‘Wartawan Sayang Bupati Madina,Tidak Sayang Kami Tak Masalah’

  • Bagikan
Puluhan wartawan jumpa Forkopimda, termasuk bupati, membicarakan [pemberitaan] Singkuang 1.Waspada/Ist
Puluhan wartawan jumpa Forkopimda, termasuk bupati, membicarakan [pemberitaan] Singkuang 1.Waspada/Ist

ADA satu catatan dibuang sayang, saat puluhan wartawan berdialog dengan Bupati Mandailing Natal HM Jafar Sukhairi Nasution dihadiri Forkopimda Madina di aula kantor bupati soal [pemberitaan] Singkuang 1, Kab. Muara Batang Gadis, Kab. Madina.

Awalnya, saat wartawan waspada.id, waspada tv dan beritasore.co.id mencegat Bupati Madina usai salat zuhur di Masjid Agung Nur Ala Nur Panyabungan, ketika ratusan massa masih ‘nginap’ hari ke-17 di areal perkebunan menuntut hak plasma.

'Wartawan Sayang Bupati Madina,Tidak Sayang Kami Tak Masalah'
HM Jafar Sukhairi Nasution, Bupati Madina. Waspada/Ist

Ketika itu, Rabu (29/3), bupati diminta komentar, imbauan dan saran setelah lebih dua pekan masyarakat melakukan aksi massa di areal perkebunan.

Di pelataran masjid, bupati menceritakan berbagai upaya menyelesaikan persoalan Singkuang 1. Sukhairi mengungkapkan, akan melakukan konfrensi pers menceritakan persoalan ini bersama wartawan lain.

Sekadar informasi, ratusan warga Singkuang 1 sudah membubarkan diri secara tertib setelah aksi ‘nginap’ 19 hari. Massa mengatakan aksi lanjutan lebaran tidak ada realisasi menyelesaikan masalah ini.

Sedangkan bupati, kemarin, seusai pelantikan Kades, konfrensi pers dilaksanakan di aula kantor bupati.

Sukhairi di hadapan puluhan wartawan mimta agar ini jangan dipelintir, seolah-olah Pemda tidak bekerja, tidak mementingkan rakyat, “kita ini selalu berjuang memikirkan kepentingan masyarakat.”

Ketua PKB Sumut ini juga meminta, agar mohon jangan situasi ini ‘ditunggangi’ oleh pihak-pihak yang mengambil kesempatan.

“Kami berharap kepada media agar memberikan berita yang seimbang terkait persoalan Singkuang ini,” katanya.

'Wartawan Sayang Bupati Madina,Tidak Sayang Kami Tak Masalah'
Ratusan massa Singkuang 1 ‘nginap’ di areal perkebunan 19 hari, dan kalau tidak ada realisasi, aksi lanjutan 7 lebaran. Waspada/Ist

Tak ayal, tiga wartawan berbicara mewakili puluhan wartawan, salah satunya Iskandar Hasibuan, wartawan paling senior di Mandailing Natal. Dia berbicara tanpa tedeng aling-aling.

“Sebelum pertemuan ini, saya berbicara dengan adinda Irham (waspada.id, waspada TV, beritasore.co.id) soal perimbangan berita.

“Kami diminta berimbang, sementara pimpinan OPD terkait di bawah naungan bupati tak pernah memberi informasi soal ini, PT RPR [waktu itu, red] tidak pernah bisa dikonfirmasi. Bagaimana kami bisa berimbang? Apa yang kami lihat dan dapat informasi, itulah yang kami beritakan,” ujar Iskandar.

Dia mengaku, mungkin adek-adek wartawan tidak pernah menyampaikan persoalan ini Dia mohon maaf.

“Pada dasarnya, wartawan sayang bupati, sayang Forkopimda, walaupun bupati tidak sayang kami dan tidak ada masalah,” ujarnya disambut tawa, termasuk bupati. WASPADA.id/Irham Hagabean Nasution

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *