 627 orang, diantaranya 575 kasus orang dewasa dan 52 anak-anak, dan yang putus berobat 18 orang.

Secara terpisah Plt Kadis Kesehatan Kabupaten Padang Lawas, Amelia Roitona Nasution, SKM, M.Kes, menyebutkan bahwa Pemkab Palas, melalui Dinas Kesehatan telah bekerja keras melakukan penanggulangan, seperti melakukan skrining secara aktif terhadap penghuni Lapas, skrining dan investigasi kontak tehadap pasien yang terduga positif TB.

Kemudian melakukan pengobatan terhadap kasus yang terdeteksi positif TB. Selanjutnya melakukan pertemuan rutin Koalisi Organisasi Profesi Kesehatan untuk Penanggulangan TB (KOPI TB) untuk menggalang dan peningkatan penanganan TB di Palas.

Selain itu juga memfasilitasi logistik program TB, seperti bahan pemeriksaan dan obat, serta semua pemeriksaan dan pengobatan TB Paru gratis dari pemerintah, jelas Plt Kadis Kesehatan. (a30/C)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *