Uji Test Perdana Bandara AH Nasution

  • Bagikan
Wabup Atika Azmi Utammi bersama Forkopimda menyaksikan uji coba perdana bandara AH Nasution. Waspada/Ali Anhar Harahap
Wabup Atika Azmi Utammi bersama Forkopimda menyaksikan uji coba perdana bandara AH Nasution. Waspada/Ali Anhar Harahap

MADINA (Waspada): Uji coba perdana Bandara Abdul Haris Nasution di Kecamatan Bukit Malintang, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) hari ini resmi dilakukan, Kamis (21/03).

Dimana uji coba perdana (Test Flight Kalibrasi) ini ditandai dengan sebuah pesawat Jenis Beechcraft Super Kings Air dari Balai Besar Kalibrasi Fasilitas Penerbangan (BBKFP) mendarat mulus di Bandara AH Nasution.

Uji coba penerbangan perdana ini disaksikan langsung oleh Wakil Bupati Madina Atika Azmi Utammi didampingi Sekretaris Daerah Alamulhaq Daulay, Kapolres Madina, Ketua PN Madina, serta anggota Forkopimda beserta sejumlah Kepala OPD dan Camat seputara bandara.

Uji Test Perdana Bandara AH Nasution

Abdul Rozzak selaku Kepala Bandara UPBU Aek Godang dalam laporannya mengatakan jika seluruh infrastruktur bandara telah selesai 100 persen dan sudah dapat difungsikan.

“Kondisi bandara ini sudah tahapan 100 persen penyelesaian, namun tentunya kami juga berharap kerjasama dengan pemerintah daerah agar turut menjaga lokasi ini dan setiap penerbangan terisi minimal 75 persen” jelasnya.

Sementara itu, Wabup Atika Azmi Utammi mengatakan bahwa hari ini merupakan hari yang bersejarah bagi kabupaten Mandailing Natal, Dimana hari ini yang di impikan Kabupaten Madina untuk memiliki bandara telah terwujud, Dengan uji perdana test flight kalibrasi berhasil, maka bandara ini kedepan sangat berpengaruh positif untuk menumbuhkan ekonomi Mandailing Natal. Atika juga optimis jika Bandara Jenderal Besar AH Nasution akan menjadi salah satu bandara yang besar dan beroperasi dengan baik.

“Cukup lama rencana Bandara Jendral Besar AH Nasution ini direncanakan dan akhirnya selesai, dan pada hari ini adalah uji coba perdana, walaupun daerah ini tidak terisolir di jalur darat namun akses udara menuju ibu kota provinsi sangat jauh lebih dari 10 jam, dan kedepan dapat lebih singkat, Semoga kehadiran bandara ini membawa efek positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional” pungkasnya. (cah)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *