Belawan Model Manajemen Kesehatan Menuju Generasi Emas Indonesia

Oleh: drg.Tina Arriani M.Kes.,Ph.D.,DBA.,CPPS
Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Cek Kesehatan Gratis (CKG), dan Sekolah Rakyat, jangan dilihat sebagai program yang berjalan sendiri-sendiri. Jika dikelola dengan manajemen kesehatan terpadu berbasis wilayah, program tersebut dapat menjadi satu kekuatan besar untuk membangun manusia Indonesia yang sehat, cerdas, berkarakter dan produktif. Lebih dari sekadar memutus mata rantai kemiskinan, agenda ini merupakan investasi untuk menciptakan Generasi Emas Indonesia Maju.
Bukan Sekadar Memenuhi Amanat Konstitusi
UUD 1945 Pasal 33 dan 34 memberikan dasar kuat bahwa pembangunan ekonomi harus berkeadilan dan negara bertanggung jawab terhadap fakir miskin, jaminan sosial, pelayanan kesehatan dan pelayanan umum yang layak.
Semangat tersebut kemudian diperkuat melalui UU No. 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, yang menempatkan pembangunan kesehatan sebagai bagian penting dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Namun, pemerintah tidak boleh berhenti pada pemenuhan kewajiban konstitusional dan regulasi. Tujuan akhirnya harus lebih jauh: membangun manusia Indonesia yang unggul untuk Indonesia Maju.
Hari ini program insan cita Presiden Prabowo CKG (cek Kesehatan gratis) bukan hanya memenuhi Amanah konstitusional fakir miskin dan anak yatim tapi sudah lebih dari itu yang diurus atau dilakukan intervensi mulai dari dalam perut (ibu hamil) balita, anak,remaja dan lansia .Program MBG,CKG dan Sekolah rakyat Adalah program menuntaskan lingkaran kemiskinan,intervensi kesehatan dan intelektual generasi bangsa sehingga kedepan menjadi cikal bakal generasi Indonesia emas.anak yang sehat dan punya Pendidikan akan mudah mendapat pekerjaan atau menciptakan pekerjaan mandiri dari keluarga miskin akan mampu menghadapi zaman sehingga derajat kemiskinan keluarga akan berubah jadi sejahtera.
Belawan Bisa Menjadi Model
Belawan memiliki tantangan kesehatan dan sosial dan pendidikan yang kompleks.Belawan justru dapat menjadi tempat untuk membangun generasi Indonesia emas model manajemen kesehatan terpadu berbasis Pelayanan Kesehatan. Puskesmas Belawan tidak hanya menunggu masyarakat datang berobat, tetapi aktif melakukan:
• Deteksi dan intervensi stunting melalui Posyandu dan pemantauan pertumbuhan anak.
• Skrining TBC secara aktif pada masyarakat berisiko, dilanjutkan pemeriksaan, pengobatan dan pemantauan.
• CKG sebagai pintu masuk deteksi dini masalah Kesehatan mulai dalam perut (ibu hamil)balita, anak,ramaja serta lansia.
• MBG yang dikaitkan dengan pemantauan status gizi dan tumbuh kembang anak.
• Promosi kesehatan dan pencegahan penyakit melalui sekolah, keluarga dan masyarakat.
Prinsip manajemennya sederhana: Temukan → Tangani → Pantau → Evaluasi. Puskesmas bukan hanya tempat berobat, tetapi menjadi pusat manajemen kesehatan masyarakat.
Data Menjadi Kekuatan
Kunci keberhasilan adalah data yang terintegrasi dan tindak lanjut yang jelas. Puskesmas harus mengetahui siapa anak yang berisiko stunting, siapa yang perlu intervensi gizi, siapa yang berisiko TBC, siapa yang membutuhkan pemeriksaan lanjutan dan siapa yang harus dirujuk. Dengan demikian, program pemerintah tidak berjalan sendiri-sendiri melibatkan lintas sektoral.
