Warga Agara Menangis, Banjir Bandang Telan Korban, Puluhan Rumah Rusak

  • Bagikan
Pemukiman warga di Agara dilanda banjir bercampur lumpur terlihat dalam gambar. Waspada/Seh Muhammad Amin
Pemukiman warga di Agara dilanda banjir bercampur lumpur terlihat dalam gambar. Waspada/Seh Muhammad Amin

KUTACANE (Waspada): Masyarakat di Kabupaten Aceh Tenggara (Agara) kini menangis dalam menghadapi musibah banjir dan banjir bandang yang terus terjadi sehingga mengakibatkan 2 orang tewas, sejumlah jembatan ambruk.

Selain menelan korban jiwa dan merusakkan sejumlah jembatan serta ruas jalan nasional di Kabupaten Aceh Tenggara, banjir bandang juga meluluhlantakan pemukiman, gedung sekolah-sekolah, Masjid-masjid serta lahan sawah dan perkebunan warga di Aceh Tenggara juga rusak berat dan ringan.

Bahkan, oprit jembatan rangka baja di Desa Mbarung dan Jembatan Biling Pantai Dona kembali putus dihantam abrasi Sungai Alas yang terjadi malam tadi, Rabu (22/11).

“Meluapnya arus Sungai Alas dan Sungai Kalibulan serta Sungai Kisam dikarenakan hujan deras terus mengguyur sebagian besar wilayah Kabupaten Aceh Tenggara sejak Selasa (21/11) sore, hingga larut malam hujan deras masih terus mengguyur bahkan hingga pagi.

Warga Agara Menangis, Banjir Bandang Telan Korban, Puluhan Rumah Rusak

Akibat hujan deras itu, selain dua jembatan kembali putus, juga di Kecamatan Lawe Sigala-gala banjir meluluhlantakan pemukiman warga setempat. Malam yang mencekam itu membuat masyarakat Aceh Tenggara panik dan resah, mereka meminta kepedulian pemerintah pusat dan provinsi serta Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara.

Supian, warga Kecamatan Lawe Alas kepada Waspada.id, Rabu (22/11) mengatakan, jembatan Mbarung sebelumnya ambruk dihantam arus banjir namun warga bernisiatif membangun jembatan yang terbuat dari bahan kayu, malam ini kembali putus, demikian juga halnya, jembatan Pantai Dona kembali ambruk ditambah jembatan Pantai Dona yang terbuat dari pohon pinang lain titik juga kembali putus, dan jembatan Natam juga nyaris putus.

Sopian dan Mustapa mewakili masyarakat seberang juga menyoroti kinerja pemerintah yang hanya meninjau lokasi banjir saja. Menurut mereka, yang terpenting aalah yang diinginkan masyarakat bahwa Pemkab Agara segera menyurati pemerintah pusat dan provinsi untuk secepat mungkin mengupayakan penanggulangan bencana.

“Kami berharap Pemkab harus sigap dan peduli nasib masyarakat Aceh Tenggara, seperti jembatan Mbarung dan jembatan Pantai Dona yang saat ini tidak bisa lagi dilalui, demikian jembatan Titi Gantung Mendabe,” tambah Mustapa.

Sementara itu, pantauan Waspada. id, Rabu (22/11), Kabupeten Aceh Tenggara masih diliputi cuaca mendung. Warga yang terdampak banjir bersiaga mewaspadai banjir susulan, kayu gelondongan, bebatuan masih menumpuk di sekitar pemukiman, badan jalan nasional digenang air bercampur lumpur. (cseh)

Baca juga:

  • Bagikan

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *