# Menepuk Pundak Atau Pipi Adalah Teguran Dan Mendidik
MEDAN (Waspada.id): Fraksi Partai Demokrat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Utara menyatakan dukungan penuh atas sikap tegas Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, menyusul insiden yang terjadi di Gedung Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumut pada Jumat pekan lalu.
Pernyataan sikap ini disampaikan langsung oleh Ketua Fraksi Demokrat DPRD Sumut, Hj. Anita Lubis, S.T., M.IP., yang didampingi oleh Wakil Ketua Fraksi H. Armyn Simatupang, SH, dan Sekretaris Fraksi H. Tondi Roni Tua, S.Sos., di Medan, pada Rabu (15/4).
Hj. Anita Lubis menegaskan bahwa tindakan tegas yang ditunjukkan oleh Gubernur Bobby Nasution di Gedung KONI Sumut harus dimaknai sebagai pesan yang sangat kuat bahwa Pemerintah Provinsi Sumatera Utara sama sekali tidak memberikan toleransi terhadap penyalahgunaan narkotika, khususnya di lingkungan pemerintahan dan lembaga negara.
“Menyikapi hal ini, kita melihat bahwa ini adalah tindakan dari seorang ayah. Gubernur ini adalah ayahnya Sumatera Utara, jangan hanya dilihat dari usianya, tapi lihatlah sosok beliau sebagai pemimpin daerah,” ujar Hj. Anita Lubis.
Terkait adanya perdebatan mengenai gestur fisik dalam teguran tersebut, Fraksi Demokrat meminta masyarakat untuk melihat konteksnya secara utuh. Anita menjelaskan bahwa dalam hubungan pertemanan atau kekeluargaan, menepuk pundak atau pipi adalah hal yang biasa sebagai bentuk teguran keras namun mendidik.
“Tindakan tersebut sama sekali tidak bermaksud untuk mencelakai atau membuat seseorang terluka. Itu adalah cara berinteraksi, sebuah peringatan keras. Jadi, tindakan ini tidak perlu dilebih-lebihkan atau disalahartikan sebagai kekerasan,” tambahnya.
Fraksi Demokrat DPRD Sumut justru menyoroti akar masalah yang membuat Gubernur Bobby Nasution bertindak tegas, yakni persoalan narkoba. Saat ini, Sumatera Utara masih dihadapkan pada status darurat sebagai provinsi dengan tingkat prevalensi penyalahgunaan narkoba tertinggi (peringkat pertama) di Indonesia.
“Kita harus mewaspadai hal tersebut. Sumatera Utara ini nomor satu tingkat narkobanya. Tindakan tegas dari Pak Gubernur itu justru wujud kasih sayang agar generasi kita tidak rusak. Narkoba itu merusak masa depan bangsa,” tegas Anita.
Oleh karena itu, Fraksi Demokrat mengimbau kepada seluruh pihak untuk tidak memperpanjang polemik mengenai insiden teguran tersebut, dan kembali mengalihkan fokus pada upaya bersama memberantas narkoba serta menyelesaikan berbagai permasalahan pembangunan lainnya di Sumatera Utara.
Senada, Wakil Ketua Fraksi Demokrat Armyn Simatupang dan Sekretaris H. Tondi Roni Tua, S.Sos. sependapat bahwa masih banyak persoalan di Sumut yang harus dihadapi.
Bahkan H. Armyn Simatupang, SH menegaskan hal itu tidak perlu dibesarkan-besarkan.
“Lupakan saja dan jangan dibesar-besarkan masalah (teguran) itu. Masih sangat banyak permasalahan program pemerintah di Sumatera Utara yang harus kita selesaikan dan butuh perhatian kita bersama. Kami dari Fraksi Demokrat mendukung penuh usaha Pak Gubernur untuk memberantas narkoba,” pungkasnya. (id141)