MBG memberi asupan gizi. CKG menemukan masalah kesehatan. Puskesmas melakukan intervensi. Skrining TBC memutus penularan. Posyandu melakukan pemantauan. Sekolah menjadi bagian dari promosi kesehatan. Inilah manajemen kesehatan yang terintegrasi.
Indonesia emas 2045 akan dibangun dengan Data yang terukur bukan asumsi. Dengan Data, akan memudahkan perencanaan kebijakan Kesehatan pemantauan dan evaluasi masing-masing warga berdasarkan elemen yang harus di ukur. Data akan menjadi kekuatan bangsa Indonesia sejajar dengan bangsa lain dunia karena dengan data akan tahu siapa penduduk dan apa kebutuhan dan intervensi yang dilakukan.
Sekolah Rakyat Harus Terhubung dengan Kesehatan
Sekolah Rakyat juga harus menjadi bagian dari ekosistem tersebut.Regulasi Sekolah Rakyat menempatkannya sebagai pendidikan berbasis asrama dan pendidikan karakter bagi peserta didik dari keluarga miskin, miskin ekstrem dan/atau rentan. Program ini memang diarahkan untuk memutus rantai kemiskinan. Sekolah Rakyat di Belawan idealnya tidak hanya berbicara tentang Pendidikan tapi sekolah rakyat harus menjadi sekolah sehat.
Puskesmas dapat menjadi mitra utama dalam melakukan pemeriksaan kesehatan berkala, pemantauan gizi, skrining TBC, kesehatan gigi, kesehatan mata, kesehatan jiwa, edukasi perilaku hidup bersih dan sehat, serta sistem rujukan. Dengan demikian, anak miskin tidak hanya mendapatkan pendidikan gratis, tetapi juga mendapatkan gizi, kesehatan, perlindungan dan pembentukan karakter. Inilah pendekatan membangun sumber daya manusia secara utuh.
Belawan untuk Indonesia Keberhasilan tidak cukup diukur dari berapa banyak anak yang menerima makanan atau berapa banyak masyarakat yang diperiksa. Ukuran keberhasilan harus berbasis hasil: stunting turun, kasus TBC ditemukan dan diobati lebih cepat, status kesehatan anak membaik, anak tetap sekolah, dan keluarga miskin semakin mandiri.
Puskesmas Belawan mampu mengintegrasikan stunting, TBC, CKG, MBG, Posyandu dan Sekolah Rakyat dalam satu manajemen kesehatan berbasis data, Belawan dapat menjadi model pembangunan kesehatan kawasan pesisir yang dapat direplikasi di daerah lain merupakan makna dari pembangunan kesehatan. Bukan hanya mengobati orang saki tetapi mencegah penyakit, menemukan masalah lebih awal, meningkatkan kualitas hidup dan membangun manusia yang produktif. Program ini merupakan bagian dari visi dan misi wali kota dan wakil wali kota Medan Bapak Rico Tri Putra Bayu Waas dan H.Zakiyuddin Harahap, Medan Untuk Semua.
Akhirnya, program Presiden Prabowo bukan hanya tentang memenuhi amanat UUD 1945 Pasal 33 dan 34 atau menjalankan UU Kesehatan No. 17 Tahun 2023. Lebih dari itu, seluruh kebijakan tersebut harus menjadi investasi jangka panjang untuk melahirkan Generasi Emas Indonesia Maju: sehat tubuhnya, kuat mentalnya, tinggi pendidikannya, baik karakternya dan produktif bagi bangsa dapat melakukan intervensi mulai dalam perut (ibu hamil),balita,anak,remaja dan lansia.
Belawan dapat menjadi salah satu titik awal pembuktian bahwa pembangunan kesehatan yang terintegrasi di Indonesia mampu mengubah kualitas manusia dari kawasan pesisir menuju Generasi Emas Indonesia.
Penulis adalah Plt Kepala Puskesmas Belawan dan Ikatan Konsultan Kesehatan Indonesia (Ikkesindo)



















Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda