Film ‘Tulang Belulang Tulang’Atiqah: Temukan Arti Keluarga

  • Bagikan
Produser film Shierly Kosasih, sutradara/ penulis Sammaria Sari Simanjuntak, dan artis Akiqah Hasiholan dan aktor David Saragih saat temu media di Medan Minggu (27/11).
Produser film Shierly Kosasih, sutradara/ penulis Sammaria Sari Simanjuntak, dan artis Akiqah Hasiholan dan aktor David Saragih saat temu media di Medan Minggu (27/11).

Film “Tulang Belulang Tulang” berkisah tentang keluarga Mami Laterina (Atiqah Hasiholan) yang melakukan perjalanan ke kampung halaman di Danau Toba, untuk melakukan upacara adat Mangokal Holi.

Itu adalah tradisi pemindahan tulang belulang leluhur yang merupakan kebanggaan bagi keluarga yang mampu melaksanakannya.

Tapi, koper berisi tulang belulang Tulang Tua (Kakek Buyut) hilang.

Mami Laterina dan keluarganya harus segera menemukan tulang jika tidak mau dikutuk oleh Opung (Nenek) dan seluruh keluarga besar yang sudah menunggu dan siap berpesta di Danau Toba.

Perjalanan ini membuat mereka mempertanyakan kembali makna harga diri bagi keluarga mereka.

Film “Tulang Belulang Tulang” diproduksi Adhya Pictures dan Pomp Films, disutradarai Sammaria Sari Simanjuntak juga menulis naskah film bersama Lies Nanci Supangkat, serta memproduserinya bersama Shierly Kosasih.

“Senang rasanya bisa menyapa dan berjumpa dengan warga Medan dan Sumatera Utara di Medan. Pada kesempatan ini sekaligus aku memperkenalkan film Tulang Belulang Tulang yang punya kedekatan dengan warga Sumut,” ujarnya Minggu, 26 November 2023.

Pemeran Mami Laterina di film ini mengajak kita menemukan kembali arti keluarga dan harga diri selama roadtrip melintasi Danau Toba yang indah.

“Cerita ini tentang keabsurdan keluarga Batak dengan latar belakang Danau Toba yang cantik dan indah,” bebernya.

Selain Atiqah, film “Tulang Belulang Tulang” dibintangi Tanta Ginting (Tulang Ucok), Tasha Siahaan (Cian), Lina ‘Mak Gondut’ Marpaung (Opung Tiolin), Landung Simatupang (Tulang Tua), David Saragih (Papi Mondo), dan Cornel Nadeak (Alon) semuanya memiliki darah Sumatera Utara.

Sementara itu, David Saragih berperan sebagai Papi Mondo suami Atiqah Hasiholan di film ini.

“Bahwa keluarga penting, dan menghargai adat budaya sangat lebih penting. Keluarga yang bahagia adalah surga yang ada di dunia,” ujarnya.

Sutradara Sammaria Sari Simanjuntak mengatakan, film ini dibuat untuk menghormati leluhur dengan melakukan berbagai riset.

“Pada intinya esensi upacara mempersatukan kembali keluarga dari semua perbedaan hasil riet kita. Film ini bikin aku ngakak dengan akting mereka (aktor/aktris), dan aku ingin ngeshare itu buat teman-teman di Medan dan Sumut,” ujarnya.

Sedangkan, untuk pemilihan sebenarnya tidak direncanakan harus berdarah Sumatera Utara. Tapi memang secara tidak sengaja para pemeran utamanya adalah para aktor dan aktris berdarah Sumut.

“Memang yang cocok dan sesuai dengan karakter dan ceritanya ya mereka. Uniknya lagi, beberapa kru kami juga berdarah Sumatera Utara. Ada saya, DOP Anggi Frisca Tarigan, ada assistant director Eigi Pohan & Genhart Manullang, dan VFX Artist Erickson Siregar,” sebutnya.

“Bahkan produser eksekutif kami, Pak Ricky Wijaya, dan rumah produksinya memiliki akar Sumatera Utara,” kata Sammaria.

Produser Shierly Kosasih pun berharap film “Tulang Belulang Tulang” bisa dinikmati warga Sumatera Utara, yang memiliki kedekatan cerita dan mengangkat keindahan Danau Toba.

Namun, dengan cerita universal tentang keluarga, ia berharap filmnya juga bisa diterima secara luas oleh penonton Indonesia.

“Semoga ini bisa menjadi film yang menghibur, dari putra-putri Sumatera Utara dan Indonesia,” ungkapnya.

Film “Tulang Belulang Tulang” akan segera tayang di jaringan bioskop di Indonesia. Ikuti terus info terbaru film “Tulang Belulang Tulang” di Instagram resmi @tulangbelulangtulangfilm.(m12)


  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *