Breaking News
Memuat breaking news...

Kapal-Kapal Datang Membawa Muatan, tetapi Ada Langkah Anak Muda yang Pulang Tanpa Kesempatan

Redaksi
Redaksi
Selasa, 6 Oktober 2026 - 3.41 PM WIB
Kapal-Kapal Datang Membawa Muatan, tetapi Ada Langkah Anak Muda yang Pulang Tanpa Kesempatan
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

Oleh: Wily Simbolon, S.Sos.

Ada kesedihan yang mungkin terlalu sering kita lihat hingga akhirnya terasa biasa. Setiap pagi, seorang anak muda bangun dengan harapan sederhana: mungkin hari ini ada pekerjaan. Ia melihat truk-truk perusahaan melintas, mendengar aktivitas pelabuhan, dan menyaksikan kapal-kapal datang membawa muatan dari berbagai penjuru. Namun, ketika hari berakhir, ia kembali pulang dengan pertanyaan yang sama: kapan giliran saya mendapatkan kesempatan?

Di tengah ramainya aktivitas ekonomi, ironi itu terasa begitu dekat. Perusahaan tumbuh, gudang bekerja, perdagangan dan logistik bergerak, tetapi sebagian anak muda yang hidup di sekitarnya masih mencari pekerjaan. Mereka tinggal berdekatan dengan pusat kegiatan ekonomi, tetapi belum tentu memiliki jalan untuk menjadi bagian dari pertumbuhan tersebut.

Dalam perspektif Max Weber, kehidupan sosial tidak hanya ditentukan oleh kemauan seseorang, tetapi juga oleh posisi, akses, dan peluang yang dimilikinya. Dua orang dapat sama-sama ingin bekerja, tetapi belum tentu memiliki kesempatan yang sama. Pendidikan, pengalaman, informasi, jaringan, dan akses terhadap dunia kerja membuat posisi setiap orang berbeda. Karena itu, pengangguran tidak selalu semata-mata persoalan kemauan individu, tetapi juga persoalan akses terhadap kesempatan.

Tidak semua anak muda yang belum bekerja berarti tidak mau bekerja. Ada yang memiliki ijazah, tetapi belum memiliki pengalaman; memiliki kemampuan, tetapi belum memiliki sertifikasi; atau siap bekerja, tetapi tidak tahu ke mana harus membawa kemampuannya. Mereka mungkin hanya belum menemukan jembatan yang menghubungkan kemampuan dengan kesempatan.

Data BPS Kota Medan mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka sebesar 7,99 persen. Angka tersebut bukan data khusus Kecamatan Medan Belawan, tetapi menunjukkan bahwa pengangguran masih menjadi bagian dari persoalan ketenagakerjaan di Kota Medan. Ini menjadi pengingat bahwa pertumbuhan ekonomi tidak selalu otomatis menghadirkan akses pekerjaan yang merata.

Karena itu, pembangunan di kawasan Medan Utara tidak semestinya hanya diukur dari banyaknya perusahaan, besarnya investasi, atau semakin sibuknya aktivitas pelabuhan. Pertanyaan yang lebih penting adalah: sejauh mana masyarakat di sekitarnya memiliki kesempatan untuk tumbuh bersama perkembangan ekonomi tersebut?

Sebab, yang paling menyakitkan bukan hanya ketika seseorang tidak memiliki pekerjaan. Yang lebih menyakitkan adalah ketika ia melihat pekerjaan tumbuh begitu dekat, tetapi tidak pernah menemukan jalan untuk mencapainya.

Kapal datang dan pergi. Pelabuhan semakin sibuk. Perusahaan terus berkembang. Namun, jangan sampai anak-anak muda di kawasan ini harus pergi jauh meninggalkan kampung halaman hanya untuk mencari pekerjaan yang tidak mereka temukan di tanah sendiri.

Pembangunan yang paling berarti bukan ketika sebuah wilayah hanya terlihat semakin ramai, melainkan ketika pertumbuhan ekonomi mulai terasa di rumah-rumah masyarakat: ketika anak muda memiliki kesempatan untuk bekerja dan orang tua dapat melihat anaknya membangun masa depan tanpa harus meninggalkan tanah kelahirannya.

Kawasan ini tidak kekurangan potensi dan tidak kekurangan anak muda yang ingin bekerja. Yang masih dibutuhkan adalah jembatan yang mempertemukan kemauan dengan kesempatan.

Jangan sampai Medan Utara tumbuh semakin tinggi, sementara anak-anak mudanya hanya berdiri di bawahnya, menyaksikan kapal-kapal membawa muatan dan kemajuan dari berbagai penjuru dunia, tetapi masih menunggu kapan kemajuan itu benar-benar sampai ke rumah mereka sendiri. WASPADA.id

Penulis adalah Alumni FISIP USU

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement